Diyakinkan Untuk Diutus Bersaksi Khotbah Minggu 8 April 2018

Paskah 2
Stola Putih

 

 

Bacaan 1             : Kis Ras      4 : 32 – 35
Bacaan 2             : I Johanes  1 : 1 – 10
Bacaan 3             : Yohanes 20 : 19 – 31

Tema liturgis      : Kristus bangkit, Percaya dan Bersaksilah…!
Tema khotbah   : Diyakinkan untuk diutus bersaksi

 

KETERANGAN BACAAN
(Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah)

Kisah Rasul 4 : 32 – 35
Para Rasul yang telah yakin akan kebenaran kebangkitan Kristus, mereka dengan kuasa yang besar bersaksi  tentang kebangkitan Kristus dan kesaksian itu juga diwujudkan dalam bentuk perbuatan nyata, mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah, baik secara kasat rasa, mereka hidup sehati dan sejiwa; maupun secara kasat mata, diantara mereka tidak ada yang kekurangan; karena segala sesuatu yang dimiliki menjadi milik mereka bersama. Semua orang yang mempunyai tanah atau rumah dijualnya dan hasil penjualannya diletakan di depan kaki rasul-rasul, lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. Dan dengan ini Jemaat disukai semua orang dan tiap-tiap hari ditambahkan oleh Tuhan jumlah mereka dengan orang-orang yang percaya kepadaNya.

 

I Yohanes 1 : 1 – 10
Apa yang dituliskan oleh Yohanes dalam suratnya ini, segala sesuatu yang telah ia dengar, telah ia lihat, telah ia saksikan, telah ia raba tentang Firman yang hidup (Yesus Kristus – Sang Firman yang telah menjadi manusia), dengan tujuan supaya kita mendapatkan persekutuan dengan Bapa dan dengan AnakNya Yesus Kristus, sehingga sukacita kita menjadi sempurna.

Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Kita yang telah dipersekutukan dengan Dia harus hidup di dalam terang, sama seperti Dia ada di dalam terang; sehingga kita beroleh persekutuan satu dengan yang lain dan darah Yesus Anak-Nya itu menyucikan kita dari pada segala dosa. Jika kita masih hidup di dalam kegelapan dan berkata bahwa kita tidak berdosa,tidak ada berbuat dosa;  kita berdusta dan membuat Dia menjadi pendusta, kita menipu diri kita sendiri dan tidak melakukan kebenaran serta kebenaran dan FirmanNya  tidak ada di dalam kita.

Sebaliknya jika kita mengakui segala dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

 

Yohanes 20 : 19 – 31
Perikop ini menyingkapkan realita kebangkitan Kristus kepada para murid yang berkumpul yang masih dalam genggaman ketakutan. Yesus menampakkan diri dan berfirman : Damai sejahtera bagi kamu dan ini dikatakan sampai dua kali, menunjukkan kesungguhan dari ucapan ini, yang menyatakan pemberian damai dari Tuhan sendiri. Tidak dapat disangkal siapa Dia, karena Dia menunjukkan tanda-tanda penyaliban (lambungNya dan tanganNya),seraya memberikan tugas untuk bersaksi: sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.

Ketidakpercayaan Tomas dan bagaimana ia selanjutnya beriman, menerangkan tujuan utama dari Injil, yaitu menuntun kepada iman dalam Yesus sebagai Anak Allah. Dan ini terbukti dari simpati Tuhan Yesus terhadap perasaan was-was Tomas. Yesus kembali datang menampakkan diri kepada murid-muridNya bersama dengan Tomas, dengan salam yang sama : Damai sejahtera bagi kamu. Kemudian Yesus meyakinkan Tomas (ayat 27) dan Tomas menjawab Dia : “Ya Tuhanku dan Allahku” Ini menunjukkan taraf tertinggi dari sebuah iman kepercayaan. Pemikiran yang luhur mengenai fitrah illahi dari Yesus dan merupakan kesimpulan yang tepat bagi laporan Yohanes mengenai jalan kepercayaan.

Yesus menjawab (ayat 29)…berbahagilah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Perkataan Yesus ini adalah bagi mereka yang kepercayaannya didasarkan atas pemberitaan orang lain. Kepercayaan seperti ini lebih mulia dari kepercayaan Tomas. Ini adalah kepercayaan yang telah mendukung gereja Kristen sampai saat ini. Kepercayaan yang benar selalu harus terlepas dari penglihatan.

 

BENANG MERAH TIGA BACAAN
Tuhan Yesus selalu berusaha untuk meyakinkan para pengikutNya tentang kenyataan kebangkitanNya dari antara orang mati, apalagi kepada yang masih ragu-ragu dan bimbang serta tidak percaya. Semua ini dilakukan supaya para pengikutnya mendapatkan pesekutuan denganNya, memiliki hubungan yang erat dan kepatuhan yang kuat denganNya, yang diwujudkan salah satunya dalam bentuk persektuan dengan sesama orang percaya, hidup dalam terang. Sehingga kehidupan orang percaya menjadi alat untuk bersaksi yang dipenuhi wibawa illahi

 

RANCANGAN KHOTBAH : Bahasa Indonesia
(Ini hanya sebuah rancangan… bisa dikembangkan sendiri sesuai konteks jemaat)

Pendahuluan
Seorang utusan harus memiliki keyakinan yang benar dan sungguh-sungguh tentang siapa dan apa yang harus disaksikan. Sebab kalau tidak tahu benar dan tidak yakin dengan sungguh-sungguh akan siapa dan apa yang harus disaksikan, maka kesaksiannya bisa tidak jelas, tidak benar dan diragukan kebenarannya serta tidak mempunyai pengaruh yang positif, tidak memiliki wibawa sama sekali bagi yang mendengarnya.

Sepanjang sejarah Alkitab menunjukkan dengan jelas, bahwa setiap utusan Tuhan, untuk menyaksikan siapa Yesus dan apa yang dilakukanNya pasti terlebih dahulu diyakinkan akan siapa Yesus dan karyaNya di dunia ini, serta harus memiliki hubungan yang erat dan kepatuhan yang kuat dengan yang memngutusnya.

Di pihak lain, ternyata Alkitab juga memberikan kesaksian, yang namanya bersaksi tidak hanya dengan perkataan tetapi terlebih dengan perbuatan nyata.

Isi
Ketika para murid berada dalam ketakutan dan keragu-ruguan akan realita kebangkitan Kristus, Yesus berkenan hadir di tengah-tengah mereka dan bersabda : Damai sejahtera bagimu yang dapat diartikan kiranya Tuhan memberikan segala hal yang baik; kemudian Yesus meyakinkan mereka bahwa Ia benar-benar telah bangkit, dengan menunjukkan tangan dan lambungNya serta memberikan amanat yang tidak pernah boleh dilupan oleh gerejaNya.

  1. Dia mengatakan bahwa sama seperti Allah mengutus Dia, demikianlah Dia mengutus mereka. Ini berarti tiga hal :
    1. Ini berarti bahwa Yesus Kristus membutuhkan gereja. Yesus telah datang dengan berita untuk semua manusia dan bagaimana Dia kembali kepada Bapa-Nya. Berita ini tidak bisa disampaikan kepada semua manusia, kecuali jika gereja mau mengerjakannya. Gereja hendak dijadikan mulut untuk berbicara bagi Yesus, kaki untuk berjalan mengerjakan pesan-pesanNya, tangan untuk mengerjakan pekerjaanNya.
    2. Ini berarti bahwa Gereja membutuhkan Yesus. Seseorang yang diutus membutuhkan orang yang mengutusnya; ia membutuhkan pesan yang dibawa; ia membutuhkan kuasa dan wewenang untuk mendukung pesan yang ia bawa; ia membutuhkan seorang kepada siapa ia bisa datang bila ia ragu-ragu atau menemui kesulitan. Tanpa Yesus Gereja tidak mepunyai pesan apa-apa, Gereja tidak mempunyai kuasa dan wibawa, tidak mempunyai orang kepada siapa Gereja bisa datang bila menemui kesulitan; tanpa Yesus, Gereja tidak mempunyai sesuatu untuk menerangi akalnya, untuk menguatkan tangannya, dan untuk membesarkan hatinya.
    3. Pengutusan Gereja oleh Yesus paralel dengan pengutusan oleh Allah. Yesus bisa menjadi utusan Allah hanya oleh karena Dia memberikan kepada Allah kepatuhan dan kasih yang sempurna. Ini berarti Gereja bisa menjadi utusan dan alat Kristus hanya jika Gereja mengasihi dan mematuhi Dia dengan sempurnan. Gereja jangan sekali-kali mempropagandakan beritanya sendiri. Gereja jangan sekali-kali mengikuti kebijakan buatan manusia, tetapi harus mengikuti kehendak Kristus. Gereja akan gagal bila mencoba memecahkan persoalannya dengan hikmat dan kekuatan diri sendiri, dan tidak mau memperhatikan kehendak dan pimpinan Kristus.
  2. Yesus menghembusi murid-muridNya dan memberi kepada mereka Roh Kudus. Mengingatkan kita pada peristiwa penciptaan di Kej 2:7 dan gambaran seperti dilihat Yehezkiel di Yeh 37:9. Kedatanagn Roh Kudus seperti lahirnya kehidupan baru dari kematian. Bila Roh Kudus itu datang kepada gereja, maka Gereja itu diciptakan kembali untuk melaksanakan tugas pengutusannya untuk bersaksi, baik secara lesan maupun dalam perbuatan nyata, hidup dalam persekutuan, mau berbagi satu dengan yang lain (cf Bacaan ke 1), dengan demikian jemaat disukai semua orang, dan tiap tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kis Ras 2:47)
  3. Yesus berkata kepada murid-muridNya : Jikalu kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada. Kalimat ini tidak berarti bahwa kuasa untuk mengampuni dosa pernah dipercayakan kepada seseorang atau orang-orang, sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengampuni dosa orang; kalimat ini hanya berarti bahwa kuasa untuk memberitakan pengampunan yang memang dipercayakan kepada mereka; bersamaan dengan itu juga kuasa untuk memperingatkan bahwa pengampunan tidak akan diberikan kepada orang yang tidak mau bertobat. Dan inilah tugas panggilan gereja, menyampaikan berita pengampunan kepada orang yang bertobat dalam hatinya, supaya mereka hidup dalam terang dan untuk memperingatkan orang yang tidak mau bertobat, yang suka hidup dalam kegelapan, bahwa mereka kehilangan kemurahan Allah (cf bacaan ke 2)
  4. Yesus meyakinkan orang yang ragu-ragu terhadap Dia, terutama realita kebangkitanNya. Dengan rasa simpati yang sangat dalam Dia meyakinkan Tomas, yang akhirnya Tomas memiliki keyakinan dan iman yang luar biasa. Tomas lambat untuk yakin dan lambat untuk menyerah, tetapi sekali ia sudah menyerah, maka ia menyerah sepenuhnya. Iman tidak pernah merupakan hal yang mudah baginya. Ia tidak gampang menjadi taat. Dia harus mendapat kepastian; dia adalah orang yang harus menghitung harganya lebih dulu. Akan tetapi sekali ia sudah mendapat kepastian, dan sekali ia telah menghitung harganya, dia adalah orang yang menjalani jalan iman dan kepatuhan sampai batas akhir. Iman Tomas adalah lebih baik dari pengakuan tanpa pikir; dan kepatuhannya adalah lebih baik daripada lebih mudah menyetujui untuk melakukan sesuatu tanpa menghitung harganya dan kemudian mundur dari persetujuan itu. Tomas diyakinkan oleh Yesus untuk diutus bersaksi tentang imannya kepada Yesus.

Penutup

Bagi kita yang telah yakin akan realita kebangkitan Kristus, keyakinan kita itu tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk orang lain, oleh karena itu kita harus selalu ingat tugas panggilan kita untuk bersaksi tentang siapa dan apa karya Yesus bagi dunia ini. Yesus membutuhkan kita, sebagai rekan kerjaNya; kita membutuhkan Yesus sebagai pribadi yang menguatkan dan meneguhkan kita tatkala kita lemah dan putus asa dalam menjalankan tugas pengutusanNya. Dia yang akan terus menyertai kita dengan Roh KudusNya.

Salah satu hal yang perlu kita ingat adalah, bahwa pengutusan kita parallel denganpengutusan Yesus oleh Allah. Oleh karena itu yang diperlukan dalam menjalankan pengutusannya adalah kasih dan kepatuhan kita secara sempurna kepada Yesus. Amin (SS)

 

Nyanyian: KJ. 429 : 1, 3

RANCANGAN KHOTBAH : Basa Jawi

Pambuka
Tiyang ingkang dipun utus dados utusan kedah nggadahi keyakinan ingkang leres gegayutan kaliyan sinten lan menapa ingkang kedah dipun wedaraken ing paseksinipun. Awit menawi boten mangertos saestu lan boten yakin sinten lan menapa ingkang kedah dipun wedaraken ing paseksinipun, paseksinipun mesthi boten jelas , boten leres lan boten nggadahi pengaruh ingkang sae, lan babar pisan boten nggadahi kawibawan.

Kitab Suci kita paring paseksi kanthi cetha bilih saben tiyang ingkang dipun utus dados utusanipun, supados atur paseksi sinten Gusti Yesus lan menapa ingkang dados pakaryanipun, mesthi langkung rumiyin dipun yakinaken sinten Gusti Yesus lan menapa pakaryanipun ing jagad menika, sarta kedah nggadadhi sesambetan ingkang raket lan kesetyan ingkang kiyat kaliyan ingkang ngutus.

Ing sisih sanes, pranyata Kitab Suci ugi atur paseksi bilih ingkang kawastanan paseksi menika boten namung srana tembung lan pocapan ananging ugi  lumantar pandamel ingkang nyata.

Isi
Nalika para murid kalimputan raos ajrih lan rangu-rangu gegayutan kaliyan wungunipun Gusti Yesus, Gusti Yesus kepareng rawuh ing satengahing para murid lan dawuh : Tentrem rahayu anaa ing kowe kabeh.Tembung tentrem rahayu saget nggadahi teges mugi Gusti maringi sedaya bab ingkang sae; lajeng Gusti Yesus ngantepaken kapitadosanipun para murid bilih Panjenenganipun estu-estu sampun wungu, kanthi nedahaken asta lan lambungipun sarta maringi dawuh timbalan(amanat) ingkang kedah tansah dipun enget-enget dening gerjanipun.

  1. Panjengenipun paring dawuh: ”Kaya anggonKu kautus dening Sang Rama, kowe saiki iya padha Dakkongkon”. Dawuh menika ngemu teges tigang prakawis :
    1. Menika ateges Gusti Yesus mbetahaken Gereja. Gusti Yesus sampun rawuh kanthi pawartos kangge sedaya manungsa lan kadospundi Panjenenganipun kondur dateng Ramanipun ingkang wonten swarga. Pawartos menika boten saget kawartosaken dateng sedaya manungsa, anjawi menawi gereja purun nindakaken/martosaken. Gereja bade kadadosaken tutuk kangge rembagan kagem Gusti Yersus, suku kangge lumampah nindakaken sedaya pitungkasipun Gusti, asta kangge nindakaken pakaryanipun.
    2. Menika ateges Gereja betahaken Gusti Yesus. Tiyang ingkang dipun utus betahaken tiyang ingkang ngutus; piyambakipun betahaken pawartos ingkang kaasta lan pangwasa tuwin kawibawan kangge ngiyataken pawartos ingkang dipun asta; piyambakipun betahaken tiyang ingkang dados papaning sesambat menawi piyambakipun mangu-mangu utawi manggihi pakewet. Tanpa Gusti Yesus gereja boten nggadahi pawartos/pesan menapa-menapa, gereja boten nggadahi pangwasa lan kawibawan, boten nggadahi tiyang dateng sinten greja saget dateng lan sambat menawi manggihi pakewet; tanpa Gusti Yesus gereja boten nggadahi sesuatu kangge madangi akalipun, kangge ngiyataken astanipun, lan kangge ngagengaken manahipun.
    3. Dawuh timbalanipun(pengutusan) gereja dening Gusti Yesus parallel kaliyan dawuh timbalanipun Gusti Allah. Gusti Yesus saget dados utusanipun Gusti Allah namung karana Panjenenganipun nedahaken kasetyan lan katresnanipun ingkang sampurna. Menika ateges gereja saget dados utusan lan pirantosipun Sang Kristus, menawi Gereja nandukaken katresnan lan kasetyan ingkang sampurna dateng Gsuti Yesus. Gereja sampun ngantos pisan-pisan martosaken pawartosipun piyambak. Gereja sampun ngantos pisan-pisan numuti kawicaksanan damelanipun manungsa, ananging kedah tansah nindakaken kersanipun Sang Kristus. Gereja boten bade kasil nindakaken dawuh tibalanipun Gusti menawi gereja kepengin ngrampungaken sedaya pakewet kanthi kawicaksanan lan kasagetanipun piyambak, tanpa maelu dateng karsa lan pangrehipun Sang Kristus.
  2. Gusti Yesus damoni para muridipun lan maringi Roh Suci. Bab menika ngengetaken kita dateng kedadosan anggenipun Gusti Allah nitahaken manungsa (Pur Dum 2:7) lan gegambaran kados ingkang dipun pirsani dening Yeheskiel (Yeh 37:9). Tumurunipun Roh Suci kados lahiripun pigesangan enggal saking pejah. Menawi Roh Suci tumurun dateng gereja, gereja menika kacipta malih kangge nindakaken dawuh timbalanipun atur paseksi, menapa menika kanthi tembung utawi tumindak nyata, salebeting gesang tetunggilan, kanthi tansah sumadiya nggatosaken dateng sesaminipun ( waosan 1), kanthi mekaten pasamuwan dipun remeni dening tiyang sabangsa sadaya, sarta saben dinten cacahipun dipun tambahi dening Gusti tiyang ingkang kapitulungan rahayu (Para Rasul 2: 47)
  3. Gusti Yesus paring dawuh dateng para muridipun :”Menawa kowe padha ngapura dosane wong, iku dosane diapura, lan menawa kowe padha netepake dosane, iku dosane ditetapke.” Menika boten ateges bilih pangwasa kangge ngapunten dosa nate dipun pitadosaken dateng tiyang utawi tiyang-tiyang, awit boten wonten satunggal tiyang kemawon ongkang saget ngapunten dosanipun tiyang. Ukara menika namung nggadahi teges bilih pangwasa martosaken pangapuntening dosa dipun pitadosaken dateng para murid; sesarenagn kaliyan menika ugi pangwasa ngengetaken bilih pangapuntening dosa boten bade kaparingaken dateng tiyang ingkang boten purun mratobat. Menika timbalanipun Gereja, martosaken pawartos pangapuntening dosa dateng tiyang ingkang purun mratobat, supados sami gesang wonten ing pepadang lan atur pepenget dateng tiyang ingkang boten purun mratobat, ingkang remen gesang wonten ing pepeteng, bilih tiyang-tiyang menika bade kecalan sih rahmatipun Allah(waosan 2)
  4. Gusti Yesus kepareng mantepaken imanipun tiyang-tiyang ingkang taksih mangu-mangu,mligenipun gegayutan kaliyan bab wungunipun. Kanthi kebak raos katresnan, Panjenenganipun kepareng mantepaken iman kapitadosanipun Tomas, wusananipun Tomas nggadahi iman lan kapitadosan ingkang estu ngedab-edabi. Pancen Tomas randat anggenipun pitados lan ugi randat anggenipun pasrah, ananging sesampunipun piyambakipun pasrah sumarah dateng Gustinipun, pasrah sawetah lahir lan batos. Tomas boten gampil pitados lan ugi boten gampil pasrah sumarah mekaten kemawon, piyambakipun kedah angsal kepastian langkung rumiyin, sesampunipun piyambakipun angsal kepastian, piyambakipun tiyang ingkang nglampahi iman kapitadosanipun lan kasetyanipun dateng Gusti ngantos puputing gesangipun. Iman kapitadosanipun Tomas langkung sae katimbang pangaken kapitadosan tanpa pikir; lan kasetyanipun langkung sae tinimbang gampil ngucap setya, ananging lajeng mundur ing satengahing lampah. Tomas dipun mantepaken imanipun dateng Gusti, kautus atur paseksi bab imanipun dateng ngasanes.

Panutup

Menggahing kula lan Panjenengan sami ingkang sampun pitados bilih Gusti Yesus saestu wungu saking antawisipun tiyang pejah, pangaken kapitadosan kita ingkang mekaten menika boten namung kangge diri kita pribadi ananging ugi kangge tiyang sanes. Pramila kita kedah tansah enget timbalan kita sami, kedah atur paseksi dateng sok sintena bab sinten lan menapa ingkang dados pakaryanipun Gusti Yesus ing jagad menika. Gusti Yesus betahaken kita minangka rencang damelipun, kita betahaken Gusti Yesus ingkang ngiyataken kita nalika kita kraos semplah lan lesah ing salebeting nindakaken dawuh timbalanipun atur paseksi. Panjenenganipun ingkang bade terus nunggil kaliyan kita srana Sang Roh Suci.

Kita kedah tansah enget bilih pengutusan kita menika paralel kaliyan pengutusanipun Yesus Kristus dening Gusti Allah. Pramila menika ingkang kita betahaken ing salebeting nindakaken pengutusanipun, katresnan lan kasetyan kita ingkang sampurna dateng Gusti Yesus. Amin. (SS)

 

Pamuji: KPK. 171 : 1 – 3

 

Bagikan Entri Ini: