Pemberi Hujan Renungan Harian Anak 20 Desember 2020

Bacaan: Zakharia 10:1-2
Nats: “
Mintalah hujan daripada TUHAN pada akhir musim semi! TUHANlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras……. “(Zakharia 10:1)

Teman-teman, apa yang terjadi jika musim kemarau berkepanjangan? Yach….. Betul. Banyak tanaman akan mati karena kekurangan air. Tetapi apakah hanya tanaman yang mati jika musim kemarau berkepanjangan? Tentu saja tidak. Hewan-hewan juga akan mati sebab banyak air sungai yang kering karena airnya habis. Katak tidak bisa berendam. Kuda nil tidak bisa berendam. Ikan juga akan mati karena air sungai surut. Apakah hanya tanaman dan hewan-hewan yang akan mati? Tidak. Manusia juga akan mati karena kekurangan air.

Untuk daerah yang sumber airnya berlimpah maka orang tidak terlalu kuatir, tetapi untuk daerah yang kering, maka turunnya hujan sangat dinanti-nantikan sebab untuk para petani yang mengandalkan air hujan bisa dipakai untuk menanam padi dan jagung.

Lalu….siapakah yang memberi air hujan itu? Yach..betul. Air hujan adalah pemberian Tuhan. Jika kita berharap hujan turun agar menyirami tanah yang mulai kering karena musim kemarau, maka kita harus datang pada Tuhan memohon kepada-Nya agar Ia segera mengirim hujan, sebab Dialah Pencipta hujan.

Lalu bagaimana cara Tuhan memberi hujan? Inilah proses turunnya hujan. Urutkanlah bagaimana proses turunnya hujan. Jika tidak bisa kalian minta bantuan orang tua ya :

  • uap air terkumpul di udara dalam bentuk air.
  • awan yang penuh dengan uap air tertiup angin ke daratan, lalu uap air jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.
  • air akan berusaha kembali ke laut, sebagian terserap di tanah, akar pohon dan dataran rendah lain di bumi.
  • panas matahari membuat air laut/danau menguap.

Doa : “Tuhan, terima kasih atas air yang melimpah sehingga tanaman dan hewan peliharaanku dapat tetap hidup, Amin.”

 

 

 

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •