Bersyukur Dengan Siap Menjadi UtusanNya Khotbah Minggu 27 Mei 2018

Minggu Tritunggal Kudus
Stola Putih

 

Bacaan 1         : Yesaya 6:1-8
Bacaan 2         : Roma 8:12-17
Bacaan 3         : Yohanes 3:1-17

Tema Liturgis  : Merayakan Hidup dengan Bersyukur
Tema Khotbah: Bersyukur dengan siap menjadi utusanNya

 

KETERANGAN BACAAN
(Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah)

Yesaya 6:1-8

Proses pemanggilan Yesaya…dari orang yang berdosa (ayat 4). Ini menunjukkan bahwa bila Tuhan sudah memanggil, tentu kita pun harus siap. Bukan dengan berbagai alasan yang seperti halnya merasa tidak layak karena berdosa. Karena tentu Allah akan memperlengkapi utusanNya.

Allah mengampuni dosanya (ayat 6,7) sebagai bagian dari Allah tidak akan membiarkan utusanNya. Setelah semua yang dilakukan Allah, maka Yesaya siap untuk diutus Tuhan (ayat 8).

Roma 8:12-17

Dalam sura Roma ini Paulus mengajak mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, maka kita akan hidup. Hidup dalam bimbingan Roh kudus, tidak mengutamakan kedagingan (ayat 15). Meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Dan ini semua kita lakukan bersama dengan Roh kudus membebaskan kita dari perbudakan.

Karena Roh Kudus itu kita menjadi saksi dan disebut anak-anak Allah (ayat 16), dengan demikian Anak Allah berhak menerima janji-janji Allah (ayat 17). Janji itu berupa keselamatan dan hidup yang kekal bersama dengan Tuhan.

Yohanes 3:1-17

Dalam kesasian Yohanes kita harus dilahirkan kembali dari air dan roh tidak bisa masuk ke dalam kerajaan Allah (ayat 5). Ini berarti bahwa tidak semua orang percaya akan diselamatkan atau masuk kerajaan Allah. Maka jika kita ingin selamat, kita harus dilahirkan kembali.

Orang yang percaya kepadaNya memperoleh hidup yang kekal (ayat 16). Sebagai orang yang beriman kita harus mengimani bahwa kitapun akan mendapatkan kehidupan yang kekal. Misi Tuhan untuk menyelamatkan bukan untuk menghukum, kita memilih yang mana?

BENANG MERAH TIGA BACAAN

Kita sebagai orang yang pecaya mengimani akan pengampunan dosa yang kita terima dari Tuhan Yesus. Maka kita pun siap menjadi utusan Tuhan, kita lakukan dengan meninggalkan kedagingan dan hidup dalam bimbangan Roh Kudus. Dengan begitu kita dilahirkan kembali dan mengimani akan memasuki kerajaan Allah bersama-sama Yesus Kristus Tuhan kita yang datang menyelamatkan kita bukan menghukum.

 

RANCANGAN KHOTBAH: Bahasa Indonesia
(Ini hanya sebuah rancangan; bisa dikembangkan sesuai konteks jemaat)

Pendahuluan

Ada sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa rumput tetangga memang kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Pandangan mata yang sering kali mengelabuhi, jika kita tidak sadar dan jeli melihat fenomena yang ada. Karena yang kelihatan belum tentu menujukkan kebenaran kenyataan, namun terkadang hanya karena salah fokus dalam memandang saja. Sehingga ada contoh seorang suami yang lari dengan istri tentangganya karena godaan akibat salah fokus pandangan tadi. Dia melupakan istri yang setia menemaninya sejak belum mempunyai apa-apa, sampai mempunyai segalanya. Yang bahkan oleh orang banyak dilihat bahwa istri tetangga yang dibawa lari tidak lebih baik dari istrinya yang ditinggalkan. Inilah contoh kehidupan yang tidak bisa bersyukur dalam kehidupannya dan salah fokus memandang kehidupan.

Isi

Salah satu tugas kita orang percaya adalah untuk  bersaksi dan menjadi utusanNya. Belajar dari kitab Yesaya, bagaimana proses pemanggilan Yesaya untuk menjadi utusanNya, dipanggil dari orang yang berdosa, dihapuskan segala kesalahannya, maka Yesaya siap untuk menjadi utusanNya. Dari orang yang berdosa diangkat penjadi utusan Tuhan tentu sebuah peristiwa hidup yang luar biasa bagi Yesaya, sehingga ucapan syukur selalu diberikan kepada Tuhan Allah yang menyelamatkannya. Bagaimana dengan kita? Yang diselamatkan oleh Yesus Kristus dalam hidup kita? Yang dihapuskan segala pelanggaran dan kesalahan kita? Sudahkah kita bersyukur dan siap menjadi utusan Tuhan??? Atau jangan-jangan kita hanya disibukkan dengan kesibukan untuk pemenuhan hidup kita sehari-hari dan lupa mengucap syukur??? Sebuah permenungan yang patut kita lakukan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana kita harus bersyukur itu? Sedangkan kehidupan kita dari hari ke hari tidak juga menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik? Ada dua hal yang membuat kita tidak bisa bersyukur, pertama : kita sering memfokuskan pada apa yang kita inginkan bukan apa yang kita miliki. Katakanlah kita telah mempunyai pekerjaan tetap, kendaraan, istri atau suami. Tetapi sering kali kita masih merasa kekurangan. Pikiran kita hanya dipenuhi target dan keinginan. Kita terobsesi dengan rumah yang besar, kendaraan yang mewah, pekerjaan yang mendatangkan uang banyak, dan sebagainya. Kita sering untuk tidak merasa cukup apalagi merasa kaya.

Kedua : kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Tentunya dengan orang lain yang lebih baik dari kita sendiri. Misalnya tetangga rumah punya sepeda motor baru, maka kita berusaha membeli motor baru yang lebih baik dari yang dipunya tetangga, dan sebagainya. Bagaimana kita seharusnya bisa mengucap syukur kepada Tuhan???? Ucapan syukur atas keselamatan yang kita terima dari Tuhan adalah dengan menjadi saksi dan utusan Tuhan dalam hidup kita. Kita lakukan dengan mematikan perbuatan-perbuatan tubuh yang kedagingan. Artinya meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik dalam kehidupan kita sehari-hari yang bisa menjadi kesaksian hidup kita. Tentu itu tidak gampang begitu saja kita lakukan, hanya dengan kemauan kita untuk diubah bersama Roh Kudus yang membebaskan kita dari perbudakan kedagingan. Dengan begitu bisa menjadi anak-anak Allah yang menerima janji-janji penggenapan Tuhan dalam hidup kita.

Dalam bahasa Injil Yohanes, kita perlu lahir kembali dari air dan roh untuk bisa masuk kerajaan Allah. Ini berarti tidak semua orang yang percaya pada Tuhan Yesus akan diselamatkan, kecuali mereka dilahirkan kembali. Bagaimana yang dimaksudkan dengan lahir kembali itu? Lahir kembali artinya bahwa orang kristen harus selalu melakukan pembaharuan terus dalam hidupnya untuk mengikut Tuhan Yesus. Meninggalkan manusia yang lama dan menjadi manusia yang baru. Ini tidak gampang kita lakukan karena godaan setan yang kuat dan keingininan kedagingan yang lebih enak, menantang hidup kita sebagai orang percaya. Namun ketika kita percaya, dan berusaha selalu lahir kembali dalam pembaharuan bersama dengan Tuhan Yesus, maka kita akan memperoleh kehidupan yangg kekal. Kita percaya mempunyai Tuhan yang datang bukan untuk menghukum, namun yang datang ke dunia untuk menyelamatkan umatNya.

Penutup

Sebagai orang yang pecaya, kita mengimani akan pengampunan dosa yang kita terima dari Tuhan Yesus. Maka kita pun siap menjadi utusan Tuhan, sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan, kita lakukan dengan meninggalkan kedagingan dan hidup dalam bimbangan Roh Kudus. Dengan begitu kita dilahirkan kembali dan mengimani akan memasuki kerajaan Allah bersama-sama Yesus Kristus Tuhan kita yang datang menyelamatkan kita bukan menghukum.

Fokus pada apa yang kita miliki dan bersyukur serta siap menjadi utusan Tuhan dalam keadaan apapun juga. Tuhan menguatkan dan memberkati kita semua.

 

Nyanyian: KJ. 422:1,2

— 

RANCANGAN KHOTBAH: Basa Jawi

Pembuka

Wonten paribasan ingkang mekaten bilih rumput tetangga memang kelihatan lebih hijau daripada rumput pekarangan sendiri. Paribasan menika nedahaken bilih paningal menika asring boten sami kalihan kasunyatan (ngapusi). Pramila kita kedah tliti ningali samukawis perkawis ing pegesangan menika. Awit ingkang ketingal ing paningal kita menika dereng mesti sami kaliyan kasunyatanipun, ingkang asring kelampahan amargi salah fokus ingkang kita tingali mawon. Wonten cariyos salah satungaling tiyang jaler ingkang sampun gadah semah, nanging tiyang menika nilaraken semahipun mlajeng kaliyan wanita tangginipun. Tiyang jaler menika supe dateng semahipun ingkang sampun ngrencangi gesangipun, wiwit dereng gadah menapa-napa ngantos sampun gadah sedayanipun. Padahal menawi dipun tingali dening tiyang sanes, tiyang setri ingkang dipun mbeta mlajeng menika langkung awon menawi dipun bandingaken kaliyan semahipun. Menika patuladhan ingkang mboten sae lan nedahaken tiyang ingkang mboten saged saos syukur kaliyan menapa ingkang sampun dipun paringi Gusti ing gesangipun. Artose tiyang menika salah fokus paningalipun.

Isi

Salah satunggaling kajibahan tiyang pitados inggih menika dados saksi lan utusanipun Gusti. Nyinau saking kitab Yesaya, kados pundi proses Yesaya dipun timbali dening Gusti supados dados utusanipun, dipun timbali saking tiyang ingkang dosa, dipun lebur dosanipun dening Gusti, pramila Yesaya sampun cemawis lan cumadang dados abdi sarta utusanipun Gusti. Saking tiyang dosa lajeng dipun dadosaken utusanipun Gusti menika prastawa gesang ingkang adi sanget kagem Yesaya, pramila Yesaya tansah saos syukur wonten ngarsanipun Gusti Allah ingkang sampun paring keslametan. Kados pundi kaliyan kita sedaya? Kita ingkang sampun dipun luwari saking dosa dening Gusti Yesus wonten gesang kita? Ingkang mboten dipun etang malih sepinten agengipun dosa lan kalepatan kita dateng Gusti Allah? Menapa sampun kita tansah saos syukur dumateng Gusti awit sedaya ingang sampun Gusti tindaken dateng kita sedaya lan ugi tansah cumadang bilih Gusti dadosaken kita utusanipun? Utawi aja-aja kita namung repot kaliyan ngupadi menapa ingkang saged nyekapi kabetahan kita saben dinten kemawon lan kita supe saos syukur? Menika sedaya patut kita raos-rasosaken lan gatosaken ing gesang kita.

Pitakenan selajengipun inggih menika, kados pundi kita kedah saos syukur? Awit pigesangan kita ing saben dinten mboten wonten kemajengan dateng gesang ingkang langkung sae? Wonten kalih perkawis ingkang dadosaken kita mboten saged saos sukur ing gesang menika, sepisan : kita asring salah fokus dateng menapa ingkang kita pingini sanes dateng menapa ingkang sampun kita gadahi. Tuladhanipun kita sampun gadahi pedamelan ingkang manetep (maton), tunggangan/kendaraan, semah ingkang setya tuhu dateng kita. Ananging kita asring rumaos kekirangan kemawon. Pikiran kita namung kebak ing target lan pepinginan. Kita terobsesi kaliyan griya ingkang ageng, mobil ingkang wah, pedamelan ingkang murugaken arta kathah, lan sapiturutipun. Kita asring mboten ngraosaken kacekapan napa malih rumaos sugih.

Kaping kalih: kita asring mbanding-bandingaken kita piyambak kaliyan tiyang sanes, tamtu tiyang ingkang linuwih tinimbang kita. Tuladhanipun tanggi gadahi sepeda montor enggal, lajeng kita ugi kepingin gadahi sepeda motor ingkang engggl lan tamtu ingkang langkung sae. Lan sanes-sanesipun. Lajeng kados pundi kedahipun kita saos syukur dumateng Gusti menika? Wujudipun saos syukur dumateng Gusti awit keslametan ingkang sampun kita tampeni saking Gusti inggih menika kaliyan nilaraken perkawis-perkawis ingkang kadagingan. Ateges nilaraken pratingkah-pratingkah ingkang mboten sae wonten pigesangan kita saben dinten lan menika saged dados paseksi kita dumateng Gusti. Tamtu sedaya menika mboten gampil kita lampahi, namung menawi kita purun kemawon sepados Gusti dadosaken kita tiyang sae (mau dirubah oleh Tuhan) sesarengan kaliyan Roh Suci ingkang ngluwari kita saking panguwaos kadagingan. Kanthi mekaten kita saged dados putra-putranipun Gusti Allah lan nampi janji-janjinipun Gusti ing gesang kita sedaya.

Wonten paseksi injil Yohanes, kita sedaya kedah lair engal malih wonten ing toya lan ugi Roh, supados kita saged lumebet ing kratoning Allah. Menika nedahaken bilih mboten sedaya tiyang pitados dumateng Gusti Yesus bade kaslametaken, kejawi tiyang menika sami kalairaken malih. Menapa tegesipun kalahiraken malih menika? Kalahiraken malih ateges bilih tiyang kristen kedah asring ngenggalaken malih kapitadosanipun terus-terusan anggenipun derek Gusti. Nilaraken manungsa ingkang lami lan dados manungsa ingkang enggal. Menika tamtu mboten gampil kita lampahi awit saking agenging panggoda saking setan lan ugi kapinginan ingkang pados gampilipun nantang dateng kita tiyang pitados menika. Ananging kita kedah tansah pitados, lan ugi nyobi kanthi saestu kalahiraken malih sesarengan kaliyan Gusti Yesus, mila kita badhe nampeni gesang langgeng. Kita pitados gadahi Gusti Allah ingkang rawuh ing donya menika badhe nylametaken umatipun sanes paring paukuman.

Panutup

Dados tiyang pitados ing gesang menika, kita kedah gondelan wonten ing kapitadosan bilih dosa kita menika sampun kalebur dening Gusti Yesus Kristus. Pramila kita ugi kedah tansah cumadang dados abdi lan utusanipun, menika wujud kita tansah saos syukur dumateng Gusti, kita nilaraken kadagingan lan gesang sesarengan kaliyan Roh Suci. Kanthi mekaten kita kalairaken malih dan ugi pitados, benjang badhe lumebet wonten ing kratonipun Allah, awit kita gadahi Gusti ingkang nylametaken, sanes paring paukuman.

Fokus dateng menapa ingkang kita gadahi lan tansah saos syukur sarta cumadang dados abdi lan utusanipun Gusti wonten ing kahanan menapa kemawon. Gusti paring kekiayatan lan mberkahi kita sedaya.

 

Pamuji: KPK. 185:2,3

 

Bagikan Entri Ini: