Minggu Tri Tunggal Kudus | Bulan Kesaksian dan Pelayanan
Stola Putih
Bacaan 1: Amsal 8 : 1 – 4; 22 – 31
Bacaan 2: Roma 5 : 1 – 5
Bacaan 3: Yohanes 16 : 12 – 15
Tema Liturgis: Allah Memperlengkapi Kita untuk Bersaksi dan Melayani dengan Ragam Cara, Media, dan Usia
Tema Khotbah: Menyatakan Kasih Karunia Allah Tri Tunggal melalui Karya dan Kesaksian Hidup Kita
Penjelasan Teks Bacaan:
(Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah)
Amsal 8 : 1 – 4; 22 – 31
Ayat 1 – 4 menjelaskan bahwa hikmat yang berseru-seru di segala tempat dan waktu ditujukan kepada semua orang. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa Tuhan Allah senantiasa menyampaikan Sabda dan Perintah-Nya untuk kebaikan manusia. Hikmat itu tidak jauh dari manusia. Hikmat itu ada di sekitar manusia. Hikmat itu tersedia dan diberikan Allah kepada manusia. Hikmat menjadi kebutuhan bagi manusia. Mereka yang menyadari dan membutuhkan hikmat dalam hidup mereka akan berupaya untuk mendapatkannya. Bagi mereka hikmat adalah hal yang sangat berharga dalam hidup, yang tidak dapat dibandingkan dengan hal apa pun di dunia.
Ayat 22 – 31 menjelaskan bahwa Tuhan Allah menciptakan bumi dan segala isinya di dalam hikmat-Nya. Penulis Amsal ingin menegaskan bahwa hikmat mendahului semua ciptaan Allah. Amsal ingin menggambarkan bahwa hikmat seolah ciptaan Allah yang pertama (Ay. 22). Hikmat telah ada sebelum bumi dan alam semesta diciptakan oleh Allah (Ay. 23–29). Dengan hikmat-Nya, Allah menciptakan dunia ini (Ams. 3:19-20), sehingga segala sesuatu ada dalam keteraturan sesuai dengan kehendak-Nya (Ay. 27-30). Manusia pun diciptakan Allah sebagai puncak karya-Nya (ay. 31; lih. Kej. 1:26-27). Yang pada akhirnya, segala ciptaan Allah tersebut dipandang sungguh amat baik. Hikmat menjadi sumber sukacita bagi Allah Sang Pencipta maupun bagi semua mahkluk yang Ia ciptakan (Ay. 30-31). Hikmat bagaikan pondasi yang di atasnya segala sesuatu dibangun. Maka manusia harus mendengarkan nasihat hikmat karena hikmat berasal dari Allah.
Roma 5 : 1 – 5
Melalui suratnya kepada Jemaat Roma, Paulus memberikan pemahaman tentang keselamatan yang diterima oleh umat yang percaya kepada Kristus. Hidup umat percaya telah dibenarkan oleh iman di dalam Yesus Kristus. Oleh iman mereka diselamatkan, mereka diperdamaikan dengan Allah (Ay. 1). Orang yang hidup benar dihadapan Allah akan menerima anugerah Allah dan merasakan damai sejahtera-Nya. Dia tidak lagi dipandang sebagai orang yang patut menerima murka Allah atau mendapatkan penghukuman Allah, tetapi dia mendapat kasih karunia Allah. Saat dia diselamatkan, dia beroleh jalan masuk kepada kasih karunia Allah (Ay. 2). Oleh karena kasih karunia Allah inilah, umat percaya memiliki pengharapan yang pasti di dalam Kristus. Mereka akan menerima kemuliaan bersama Kristus (Ay. 2b). Dalam hal ini, menjadi pengikut Kristus berarti akan bersama Kristus dalam kemuliaan-Nya.
Paulus juga mengingatkan bahwa di masa-masa sulit sekalipun, karena ada dalam tekanan maupun ancaman pemerintah Romawi, setiap umat percaya akan selalu bersukacita (Ay. 3). Kesukacitaan yang mereka dapatkan bukanlah hal yang semu, tetapi nyata. Penderitaan yang mereka alami akan semakin menempa dan menguatkan iman percaya mereka kepada Kristus, sehingga setiap umat percaya akan dimampukan untuk bertekun, tahan uji, dan selalu berpengharapan dalam kesesakan maupun kesengsaraan. Terlebih kehadiran Roh Kudus senantiasa menjadi sumber kekuatan dan penghiburan bagi mereka yang percaya. Roh Kudus menolong mereka untuk semakin mengenal dan merasakan kasih Kristus dalam kehidupan mereka.
Mulai dari pasal 5 ini, Paulus dalam suratnya, berbicara dengan menggunakan kata “kita”. Artinya Paulus hendak menjelaskan bahwa seluruh anugerah keselamatan dan kasih karunia dari Allah, tidak hanya dirasakan atau didapatkan oleh individu atau perseorangan saja tetapi juga dirasakan dan didapatkan oleh komunitas umat percaya yang selalu hidup dalam persekutuan.
Yohanes 16 : 12 – 15
Tuhan Yesus tidak pergi begitu saja meninggalkan para murid melakukan tugas pelayanan mereka sendirian. Ia menjanjikan akan memberikan Roh Kudus kepada para murid. Roh Kuduslah yang akan menuntun, menolong, dan memperlengkapi mereka. Roh Kudus akan memberi mereka kuasa, sehingga mereka akan mampu melaksanakan tugas perutusan yang Tuhan Yesus berikan kepada mereka.
Ada tiga tugas penting yang akan dilakukan oleh Roh Kudus (Ay. 8), yaitu pertama, menginsafkan dunia akan dosa dan memanggil dunia untuk bertobat. Kedua, menyatakan kebenaran Kristus kepada setiap orang percaya. Dan ketiga, menyatakan penghakiman Kristus bagi mereka yang tidak percaya. Roh Kudus akan menolong para murid untuk membedakan hal yang benar dan yang salah. Ia akan memimpin para murid ke dalam kebenaran (Ay. 13). Ia akan menyatakan kepada para murid tentang segala perkara yang akan terjadi di masa mendatang (Ay. 13). Dan Ia akan menyatakan kemuliaan Yesus Kristus kepada mereka (Ay. 14-15).
Roh Kudus tidak diberikan kepada dunia, tetapi kepada para murid Yesus. Roh Kudus yang menyatakan kehadiran Allah juga diberikan kepada umat yang percaya pada Kristus. Kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan para murid dan umat percaya membawa dampak bagi dunia. Roh Kudus akan meneruskan kehadiran dan karya Yesus Kristus di tengah dunia. Roh Kudus akan menjadi Roh penghibur dan pendamping bagi para murid dan umat percaya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Roh Kudus akan menuntun para murid dan umat percaya untuk semakin mengenal secara intim dengan Kristus (Ay. 7, 12, 15). Dan akan membuat umat percaya mengalami persekutuan yang nyata dan akrab dengan Allah Tri Tunggal. Umat percaya akan semakin mengenali kebenaran dan kehendak-Nya yang memperbarui hidup mereka.
Benang Merah Tiga Bacaan:
Karya Allah telah dinyatakan sejak peristiwa penciptaan bumi dan alam semesta. Allah dengan hikmat-Nya telah menciptakan manusia dan segala makhluk ciptaan-Nya, baik adanya. Demikian pula ketika manusia jatuh dalam dosa, Allah di dalam Yesus Kristus telah menyatakan anugerah dan kasih karunia-Nya kepada manusia. Manusia diselamatkan dan diperdamaikan dengan Allah kembali. Di dalam Yesus Kristus, manusia beroleh keselamatan, pengharapan, dan kemuliaan. Terlebih manusia tidak ditinggalkan sendiri, Allah memberikan Roh Kudus-Nya agar manusia senantiasa dikuatkan, dimampukan, dan diberikan kuasa untuk melanjutkan tugas pelayanan Kristus di dunia ini. Penyataan Tri Tunggal Kudus di dalam Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus inilah yang menjadi bagian utuh bagi umat percaya dalam menghayati imannya.
Rancangan Khotbah: Bahasa Indonesia
(Ini hanyalah sebuah rancangan khotbah, silahkan dikembangkan sesuai dengan konteks jemaat masing-masing)
Pendahuluan
Berkarya mengandung arti mengupayakan atau menciptakan sebuah karya yang dapat dinikmati dan dirasakan oleh orang lain. Untuk menghasilkan sebuah karya yang baik dibutuhkan semangat, ketekunan, disiplin serta mau belajar. Contoh : seorang seniman lukisan yang membuat sebuah lukisan. Pada saat dia melukis dia menggunakan pengetahuannya tentang teknis melukis gambar yang baik, dia menggunakan imajinasinya untuk menuangkan apa yang ada di pikirannya dalam bentuk lukisan, dan dia juga menggunakan perasaannya untuk menilai hasil lukisannya. Dari karyanya inilah orang lain yang melihat, ikut merasakan nilai seni dari lukisan tadi, dan ikut merasa senang dan kagum dengan karya lukisan tadi.
Bersaksi adalah menceritakan suatu peristiwa, pengalaman, serta perasaan kepada orang lain berdasarkan kenyataan yang telah terjadi. Bersaksi tentang iman Kristen berarti seseorang menceritakan tentang karya dan kasih Allah yang dirasakan dan dialaminya. Seorang yang bersaksi tentang iman, harus memahami bahwa yang ia ceritakan adalah sebuah kebenaran, sehingga kesaksian yang dia ungkapkan harus menyatakan kebenaran. Terlebih melalui kesaksian iman yang ia ceritakan, orang lain yang mendengarkan, mendapatkan kekuatan, penghiburan, dan berkat Tuhan.
Isi
Bacaan Firman Tuhan pada bacaan pertama hari ini mengisahkan tentang Allah yang berkarya menciptakan bumi dan alam semesta dengan Hikmat-Nya. Penulis Amsal menjelaskan bahwa hikmat mendahului semua ciptaan Allah, Hikmat Allah telah ada sebelum bumi dan alam semesta diciptakan-Nya (23–29). Dengan hikmat-Nya, Allah menciptakan dunia ini (Ams. 3:19-20), sehingga segala sesuatu ada dalam keteraturan sesuai dengan kehendak-Nya (27-30). Manusia sendiri diciptakan Allah sebagai puncak karya-Nya (Ay. 31; lih. Kej. 1:26-27). Yang pada akhirnya, segala ciptaan Allah tersebut dipandang sungguh amat baik. Hikmat menjadi sumber sukacita bagi Allah Sang Pencipta maupun bagi semua mahluk yang Ia ciptakan (Ay. 30-31).
Karya Allah yang kedua adalah karya keselamatan di dalam Yesus Kristus. Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat Roma menyaksikan bahwa hidup umat percaya dibenarkan oleh iman di dalam Yesus Kristus, diselamatkan, dan diperdamaikan dengan Allah (Ay. 1). Tuhan Allah melalui pengorbanan Yesus Kristus memulihkan hubungan-Nya dengan manusia. Karya keselamatan di dalam Yesus Kristus ini adalah anugerah Allah, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya, tidak lagi dipandang sebagai orang yang patut menerima murka atau mendapatkan penghukuman Allah, tetapi dia mendapat kasih karunia Allah. Di dalam Yesus Kristus ada kasih karunia Allah (Ay. 2) dan pengharapan kekal dimana setiap umat percaya akan menerima kemuliaan bersama Kristus (Ay. 2b).
Karya Allah yang ketiga dinyatakan melalui Roh Kudus. Pada bagian bacaan ketiga dikisahkan Tuhan Yesus ada bersama dengan para murid-Nya. Tuhan Yesus menyadari tinggal sesaat lagi Ia bersama-sama dengan para murid. Untuk itulah, Tuhan Yesus tidak pergi meninggalkan para murid begitu saja dalam melakukan tugas pelayanan mereka. Ia menjanjikan akan memberikan Roh Kudus kepada mereka. Roh Kuduslah yang akan menuntun, menolong, dan memperlengkapi mereka. Roh Kudus akan memberi mereka kuasa, sehingga mereka akan mampu melaksanakan tugas pengutusan yang Tuhan Yesus berikan kepada mereka. Roh Kudus akan meneruskan kehadiran dan karya Yesus Kristus di tengah dunia. Roh Kudus akan menjadi Roh penghibur dan pendamping bagi para murid dan umat percaya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Roh Kudus akan menuntun para murid dan umat percaya untuk semakin mengenal secara intim dengan Kristus (Ay. 7, 12, 15).
Penutup
Minggu hari ini adalah Minggu Tri Tunggal Kudus. Melalui Minggu Tri Tunggal Kudus ini kita diingatkan tentang karya Allah Bapa yang menciptakan manusia, bumi dan alam semesta, karya Tuhan Yesus Kristus yang menyelamatkan manusia dari dosa, dan karya Roh Kudus yang menguatkan, menghibur dan menolong umat Allah untuk melanjutkan pelayanan Kristus kepada dunia. Allah Tri Tunggal telah menyatakan dirinya kepada manusia. Allah Tri Tunggal berkenan hadir di sepanjang waktu dan masa hidup manusia. Allah Tri Tunggal memberikan kasih karunia, keselamatan dan berkat-Nya kepada manusia, agar manusia hanya menyembah dan memuliakan-Nya.
Menjadi tugas dan panggilan bagi kita selaku umat-Nya untuk mewujudkan kasih dan karya Allah Tri Tunggal di dalam kehidupan kita sehari-hari. Di Bulan Kesaksian dan Pelayanan ini, hendaknya kita mau dan mampu menjadi saksi-saksi Kristus yang hidup. Kita berani bersaksi tentang kasih, kebaikan, dan karya keselamatan Allah kepada kita. Melalui kesaksian hidup kita itu, mari kita nyatakan dalam karya dan kesaksian hidup yang memuliakan Allah.
Jika Allah Tri Tunggal senantiasa berkarya bagi manusia, maka kita pun dipanggil berkarya bagi Tuhan dan sesama kita. Apapun wujud pekerjaan kita, ketika itu kita hayati sebagai wujud menyatakan karya Allah kepada dunia, maka kita akan berusaha dan bekerja dengan sungguh-sungguh, semangat, sukacita. Kita sadari setiap pekerjaan dan karya kita akan menjadi berkat bagi sesama dan lingkungan kita, dengan demikian kita akan dimampukan menyatakan kasih dan karya Allah kepada sesama kita. Amin [AR].
Pujian: KJ. 242 : 1, 2 Muliakan Allah Bapa
—
Rancangan Khotbah: Basa Jawi
Pambuka
Makarya punika tegesipun nglampahi pakaryan utawi ngupaya karya ingkang saged dipun tingali lan dipun gatosaken dening tiyang sanes. Kangge ngasilaken karya ingkang sae punika dipun betahaken, semangat, tumemen, disiplin lan purun sinau. Contonipun : Seniman lukis punika anggenipun damel lukisan, piyambakipun ginaaken ilmu lan teknik lukis ingkang dipun mangertosi, piyambakipun damel pangangen-angenipun kangge ngedalaken punapa ingkang wonten pamikiranipun dados wujud lukisan, piyambakipun migunaken pangraosipun kangge biji kasil lukisanipun. Saking karya lukisipun punika, tiyang sanes saged ningali, ugi ngraosaken nilai seni ingkang wonten lukisan punika, langkung malih tiyang sanes saged ngraosaken bingah lan kagum tumrap karya lukisan punika.
Nyekseni punika tegesipun nyariosaken setunggal kedadosan, pengalaman, sarta pangraos dhateng tiyang sanes sami kaliyan kasunyatan ingkang dipun lampahi. Nyekseni iman Kristen tegesipun kita nyariosaken pakaryan lan sih katresnanipun Gusti Allah ingkang kita raosaken lan alami. Kanggenipun tiyang ingkang nyekseni imanipun, piyambakipun kedah mangertos bilih punapa ingkang dados kesaksianipun punika saestu namung kayekten, karana punika piyambakipun kedah dungkap kayekten ingkang sanyata. Langkung saking punika, punapa ingkang dados kesaksianipun punika, kanggenipun tiyang ingkang sami mireng lan nanpi kesaksian punika saged pikantuk kakiyatan, panglipuran lan berkah saking Gusti Allah.
Isi
Dawuh Pangandikanipun Gusti ing waosan kaping pisan nyariosaken Gusti Allah ingkang makarya nitahaken bumi lan jagad saisinipun sarana kawicaksanan-Ipun. Juru tulis Wulang Bebasan nyebataken bilih kawicaksanan punika langkung wonten rumiyin katimbang sedaya titahipun Gusti sanesipun. Kawicaksananipun Gusti Allah punika sampun wonten sakderengipun bumi lan jagad saisinipun dipun titahaken dening Gusti (Ay. 23-29). Sarana Kawicaksanan-Ipun, Gusti Allah nitahaken jagad punika (WB 3:19-20), saengga sedaya ingkang wonten jagad punika katata kanthi sae miturut karsanipun Gusti Allah (Ay. 27-30). Manungsa piyambak dipun titahaken Gusti Allah minangka puncaking pakaryan-Ipun (Ay. 31). Ing pungkasanipun sedaya titahipun Gusti Allah punika dipun pandeng sedaya sami sae. Kawicaksanan punika dados sumbering kabingahan Gusti Allah lan sedaya makhluk ingkang dipun titahaken (Ay. 30-31).
Pakaryanipun Gusti Allah ingkang kaping kalih inggih punika Gusti Allah kersa paring kawilujengan ing Gusti Yesus Kristus dhateng manungsa. Rasul Paulus ing seratipun dhateng pasamuwan Roma nyebataken gesangipun umat pitados punika kabeneraken sarana iman ing Gusti Yesus Kristus. Umat pitados dipun selametaken dan dipun rukunaken malih kaliyan Gusti Allah (Ay. 1). Lumantar pangorbananipun Gusti Yesus Kristus, Gusti Allah kersa mulihaken hubungan-Ipun kaliyan manungsa. Kawilujengan ing Gusti Yesus Kristus punika wujud Sih Rahmat saking Gusti Allah, saengga saben tiyang ingkang pitados dhumateng Gusti Yesus boten dipun pandeng kados tiyang ingkang nampi paukuman saking Gusti Allah, ananging tiyang ingkang nampi Sih Rahmating Gusti Allah. Ing Gusti Yesus wonten Sih Rahmating Allah (Ay. 2) sarta pengajeng-ajeng ingkang langgeng, ing pundi saben tiyang ingkang pitados dhumateng Panjenenganipun badhe nampi kamulyan sinarengan kaliyan Gusti Yesus Kristus.
Pakaryanipun Gusti Allah ingkang kaping tiga dipun nyataaken lumantar Sang Roh Suci. Ing waosan katiga, kacariosaken Gusti Yesus sami sesarengan kaliyan para sakabatipun. Gusti Yesus mangertos bilih wekdal sesarengan kaliyan para sakabatipun kantun sekedap malih. Awit saking punika Gusti Yesus prajanji dhateng para sakabatipun bilih Panjenenganipun boten badhe nilar para sakabatipun piyambakan nalika nindakaken tugas peladosanipun ing donya punika. Gusti Yesus prajanji badhe maringi Roh Suci dhateng para sakabatipun. Sang Roh Suci punika ingkang badhe nuntun, nulung, lan jangkepi para sakabat. Sang Roh Suci punika ingkang badhe maringi kuwaos dhateng para sakabat, saengga para sakabat saged nindakaken ayahan tugasipun. Sang Roh Suci punika ingkang badhe nglajengaken pakaryanipun Gusti Yesus ing satengah-tengahing donya punika. Sang Roh Suci punika ingkang dados Roh Panglipur lan Pendamping kangge para sakabat lan para umatipun Gusti salebeting gesang padintenan. Sang Roh Suci badhe nuntun para sakabat lan umatipun Gusti supados sansaya mangertos lan rumaket kaliyan Gusti Yesus Kristus (Ay. 7, 12, 15).
Panutup
Dinten Minggu punika dipun wastani Minggu Tri Tunggal Suci. Lumantar Minggu Tri Tunggal Suci punika kita sami dipun engetaken: Sepisan, Pakaryanipun Gusti Allah Sang Rama ingkang nitahaken manungsa, bumi, lan jagad saisinipun. Kaping kalih, Pakaryanipun Gusti Yesus Kristus ingkang ngorbanaken Sariranipun kangge kawilujenganipun manungsa dosa. Kaping tiga, Pakaryanipun Sang Roh Suci ingkang ngiyataken, nglipur lan nulung para umatipun Allah kangge nglajengaken peladosanipun Sang Kristus dhateng donya punika. Gusti Allah Tri Tunggal sampun nyataaken Sariranipun dhateng manungsa. Gusti Allah Tri Tunggal sampun kersa rawuh ing salampahing wekdal lan mangsa gesanging manungsa. Mekaten ugi Gusti Allah Tri Tunggal punika ugi kersa maringaken Sih Rahmatipun, kawilujengan sarta berkahipun dhateng manungsa, supados manungsa namung nyembah lan ngluhuraken Asma-Nipun.
Dados tugas lan timbalan kangge kita minangka umat kagungan-Ipun mujudaken sih katresnan lan pakaryanipun Gusti Allah tri Tunggal salebeting gesang kita sadinten-dinten. Ing wulan Kesaksian lan Peladosan punika, kita katimbalan dados seksi-seksinipun Sang Kristus salebeting gesang. Kita kedah wantun nyekseni bab sih katresnan, kasaenan lan kawilujenganipun Gusti Allah dhateng sesami kita. Lumantar kesaksian gesang punika, mangga kita sumadya lan purun dados lantaran kamulyanipun Gusti Allah ing pakaryan gesang kita.
Bilih Gusti Allah Tri Tunggal punika tansah makarya kangge manungsa, kita ugi dipun timbali kangge makarya kagem Gusti lan sesami. Punapa kemawon wujuding pakaryan lan pandamelan kita, bilih kita purun ngraosaken minangka wujud pakaryanipun Gusti Allah dhateng jagad, tamtunipun kita badhe nindakaken kanthi temen-temen, semangat, lan sukabingah. Kita sami nyadari bilih saben pakaryan lan pandamelan kita punika saged dados berkah kangge sesami lan lingkungan kita. Sarana mekaten kita dipun paringi kakiyatan lan kasagedan kangge wujudaken Sih Katresnan lan Pakaryaning Gusti Allah dhateng sesami kita. Amin. [AR].
Pamuji: KPJ. 450: 1, 2 Sumangga Makarya