Pengajaran dalam Hukuman Pancaran Air Hidup Junior 14 September 2022

Bahan Bacaan: Yesaya 66:1-5
Nats:… demikianlah Aku lebih menyukai memperlakukan mereka dengan sewenang-wenang dan mendatangkan kepada mereka apa yang ditakutkan mereka; oleh karena apabila Aku memanggil, tidak ada yang menjawab; apabila Aku berbicara, mereka mendengar; tetapi karena mereka melakukan yang jahat dimata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak Kukehendaki.” (Yesaya 66:4)

Ada seekor kelinci kecil bernama Mici. Mici merupakan kelinci kecil yang aktif dan ingin mencoba banyak hal. Karena permainan yang dilakukan Mici sering membahayakan dirinya, maka ibunya sering memarahi Mici. Salah satu yang pernah dilakukan oleh Mici adalah ia bermain sendirian di hutan dan mendekati sarang lebah. Ibunya yang melihat itu langsung memarahi Mici. Ketika ia dimarahi ibunya, maka bertanyalah Mici pada ibunya, “Ibu, mengapa ibu memarahi aku?” Dengan sabar ibunya menjelaskan bahwa Mici telah mengabaikan perkataan ibu untuk tidak bermain ke
tempat bahaya.

Teman-teman, seperti halnya Mici dimarahi oleh ibunya, demikian juga orang tua kita terkadang memarahi kita bahkan menghukum kita karena kita tidak mendengarkan perintahnya. Meskipun orang tua kita pernah menguhukum kita karena perbuatan kita, bukan berarti mereka tidak sayang. Justru dengan kemarahan yang mereka tunjukkan ingin memberitahu kita bahawa kita telah melakukan kesalahan dan harus diperbaiki dan tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.

Nah…sekarang. Marilah kita berjanji pada diri sendiri untuk mendengarkan nasihat orang tua. Tulislah komitmenmu itu pada selembar kertas.

Komitmenku: …

Doaku:Ya Tuhan, maafkan aku jika aku masih suka ngeyel dan jengkel ketika dimarahi dan diberi hukuman dari orang tua dan guruku, Amin.”

 

Bagikan Entri Ini: