Bacaan: 2 Samuel 6:1-19
Nats: “Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim.” (2 Samuel 6:2)

Coba kalian perhatikan gambar di atas. Ini adalah gambar tabut Allah. Tabut Allah ini selalu menemani bangsa Israel ketika mereka dalam perjalanan menuju tanah perjanjian dan selama mereka berperang. Tabut Allah adalah lambang kehadiran Allah, oleh sebab itu ke manapun bangsa Israel berperang, tabut Allah ini selalu ada. Tabut Tuhan berisi Loh-Loh Batu di mana tertulis Sepuluh Perintah Allah, Tongkat Harun dan roti manna.
Daud tahu bahwa kekuatan pemerintahannya sangat bergantung pada kehadiran Allah, oleh sebab itu Daud ingin memindahkan tabut Tuhan dari Baale-Yehuda ke tempat kediamannya yang disebut dengan Kota Daud. Daud ingin Tuhan selalu dekatnya. Daud ingin dirinya selalu disertai oleh Allah.
Teman-teman, jika tabut Tuhan adalah lambang kehadiran Allah bagi bangsa Israel, lalu bagaimana lambang kehadiran Allah orang Kristen pada saat ini. Yuk….kita buka 1 Korintus 3:16 yang berbunyi:
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
Melalui 1 Korintus 3:16 tahulah kita bahwa Allah hadir dalam tubuh kita. Itu berarti
bahwa Allah tidak jauh. Allah ada di antara kita. Oleh sebab itu, kita tidak perlu kuatir lagi, sebab ke manapun kita pergi, Tuhan menyertai langkah kita.
Kalian bisa menggambar tabut perjanjian seperti diatas lalu mewarnainya.
Doaku: “Tuhan, terima kasih jika Engkau mau tinggal di dalam hatiku, Amin”.