Doa Daud Renungan Harian Anak 17 September 2019

Bacaan: 2 Samuel 15:30-37
Nats: Maka berkatalah Daud :”Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya Tuhan” (2Samuel 15:31)

Wao…raja Daud menangis. Apa nggak malu yach seorang raja yang berkuasa menangis, apalagi menangis di hadapan rakyatnya? Rupanya raja Daud sudah tidak peduli lagi. Hatinya sedang sedih. Itulah yang membuat dirinya menangis. Lalu apa yang terjadi yach sehingga raja Daud menangis?

Masih ingat cerita kemarin ya!!!! Raja Daud sedang dikejar-kejar oleh Absalom dan Absalom ingin membunuhnya. Sebagai seorang raja yang ditunjuk oleh Allah, ternyata Daud tidak bisa melindungi rakyatnya. Itulah yang membuat hatinya sedih. Tugas raja melindungi rakyat tidak bisa dijalankan dengan baik, bahkan rakyatnya ikut menderita bersama-sama dengan dia menjadi seorang pelarian karena menghindari kejaran Absalom.

Di tengah-tengah kesedihannya, raja Daud tidak kehilangan harapan. Dia tetap yakin bahwa Tuhan akan menolongnya. Makanya ia berdoa kepada Tuhan : ”Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya Tuhan” (2Samuel 15:31). Ahitofel adalah penasehatnya dan bersepakat dengan Absalom melawan raja Daud. Raja Daud berharap kiranya Tuhan menggagalkan rencana Ahitofel untuk membunuhnya. Dan raja Daud yakin Tuhan pasti akan mendengarkan doanya.

Hari ini kita belajar tentang  janganlah kehilangan harapan meskipun kita sedang bersedih seperti yang diajarkan oleh raja Daud.

Aktivitas: Susunlah kata-kata ini menjadi sebuah kalimat.

  • TIDAK
  • MENANGIS
  • AKAN
  • MATI,
  • JANGAN
  • TIDUR
  • IA
  • TAPI
  • LUKAS 8:52
  • BERKATA
  • YESUS
  • TETAPI

Doa : “Tuhan, bimbinglah aku agar tidak larut dalam kesdihan sehingga kehilangan harapan, Amin”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •