Bacaan: Matius 18:21-35
Nats: “Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” (Matius 18:22)
Firman Tuhan hari ini masih kelanjutan kemarin. Saya mau bertanya pada kalian. Untuk itu saya meminta kalian untuk berdiam sejenak. Lalu jawablah pertanyaan ini dengan jujur: apakah kalian sepanjang hari ini tidak melakukan kesalahan? Coba ingat-ingat dengan baik. Tulislah jawabanmu pada selembar kertas:
___________________________________________________
Jika kamu melakukan kesalahan, coba kalian tulis juga pada lembar kertas yang tadi:
___________________________________________________
___________________________________________________
Teman-teman, setiap orang pasti melakukan kesalahan sekecil apapun. Kesalahan bisa keluar dari kata-kata, bisa dari perbuatan dan juga bisa dari pikiran kita yang buruk pada orang lain. Tahukah kalian bahwa kita sangat sulit untuk mengendalikan perkataan, perbuatan dan pikiran kita sehingga kita mudah sekali melakukan kesalahan, oleh sebab itu kita membutuhkan pengampunan, agar hati kita lega dan gembira.
Tentang mengampuni, Yesus memberi perumpamaan dalam bacaan kita hari ini. Dikisahkan ada seorang hamba yang mempunyai hutang sebanyak 10.000 talenta kepada sang raja. Wah…berapa banyak itu ya? Yuk….kita cek di Kamus Alkitab yang ada dibagian belakang Alkitab. Carilah kata talenta. Jika sudah ketemu tulislah seperti di bawah ini :
- 1 talenta = __________ dinar
- 10.000 talenta = __________ dinar
Informasi tambahan. Setiap orang yang bekerja pada jaman Yesus mendapat upah sebesar 1 dinar. Jika hamba itu tidak bisa membayar dan harus bekerja secara gratis (tanpa bayaran) sebagai ganti hutangnya, maka kira-kira berapa lama ya sang hamba itu harus bekerja pada tuannya? Yuk…kita hitung.Jika kamu kesulitan menjawab, mintalah bantuan orang tuamu ya. Dan tulislah jawabanmu seperti di bawah ini :
__________ hari
Doaku: “Tuhan Yesus, aku mengakui bahwa aku sangat sulit mengendalikan mulutku untuk berkata-kata yang baik,. Demikian juga aku masih sangat sulit untuk berbuat yang baik serta berpikir yang postif. Ampunilah aku, Amin.“