Minggu Biasa 8 – Bulan Keluarga – Hari Syukur Yayasan Kesehatan GKJW
Stola Hijau
Bacaan 1: Ratapan 3 : 22 – 33.
Bacaan 2: 2 Korintus 8 : 7 – 15.
Bacaan 3: Markus 5 : 21 – 43.
Tema Liturgis: Yesus Kristus Sang Pemimpin Keluarga yang Selalu Menyertai dan Memberkati.
Tema Kotbah: Iman yang Menyembuhkan.
Penjelasan Teks Bacaan
(Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah)
Ratapan 3 : 22 – 33
Yeremia ingin agar bangsa Yehuda tahu bahwa masih ada harapan. Mereka masih bisa berharap karena alasan-alasan berikut:
- Murka Tuhan hanya berlangsung untuk sesaat, tetapi kasih-Nya yang besar tidak akan pernah berakhir (ay.22). Allah tidak menolak Yehuda selaku umat perjanjian-Nya dan Dia masih mempunyai rencana bagi mereka.
- Tuhan itu baik dan pemurah kepada mereka yang menantikan Dia dalam kerendahan hati dan penyesalan (ay. 24-27).
- Tuhan ingin menunjukkan belas kasihan-Nya kepada para penderita apabila maksud-Nya dalam menghukum telah tercapai. (ay.28-33).
2 Korintus 8 : 7 – 15
Paulus mendorong jemaat Korintus untuk mendukung pelayanan jemaat di Yerusalem. Paulus memberikan contoh kondisi jemaat lain yaitu jemaat Makedonia, yang hidup menderita dan sangat miskin dalam harta, tetapi dalam hal kasih mereka sangat kaya. Mereka dapat memberikan bantuan melebihi kemampuan mereka (2 Korintus 8:1-5). Kemudian Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa mereka adalah jemaat yang kaya dalam segala sesuatu maka seharusnya juga kaya dalam berbagi kasih (2 Korintus 8:7).
Sebenarnya jemaat Korintus sudah berkomitmen untuk membantu jemaat di Yerusalem, tetapi mereka lalai (2 Korintus 8:10-11). Mengapa Paulus meminta mereka untuk melakukan pelayanan kasih? Karena :
- Harta yang kita miliki adalah karunia Tuhan.
- Memberi harus belajar dari apa yang Tuhan telah lakukan yaitu Kristus yang kaya menjadi miskin agar kita yang miskin menjadi kaya (2 Korintus 8:9)
- Memberi harus atas dorongan kasih bukan karena perintah atau paksaan (2 Korintus 8:11-12)
- Pemberian dimaksudkan supaya ada keseimbangan yaitu tidak berlebihan dan tidak kekurangan serta di antara sesama jemaat ada kerinduan untuk saling melengkapi (2 Korintus 8:13-15).
Markus 5 : 21 – 43
- Ada seseorang yang datang secara terang-terangan untuk memohon kesembuhan seorang anak yang sedang sakit. Orang ini merupakan salah seorang pejabat penting di rumah ibadat yaitu salah seorang pemimpin ibadat di Sinagoge. Orang ini bernama Yairus. Walaupun ia seorang pejabat tinggi, ia menyapa Kristus dengan sangat rendah hati dan hormat. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya, dan menghormati-Nya sebagai seorang besar walaupun dari luar Ia tidak tampak demikian. Ia memohon dengan sangat kepada Yesus bahwa dia mempunyai seorang anak perempuan yang berusia sekitar dua belas tahun. Anak kesayangan keluarganya yang sekarang hampir mati. Ia percaya bahwa jika Yesus bersedia datang dan meletakkan tangan-Nya atasnya maka anak itu akan pulih kembali lagi, bahkan dari gerbang kematian.
- Ketika Yesus dalam perjalanan menuju anak Yairus, Ia bertemu dengan seorang wanita yang sakit pendarahan. Wanita ini mengalami pendarahan selama dua belas tahun. Dia sudah pergi ke berbagai tabib terbaik yang bisa ia kunjungi dan memakai obat-obatan yang mereka berikan. Selama dia mempunyai sesuatu yang dapat diberikan kepada tabib-tabib itu, mereka membuatnya terus berharap bahwa mereka bisa menyembuhkan dia. Tetapi sekarang, setelah dia menghabiskan semua yang dimilikinya, maka kemudian mereka memvonis bahwa dia tidak bisa disembuhkan.
- Iman yang kuat dimiliki wanita itu, ia percaya bahwa kuasa Kristus bisa menyembuhkannya. Dia berkata dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (ay. 28). Dia percaya bahwa Kristus menyembuhkan, bukan sebagai seorang nabi tetapi dengan kekuatan yang berasal dari Allah karena Ia adalah anak Allah. Masalah yang dihadapi oleh wanita itu membuatnya tidak dapat menyampaikan masalah tersebut secara terang-terangan. Oleh karena itu, dia hanya bisa berharap untuk disembuhkan secara pribadi dan memang imannya sesuai dengan masalahnya itu.
- Mujizat yang terjadi dalam dirinya ketika ia menjamah jubah Tuhan Yesus. Darah yang terus mengalir kini mengering dan tiba-tiba dia merasa sekujur tubuhnya sehat walafiat seperti sedia kala sebelum menderita sakit. Imannya kepada Kristus telah menyembuhkannya.
- Yesus mengetahui bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya ketika wanita itu menjamah jubah-Nya sehingga Ia bertanya kepada murid-murid dan orang banyak yang mengikuti-Nya. Dengan takut dan gemetar wanita itu memperlihatkan dirinya kepada Yesus. Ia tersungkur di depan Yesus dan memberitahukan segala sesuatu yang telah terjadi kepada dirinya. Yesus berkata kepada wanita itu, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau” (ay.34).
Benang Merah Tiga Bacaan:
Wanita yang sakit pendarahan memiliki pengharapan untuk mendapatkan kesembuhan. Dengan pengharapan itu, ia mengimani bahwa Tuhan Yesus dapat memberikan kesembuhan itu. Ia menyentuh jubah Tuhan Yesus dan menjadi sembuh. Imannya kepada Yesus Kristus telah menyembuhkannya. Yesus sendiri juga berkata kepada wanita itu, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau” (Markus 5:34). Selain itu, melalui kesembuhan yang dialami oleh wanita ini menjadi bukti nyata bahwa Tuhan itu baik dan pemurah kepada mereka yang menantikan Dia dalam kerendahan hati dan penyesalan (Rat. 3: 24-27). Bahkan Tuhan ingin menunjukkan belas kasihan-Nya kepada perempuan itu. (bdk. Rat. 3:28-33 & 2 Kor.8-7-15).
Rancangan Khotbah: Bahasa Indonesia
(Ini hanya sebuah rancangan, silahkan dikembangkan sesuai konteks Jemaat)
Pendahuluan
Jemaat yang terkasih. Sebagai salah satu Rumah Sakit yang ada di bawah naungan Yayasan Kesehatan GKJW, Rumah Sakit Kristen Mojowarno (RSKM) memiliki motto yang tetap dipegang hingga saat ini yaitu “Pangandelmu kang mitulungi kowe” yang artinya imanmu yang menyelamatkan engkau. Motto ini tertulis dengan jelas pada salah satu patung yang ada di RSKM sehingga setiap orang yang datang bisa membacannya. Perlu diketahui bahwa pasien yang datang berobat ke RSKM sekitar 80 % adalah orang muslim. Meskipun demikian, motto yang dimiliki RSKM ini berlaku untuk semua pasien. Sebagai contoh, ada seorang pasien yang datang ke RSKM untuk berobat. Ia bukan orang Kristen tetapi begitu mengimani motto ini. Alhasil belum diperiksa oleh dokter ia sudah sembuh. Ada juga pasien yang bercerita bahwa ia sudah berobat ke sebuah RS tetapi tidak kunjung sembuh karena tidak percaya. Akan tetapi, ketika dia datang ke RSKM dan percaya sepenuhnya kepada penangganan di RSKM maka sembuh. Jika memang demikian, benarkah iman dapat menyembuhkan seseorang?
Isi
Saudara-saudara yang terkasih. Saat ini kita akan melihat bagaimana hubungan antara iman dan kesembuhan. Ketika Yesus dalam perjalanan menuju anak Yairus, Ia bertemu dengan seorang wanita yang sakit pendarahan. Wanita ini mengalami pendarahan selama dua belas tahun. Dia sudah pergi ke berbagai tabib terbaik yang bisa ia kunjungi dan memakai obat-obatan yang mereka berikan. Selama dia mempunyai sesuatu yang dapat diberikan kepada tabib-tabib itu, mereka membuatnya terus berharap bahwa mereka bisa menyembuhkan dia. Tetapi sekarang, setelah dia menghabiskan semua yang dimilikinya, maka kemudian mereka memvonis bahwa dia tidak bisa disembuhkan. Meskipun demikian wanita ini tetap memiliki pengharapan agar bisa sembuh.
Iman yang kuat dimiliki wanita itu, ia percaya bahwa kuasa Kristus bisa menyembuhkannya. Dia berkata dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh” (ay. 28). Dia percaya bahwa Kristus menyembuhkan, bukan sebagai seorang nabi tetapi dengan kekuatan yang berasal dari Allah karena Ia adalah anak Allah. Masalah yang dihadapi oleh wanita itu membuatnya tidak dapat menyampaikan masalah tersebut secara terang-terangan. Oleh karena itu, dia hanya bisa berharap untuk disembuhkan secara pribadi dan memang imannya sesuai dengan masalahnya itu. Mujizat terjadi dalam dirinya ketika ia menjamah jubah Tuhan Yesus. Darah yang terus mengalir kini mengering dan tiba-tiba dia merasa sekujur tubuhnya sehat walafiat seperti sedia kala sebelum menderita sakit. Imannya kepada Yesus telah menyembuhkannya.
Yesus mengetahui bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya ketika wanita itu menjamah jubah-Nya sehingga Ia bertanya kepada murid-murid dan orang banyak yang mengikuti-Nya. Dengan takut dan gemetar wanita itu, memperlihatkan dirinya kepada Yesus. Ia tersungkur di depan Yesus dan memberitahukan segala sesuatu yang telah terjadi kepada dirinya. Yesus berkata kepada wanita itu, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau” (ay.34).
Melalui kesembuhan yang dialami oleh wanita ini maka, kita dapat mempelajari bahwa iman kepada Yesus Kristus dapat membawa kesembuhan. Beriman bukan berarti diam karena iman tanpa perbuatan adalah mati. Iman telah mendorong wanita itu untuk menerobos kerumunan orang banyak dan para murid serta berusaha menyentuh jubah Tuhan Yesus. Padahal secara fisik ia sudah menderita pendarahan selama 12 tahun sehingga kita bisa membayangkan kondisinya yang tentu sangat mengenaskan. Tuhan itu baik dan pemurah kepada mereka yang menantikan Dia dalam kerendahan hati dan penyesalan (Rat. 3: 24-27) serta Tuhan ingin menunjukkan belas kasihan-Nya kepada perempuan itu (bdk. Rat. 3:28-33 & 2 Kor.8-7-15). Wanita itu sembuh karena imannya kepada Tuhan Yesus.
Setali tiga uang, seorang psikolog Robert Ader pada tahun 1975 menunjukkan bahwa mental dan emosional dapat mempengaruhi sistem tubuh. Kita sering mendengar bahwa ketika seseorang mengalami stres maka ia menunjukkan gejala perubahan fisik. Sama halnya ketika kita berpikir bahwa kita akan sembuh dari sebuah penyakit, maka tubuhpun akan merefleksikan apa yang berasal dari pikiran. Pikiran yang positif mendorong seseorang untuk membentuk kesejahteraan dalam jiwa. Pikiran menjadi salah satu aspek yang membuat manusia mengimani segala sesuatu terlebih kepada Tuhan sendiri.
Penutup
Saudara-saudara yang terkasih. Dalam ibadah syukur Yayasan Kesehatan GKJW ini, kita diingatkan untuk memiliki iman yang teguh di dalam Kristus agar kita mendapatkan kesembuhan. Hal ini, seiring dengan realitas saat ini bahwa ada banyak penyakit yang ada di sekitar kita seperti Covid 19, penyakit kolesterol, diabetes melitus, hipertensi, jantung, kanker dan masih banyak lagi. Bahkan mungkin ada warga jemaat kita, yang saat ini sedang mengalami kondisi sakit.
Sebagai Gereja yang utuh mari kita bersama menjadi komunitas penyembuh yang dapat saling memberikan dukungan untuk mengimani kesembuhan yang bersumber pada Yesus Kristus karena setiap orang yang sakit membutuhkan kehadiran orang lain untuk bisa mendampingi, mendukung dan menguatkan untuk terus memiliki iman. Kiranya Tuhan memampukan kita untuk melakukan semua ini. Amin. (Wee)
Nyanyian: KJ. 280 Aku Percaya
—
Rancangan Khotbah: Basa Jawi
Pambuka
Para sedherek ingkang ditresnani lan nresnani Gusti. Salah satunggiling griya sakit ingkang wonten naungan Yayasan Kesehatan GKJW, inggih punika Griya Sakit Kristen Mojowarno (RSKM) kagungan motto ingkang tansah dipun uri-uri ngantos sakmangke nggih punika “Pangandelmu kang mitulungi kowe”. Motto punika kaserat wonten ing salah satunggal patung ingkang wonten ing RSKM. Pramila saben tiyang ingkang rawuh saged maos motto kala wau. Kedah dipun mangertosi bilih para pasien ingkang mertombo dhateng RSKM antawis 80 % tiyang muslim. Senaosa mekaten, motto ingkang dipun gadahi dening RSKM punika saged kagem sedaya tiyang. Kagem tuladha, wonten pasien ingkang mertombo dhateng RSKM. Piyambakipun sanes tiyang Kristen ananging kanthi saestu anggenipun ngimani motto kala wau. Kasunyatan sakderengipun dipun priksa kaliyan dokter piyambakipun sampun saras. Wonten malih pasien ingkang rembagan bilih piyambakipun sampun mertombo wonten ing salah satunggaling griya sakit lan mboten saras awit mboten pitados. Ananging, nalika piyambakipun mertombo dateng RSKM lan pitados sawetahipun dhumateng sedaya penangganan ing RSKM kasunyatan saged saras. Menawi kados mekaten punika, punapa iman saestu saged nyarasaken manungsa?
Isi
Para sedherek ingkang ditresnani lan nresnani Gusti. Sakmangke kita badhe mirsani hubungan antawisipun kapitadosan lan kesarasan. Nalika Gusti Yesus lumampah dhateng dalemipun Yairus, Panjenenganipun pinanggih kaliyan tiyang wadon ingkang sakit nggrajag-getih. Tiyang wadon punika ngalami sakit nggajag-getih sawetawis kalih welas tahun. Piyambakipun sampun pados tombo dumateng para tabib lan ngunjuk jampi ingkang dipun paringaken. Nalika piyambakipun taksih kagungan banda ingkang saged dipun aturaken dumateng para tabib, pramila para tabib tansah ndadosaken piyambakipun kagungan pangajeng-ajeng bilih saged saras. Ananging sakmangke, nalika piyambakipun sampun mboten kagungan banda, para tabib paring keputusan bilih piyambakipun mboten saged saras. Senaosa mekaten, piyambakipun taksih kagungan pangajeng-ajeng supados saged saras.
Pangajeng-ajeng ingkang kiyat dipun gadahi dening tiyang wadon kala wau. Piyambakipun pitados bilih Gusti Yesus kuwaos paring kesarasan. Piyambakipun mungel wonten ing batosipun, “Yen aku ndemek, senadyan ta mung jubahe Panjenengane, aku bakal kawarasake” (ay. 28). Piyambakipun pitados bilih Gusti Yesus saged paring kesarasan, minangka Putranipun Gusti Allah. Perkawis ingkang dipun alami dening tiyang wadon kalawau ndadosaken piyambakipun mboten saged terang-terangan wicantenan ing ngajengipun tiyang kathah. Pramila, piyambakipun namung saged nggadahi pangajeng-ajeng sacara pribadi lan iman lantaran perkawisipun. Mukjizat saestu kelampahan wonten ing dirinipun nalika ndemek jubahipun Gusti Yesus. Rah ingkang waunipun medal sakmangke sampun mandeg lan piyambakipun rumaos bilih badanipun sampun sehat kados rumiyen. Iman kapitadosanipun dumateng Gusti Yesus ingkang sampun paring kesarasan.
Gusti Yesus pirsa bilih wonten kakiyatan ingkang medal saking diriNipun nalika tiyang wadon kalawau ndemek jubahipun pramila Panjenenganipun paring pitakonan dumateng para sakabat lan tiyang kathah ingkang nderekaken Panjenenganipun. Kalawan ajrih lan gemeter tiyang wadon kala wau lajeng ngetingalaken dirinipun dumateng Gusti Yesus. Piyambakipun dlosor ing ngajenipun Gusti Yesus lan nyariosaken sedaya perkawis ingkang sampun kelampahan ing dirinipun. Gusti Yesus ngandika dumateng tiyang wadon kala wau, “He ngger, pracayamu wus mitulungi kowe” (ay.34).
Lumantar kesarasan ingkang saweg kalampahan dening tiyang wadon kala wau, kita saged sinau sesarengan bilih iman dhumateng Gusti Yesus saged mbeto kesarasan. Nggadahi iman mboten ateges mendel amargi iman tanpa panggawe niki sejatosipun iman ingkang mati (Yak. 2:17). Iman sampun ndadosaken tiyang wadon kalawau saged nrobos tiyang kathah lan para sakhabat sarta keranta-ranta ndemek jubahipun Gusti Yesus. Kasunyatan sacara fisik, piyambakipun sampun sakit nggrajag-getih watawis kalih welas tahun tamtu kita saged mbayangaken kahananipun ingkang saestu mrihatosaken. Gusti punika sae lan loman dhumateng sedaya tiyang ingkang ngrantos Panjenenganipun kanthi andhap asor lan panelangsan (Kid. Pang. 3: 24-27) sarta Gusti saestu kepingin nedahaken kawelasannipun dhumateng tiyang wadon kala wau (bdk. Kid. Pang. 3:28-33 & 2 Kor.8-7-15). Tiyang wadon kalawau saestu saras amargi imanipun dumateng Gusti Yesus.
Gegayutan kaliyan bab punika, wonten psikolog ingkang kaparingan nami Robert Ader ing tahun 1975 nedahaken bilih mental lan emosional saged paring pengaruh dhumateng sistem raga. Kita asring mireng nalika wonten tiyang ingkang stres pramila nedahaken kahanan fisik ingkang ewah. Mekaten ugi nalika kita mikir bilih badhe saras saking salah satunggal penyakit, pramila raga badhe paring refleksi sedaya ingkang asalipun saking pikiran kalawau. Pikiran ingkang positif saged mbentuk tentreming jiwa raga. Pikiran punika dados salah satunggal aspek ingkang ndadosaken manungsa saged nggadahi iman dhumateng punapa kemawon, langkung-langkung dhumateng Gusti piyambak.
Panutup
Para sedherek ingkang ditresnani lan nresnani Gusti. Wonten ing pangibadah syukur Yayasan Kesehatan GKJW punika, kita sami dipun emutaken supados nggadahi iman ingkang kiyat wonten ing Sang Kristus supados kita nampi kesarasan. Perkawis punika gegayutan kalian kasunyatan bilih sakmangke kathah penyakit kadosdene Covid 19, kolesterol, diabetes melitus, hipertensi, jantung, kanker lan taksih kathah malih sanesipun. Mbok bilih sakmangke wonten warganing pasamuan ingkang saweg nandang sakit. Minangka greja ingkang wetah sumangga kita sami saged dados komunitas penyembuh ingkang saged sami ndukung supados tansah nggadahi iman bilih kesarasan pinangkanipun saking Gusti Yesus Kristus, awit saben tiyang sakit saestu mbetahaken kawontenanipun tiyang sanes supados saged ndampingi, ndukung lan ngiyataken. Mugi Gusti tansah mberkahi kita sami. Amin. (Wee)
Pamuji: KPJ. 133 Pracayaa lan Pasrah