Gagal Paham Karena Tidak Percaya? Khotbah Minggu 10 Juni 2018

Penutupan Bulan Kesaksian & Pelayanan
Stola Hijau

 

Bacaan 1         : Kejadian 3:8-15
Bacaan 2         : 2 Korintus 4:13-5:1
Bacaan 3         : Markus 3:20-35

Tema Liturgis  : “Roh Kudus Mengobarkan Semangat Bersaksi dan Melayani”
Tema Khotbah
: “Gagal Paham, karena tidak percaya?”

 

Keterangan Bacaan

Kejadian 3:8-15

Adam dan istrinya gagal memahami perintahTUHAN Allah. Mereka diperintahkan agar buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh di makan,tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, tidak boleh dimakan ataupun raba buah itu, nanti  mati. Meraka gagal karena bujukan ular. Mereka tidak percaya lagi pada TUHAN Allah. Dampak dari kegagalan dalam memahami perintah TUHAN Allah adalah rasa takut mendapat hukuman. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tidak hanya rasa takut yang ada dalam diri Adam dan istrinya, mereka juga terlibat dalam tindakan saling menyalahkan antara satu dengan yang lainnya. Adam menyalahkan istrinya (ayat 12), dan istrinya menyalahkan ular (ayat 13).TUHAN Allah juga mengutuk ular bahwa dengan perutnyalah ia  akan menjalar dan debu tanahlah akan ia makan seumur hidupnya.Ia akan mengadakan permusuhan antara ular dan perempuan itu, antara keturunan perempuan itu  dan keturunan ular, keturunan perempuan akan meremukkan kepalanya, dan ular akan meremukkan tumitnya.”

 

2 Korintus 4:13-5:1

Rasul Paulus dan teman sekerjanya adalah orang-orang yang percaya. Rasul Paulus memahami bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkannya bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan dia bersama-sama dengan jemaat Korintus kepada diri-Nya. Berdasar pada pemahaman ini,  ia tidak tawar hati. Meskipun manusia lahiriahnya semakin merosot, namun manusia batiniahnyadibaharui dari sehari ke sehari.Sebab penderitaan yang dialami menurutnya ringan. Mereka sedang mengerjakan kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, dan jauh lebih besar dari pada penderitaannya. Sebab ia tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

 

Markus 3:20-35

Tuhan Yesus menghadapi orang-orang yang gagal dalam memahami diri-Nya. Orang banyak yang mengerumuni Dia, memahami bahwa Yesus tidak waras lagi. Keluarga-Nyapun nampak percaya bahwa Yesus tidak waras lagi, dan ingin mengambil Dia. Para ahli Taurat yang datang dari Yerusalem juga gagal dalam memahami Yesus dalam  mengusir setan. Mereka memahami bahwa Yesus kerasukan Beelzebul. Kuasa yang ada dalam diri-Nya adalah penghulu setan. Yesus menegaskan bahwa Ia mengusir setan bukan dengan kuasa penghulu setan. Dengan perumpamaan ia mengatakan “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan. Ia melalukan pengusiran setan adalah dengan kuasa Allah, yakni Roh Kudus yang ada dalam diri-Nya.Kegagalan memahami Yesus yang berkuasa, dapat jatuh pada tindakan penghujatan pada Roh Kudus.

 

BENANG MERAH TIGA BACAAN

Gagal memahami maksudTuhan membawa dampak negatif dalam kehidupan manusia. Dampaknya adalah rasa takut mendapat hukuman dan jatuh pada  tindakan saling menyalahkan antara satu dengan yang lain, bahkan penghujatan terhadap Roh Kudus. Sebaliknya berhasil dalam memahami kehendak  Tuhan akan berdampak posistif, yakni tidak tawar hati, meski manusia lahiriah semakin merosot, namun manusia batiniah dibaharui dari sehari ke sehari.

 

RANCANGAN KHOTBAH: Bahasa Indonesia

Pendahuluan

Apakah yang dimaksud dengan gagal paham? Gagal paham sering dipahami bahwa ketika Respon / pemahaman lawan yang kita ajak bicara tersebut tidak sesuai dengan yang kita inginkan.Orang sering mengaitkan gagal paham dengan “gak nyambung, bodoh, atau kalau bahasa Jawa ‘ora mudeng’. Dalam bahasa Jawa ungkapan ora mudeng sering dikonotasikan dengan kebodohan. Istilah ora mudengdigunakanpada orang yang memberikan respon diluar kontek atau diluar jawaban yang seharusnya. Gagal paham sering kali menjadi trending topik di media sosial atau media cetak. Biasanya digunakan sebagai indikasi ketidakpahaman kita pada topik pembahasan atau pembicaraan lawan kita. Gagal paham dapat  mengandung pengertian keadaan di mana seseorang kurang mengerti atau kurang memahami sebuah topik berita, pembicaraan atau informasi yang di dapat. Apalagi didasari rasa tidak percaya, akan semakin gagallah dia. Di media sosial, ketika seseorang gagal paham, sering menjadi olok-olokan. Apakah ketika seseorang gagal paham atau kurang atau bahkan tidak memahami suatu berita akan berdampak buruk? Mungkin iya! Mengapa seseorang bisa gagal paham? Bagaimana jika manusia gagal memahami maksud Tuhan? Apakah dampaknya?

 

Isi

Manusia dapat gagal memahami maksud Tuhan. Ada contoh-contoh dalam Alkitab yang menunjukkan manusia gagal memahami maksud Tuhan. Dalam bacaan yang pertama, dijelaskan bahwa Adam dan istrinya gagal memahami maksud Tuhan. Tuhan memerintahakan kepada Adam (dan istrinya) agar buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, tidak dimakan ataupun raba buah itu, karena akan mati. Tetapi mereka tidak dapat memahami maksud Tuhan itu. Godaan sang ular, untuk dapat menjadi seperti Allah,  membuat mereka gagal memahami maksud Tuhan. Dan hal terebut berlanjut dengan kegagalan mereka mentaati perintah Tuhan. Tindakan yang mereka lakukan tidak lagi disandarkan pada memahaman dari Tuhan, tetapi pemahaman dari sang ular, yang akhirnya menjadi keyakinannya. Mereka tidak lagi percaya kepada Tuhan.

Nampaknya bukan hal yang mudah memahami maksud Tuhan. Hal tersebut bukan hanya karena faktor dari luar, seperti yang dialami Adam dan istrinya. Tetapi juga faktor dari diri sendiri. Pemahaman diri pribadi juga dapat menjadikan seseorang gagal memahami maksud Tuhan. Dalam bacaan yang kedua kegagalan memahami maksud Tuhan juga nampak dalam diri orang banyak yang mengerumuni Tuhan Yesus. Kuasa Tuhan Yesus yang adalah kuasa Allah sendiri untuk mengusir setan diragukan. Mereka memahami bahwa Yesus tidak waras lagi. Keluarga-Nyapun nampak percaya bahwa Yesus tidak waras lagi, dan ingin mengambil Dia. Para ahli Taurat yang datang dari Yerusalem juga gagal dalam memahami Yesus dalam  mengusir setan. Mereka memahami bahwa Yesus kerasukan Beelzebul. Kuasa yang ada dalam diri-Nya adalah penghulu setan. Mereka tidak percaya kepada Tuhan Yesus.

Dampak dari kegagalan dalam memahami maksud Tuhan adalah rasa takut mendapatkan hukuman. Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan, yang berjalan-jalan dalam taman pada waktu hari sejuk, Adam dan istrinya bersembunyi di antara pohon-pohonan dalam taman.Agar mereka tidak mendapatkan hukuman, pembelaan diripun dilakukan.  Adam dan istrinya, jatuh dalam tindakan saling menyalahkan antara satu dengan yang lainnya. Adam menyalahkan istrinya dan istrinya menyalahkan ular. Dan dampak lain dari kegagalan memahami maksud Tuhan adalah bahwa manusia dapat jatuh pada tindakan penghujatan pada Roh Kudus.Seperti yang terjadi pada ahli Taurat.

Namun Rasul Paulus seperti dalam bacaan ketiga adalah orang yang mampu memahami maksud Tuhan, karena ia selalu percaya. Rasul Paulus memahami bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan dia bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan dia bersama-sama dengan jemaat Korintus kepada diri-Nya. Hal positif dirasakan Rasul Paulus ketika ia memahami maksud Tuhan. Ia tidak tawar hati. Mereka tetap bersemangat menghadapi hidup. Baginya penderitaan yang dialami adalah ringan. Meskipun manusia lahiriah meraka semakin merosot, namun manusia batiniah mereka dibaharui dari sehari ke sehari. Mereka tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

 

Penutup

Seperti siapakah kita ini? Adam dan istrinya, orang banyak yang menerumuni Tuhan Yesus , keluarga-Nya, para Ahli Taurat, atau Rasul Paulus? Firman dan karya-Nya ada dalam Alkitab. KaryaNya juga dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Perhatian kita perlu tertuju pada firman dan karya-Nya agar  kita senantiasa percaya dan tidak jatuh pada kegagalan memahami maksud Tuhan dalam hidup kita. Jangan sampai perhatian kita lepas dari-Nya. Kita perlu waspada bahwa ada godaan yang mengintai kita yang membuat gagal dalam memahami maksud Tuhan. Godaan itu dapat membelokkan pemahaman kita akan masud Tuhan. Keangkuhan diri juga dapat menggalkan kita dalam memahami maksud Tuhan. Mari kita seperti Rasul Paulus. Kita  dapat memahami maksud Tuhan jika kita selalu percaya pada-Nya. Hal tersebut akan membuat kita tidak menjadi takut dan tawar hati. Amin. (SWT)

 

Nyanyian: KJ. 400


RANCANGAN KHOTBAH: Basa Jawi

Pembuka

Punapa tegesipun “gagal paham”?Gagal paham asring dipun mangertosi kados mekaten: Panampinipun tiyang ingkang kita ajak wicantenan mboten kados ingkang kita kersakaken. Tiyang asring nggandengaken gagal paham kaliyan mboten nyambung, bodho, ora mudheng. Ora mudheng asring dipunmangertosi sami kaliyan bodho. Tembung ora mudheng kaagem kangge  tiyang ingkang panampinipun tebih saking pangertosan ingkang dipun aturaken. Gagal paham asring dados trending topik  ing media sosial lan media cetak. Biasanipun kaagem kangge nggambaraken kawontenan kita ingkang mboten mangertos kaliyan bab ingkang saweg karembag. Gagal paham saged ugi dipun mangertosi kawontenanipun tiyang ingkang ingkang kirang paham bab wicantenan utawi pawartos. Punapa malih kadhasaran raos mboten pitados, tamtu sangsaya mboten paham malih. Ing media sosial tiyang ingkang gagal paham  asring dipun gojlok lan dipunpoyoki. Punapa tiyang ingkang gagal paham, kirang lan mboten mangertos sawijining pawartos, badhe dados awon? Mbok menawi nggih. Kenging punapa tiyang saged gagal paham? Kados pundhi menawi manungsa punika gagal pahamkaliyan punapa ingkang dipun kersakaken Gusti? Punapa ingkang badhe kedadosan utawi punapa asilipun?

 

Isi

Manungsa saged boten kasil  mangertosi dhawuhipun Gusti. Wonten conto-conto ing Kitab Suci ingkang nerangaken bilih manungsa punika mboten kasil anggenipun mangertosi karsanipun Gusti. Ing waosan kita ingkang wiwitan, dipun terangaken bilih Adam lan semahipun mboten kasil anggenipun mangertosi karsanipun Gusti. Gusti dhawuh supados Adam (lan semahipun) supados wohipun wit ing satengah-tengahing taman, sampun ngantos dipun dhahar utawi ndemok, supados mboten pejah. Nanging Adam lan semahipun mboten saged mangertos karsanipun Gusti punika.Panggoda saking sawer, supados dados kados Gusti Allah, ndadosaken Adam lan semahipun mboten kasil anggenipun mangertosi karsanipun Gusti lan nglampahi karsanipun. Punapa ingkang dipunlampahi dening Adam lan semahipun mboten kadhasaran pangertosan saking Gusti, nanging saking sawer, pungkasanipun dados keyakinanipun. Adam lan semahipun mboten pitados malih dhumateng Gusti.Awit Adam lan semahipun punika mboten kasil mangertosi karsanipun Gusti, ndadosaken raos ajrih, awit paukuman ingkang badhe katampi. Rikala mireng sabawane tindakipun Gusti, kekalihipun sami ndhelik, ing sategahing wit-witan ing  patamanan. Supados mboten pikantuk paukuman kekalihipun sami mbelani dirinipun piyambak-piyambak. Adam lan semahipun sami nyalahaken ing antawisipun setunggal lan satunggalipun. Adam nyalahaken semahipun, lan semahipun nyalahaken sawer.

Ketingalipun mboten gampil mangertosi karsanipun Gusti. Punika mboten namung perkawis saking njawi, arupi panggoda, nanging ugi saking lebet utawi diri pribadi. Pangertosan diri pribadi saged ndadosaken tiyang mboten kasil anggenipun mangertosi karsanipun Gusti. Ing waosan kita ingkang kaping kalih, mboten kasil anggenipun mangertos karsanipun Gusti ketingal saking tiyang katah ingkang sami ngupengi Gusti Yesus. Tiyang tiyang wau mboten pitados bilih panguwaosipun Gusti Yesus, asaling saking Gusti Allah. Tiyang-tiyang wau nganggep bilih Gusti Yesus ewah. Keluarganipun Gusti Yesus ugi pitados dhateng tiyang katah wau. Para ahli Toret ingkang sami rawuh saking Yerusalem ugi mboten kasil angenipun mangertosi pakaryanipun Gusti Yesus. Para ahli Toret mboten pitados dhumateng Panjenenganipun lan nganggep bilih Gusti Yesus kapanjingan Beelzebul. Panguwaos ing dirinipun Gusti Yesus asaling saking panggedhenipun Iblis. Perkawis lintu ingkang kelampahan menawi mboten kasil anggenipun mangertosi dhawuhipun/pakaryanipun, inggih punika manungsa saged dhawah ing nyenyamah Roh Suci.

Nanging Rasul Paulus, kados ing waosan kaping tiga minangka tiyang ingkang saged mangertosi dhawuh lan pakaryanipun Gusti, awit tansah pitados dhumateng Gusti. Rasul Paulus mangertosi bilih Gusti Allah ingkang mungokaken Gusti Yesus, badhe nangekaken Rasul Paulus sesarengan kaliyan Gusti Yesus. Lan sesarengan kaliyan pasamuwan Korintus kasowanaken dhateng Panjenenganipun. Perkawis ingkang sae dipunraosaken dening Rasul Paulus, sasampunipun mangertosi dhawuh lan pakaryanipun Gusti. Piyambakipun mboten semplah lan gumregah ngedepi punapa kemawon ing gesangipun. Kangge Rasul Paulus, kasangsaran ingkang dipunalami kraos enteng. Senaosa kamanungsan cara lair sangsaya risak, nanging kamanungsan cara batin kaenggalaken sabendinten. Ingkang dipun gatosaken sanes ingkang katon nangging mboten katon. Ingkang katon punika sawetawis, ingkang mboten katon punika langgeng.

 

Panutup

Kados sinten ta, kita punika? Adam lan semahipun, tiyang kathah ingkang ngupengi Gusti Yesus, keluarganipun, para ahli Toret, utawi Rasul Paulus? Pangandika lan pakaryanipun kacariyosaken ing Kitab Suci. Pakaryanipun ugi saged kita raosaken ing sebendintenipun. Kita sami kaajak nggatosaken dhawuh lan pakaryanipun, supados kita tansah pitados lan kasil anggen kita sami mangertosi karsanipun Gusti ing pigesangan kita. Sampun ngantos kita uwal saking Gusti. Kita kedah waspada dhateng panggoda ingkang sami nempuh, ingkang saged ndadosaken kita mboten kasil anggen kita sami mangertosi karsanipun Gusti. Panggoda punika saged ngenggokaken pangertosan kita ngingingi dhawuhipun Gusti. Sumangga kita kados Rasul Paulus. Kita saged mangertosi karsanipun Gusti menawi kita tansah pitados dhumateng panjenenganipun. Punika ingkang saged ndadosaken kita kiyat lan mboten gampil semplah. Amin. (SWT)

Pamuji: KPK. 148

 

Bagikan Entri Ini: