Bullying? No! Renungan Harian Anak 10 Agustus 2020

Bacaan Alkitab: Daniel 2 : 1-6
Nats: “Tetapi raja menjawab para Kasdim itu: “Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kami tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumahmu-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing” (Daniel 2:5)

Teman-teman, tahukah kalian apa itu artinya bullying? Yuk…kita buka Kamus Bahasa Inggris. Menurut kamus Bahasa Inggris, bullying berarti menggertak, mengganggu. Contohnya:  kalau tidak mau membelikan jajan, tidak akan ditemani, kalau tidak memberi contekan, akan dipukuli. Siapapun bisa menjadi pelaku bullying. Biasanya orang yang melakukan bullying adalah seseorang yang merasa lebih  berkuasa dibanding korban karena merasa badannya lebih besar, lebih pandai dan lebih kaya.

Nebukadnezar adalah contoh raja dari Babel yang melakukan bullying pada para Kasdim dengan cara ia memaksa mereka untuk menerjemahkan mimpinya. Jika mereka tidak bisa mengartikan mimpinya, maka dipastikan  penderitaan akan menimpa mereka. Ia tidak peduli dengan penderitaan orang yang tindasnya

Nah, teman-teman berhati-hatilah. Sebab biasanya jika kita mulai merasa menjadi orang yang “lebih” misalnya lebih cantik, kaya, terkenal dan baik dibanding yang lain, kita berpotensi menjadi pelaku yang menindas teman kita. Mari membiasakan menyayangi siapapun disekitar kita, meskipun berbeda latar belakang.

Aktivitas:  Apakah kamu pernah menjumpai teman yang dibully oleh teman-temanmu. Bisakah kamu menceritakan apa yang menyebabkan ia dibully oleh temannya dan apa yang kamu lakukan untuk menolongnya?

Doa: “Tuhan, pimpin saya untuk tidak bersikap sewenang-wenang kepada sesama, ajarlah kami menyayangi seperti Engkau menyayangiku, Amin.”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •