Waspadalah, Jangan Kamu Gelisah! Seruan Pastoral GKJW di Tengah Pusaran Krisis Geopolitik Global

15 April 2026

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

Saudara-saudari yang terkasih. Kita tengah berada dalam era terbuka, terlebih berkenaan dengan arus informasi dalam skala global. Konektivitas penduduk dunia benar-benar terhubung dalam arti seluas-luasnya. Apa yang terjadi di belahan bumi satu, hampir pada saat yang bersamaan dapat disimak dari belahan bumi lainnya. Demikian juga terkait dengan apa yang terjadi di Timur Tengah, di mana eskalasi konflik militer antara aktor-aktor global dan regional Timur Tengah, berimbas kepada kehidupan kita
bersama.

Kenaikan harga kebutuhan pokok tentu dapat memperberat kehidupan mereka yang paling rentan dan terpinggirkan. Dalam situasi seperti ini, GKJW dipanggil untuk tidak larut dalam rasa takut, tetapi juga tidak sekadar bersikap naif dan menutup mata. GKJW dipanggil untuk waspada, peka membaca tanda-tanda zaman dengan iman yang jernih, tanpa terjerumus pada kegelisahan berlebih, sekaligus setia menghadirkan cinta Allah Trinitas secara nyata di tengah dunia yang tercabik dan terluka (Matius 24:3-14).

GKJW menegaskan bahwa konflik geopolitik yang tengah terjadi bukanlah perang agama, melainkan perebutan kepentingan global terkait energi/sumber daya, kekuasaan, dan pengaruh ekonomi. GKJW juga menegaskan bahwa iman Kristen yang dihayati oleh GKJW tidak sejalan dengan politisasi agama dan fundamentalisme yang anti dialog maupun segala bentuk ideologi atau tafsir keagamaan yang digunakan untuk membenarkan kekerasan, ekslusivitas, dan penindasan terhadap sesama manusia.

Sebagai gereja penting bagi kita untuk bersama-sama memahami kompleksitas realitas politik, ekonomi, sosial, teknologi, ekologi, dan regulasi, agar kita dapat menghayati dan menghadirkan iman secara dewasa dan bertanggung jawab di tengah kehidupan bersama di bumi tercinta.

Sikap Greja Kristen Jawi Wetan
Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai persekutuan umat percaya, Greja Kristen Jawi Wetan bersikap:

  1. Menolak segala bentuk kekerasan dan peperangan yang merusak martabat kehidupan karena bertolak belakang dengan ajaran Tuhan Yesus Kristus tentang cinta kasih, perdamaian, dan mengasihi musuh.
  2. Menolak penggunaan narasi iman dan ayat-ayat Kitab Suci sebagai alat politisasi agama legitimasi kekuasaan, dominasi dan konflik.
  3. Menegaskan diri sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang setia pada Pancasila, UUD 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika, serta berkomitmen
    menjadi agen perdamaian di tengah ancaman politisasi agama.

Selanjutnya, secara nyata seluruh anggota majelis dan warga jemaat Greja Kristen Jawi Wetan diharapkan untuk:

  1. Ngraketke patunggilan lan nguripi paseduluran (=Mempererat Ikatan Persekutuan dan Menghidupi Persaudaraan).
    1. Di tengah ketidakpastian global, gereja sebagai organisasi dan organismeperlu semakin memupuk dan menguatkan semangat paseduluran (koinonia)
      dan saling ngancani satu sama lain (companionship), melalui penguatan kontak serta komunikasi yang sehat di lingkup Majelis Jemaat hingga
      Majelis Agung.
    2. Anggota majelis jemaat (pendeta, penatua, diaken, guru Injil) bersama warga jemaat diharapkan dapat semakin guyub dan menopang satu sama lain. Bangunlah ruang jagongan sebagai ruang perjumpaan yang hangat serta aman.
    3. Penggembalaan dan nguripi patuwèn secara kultural harus diutamakan demi saling memperhatikan kondisi ekonomi, kesehatan, psikologis sesama warga. Sembari pada saat yang sama, rajin melakukan jeda dan doa bersama dalam rangka diskresi atau mencari tahu kehendak Tuhan.
    4. Gereja perlu peka terhadap meningkatnya kecemasan, kelelahan mental, dan rasa tidak aman di tengah warga, serta menghadirkan ruang pemulihan yang holistik; spiritual, emosional, dan aspek sosial.
  2.  Menguatkan diakonia transformatif
    1. Potensi situasi krisis energi dan potensi krisis pangan mengundang kita untuk mengarahkan kebijakan program dan anggaran gerejawi secara efektif, efisien, serta bijaksana. Gereja didorong membangun sistem ketahanan pangan berbasis jemaat, seperti lumbung pangan, pertanian mandiri, dan jejaring distribusi antar jemaat.
    2. Misalnya dalam konteks pelaksanaan sidang Majelis Daerah, sebaiknya tidak lagi menyediakan souvenir berupa kaos atau jaket, menghentikan pemberian tumbler baru, dan mempersilakan peserta membawa tumbler milik sendiri dari rumah. Tunjukkan juga semangat belarasa dengan menyajikan konsumsi sederhana, terutama di tengah potensi kelangkaan pangan.
    3. Fokuskan pelayanan diakonia pada efisiensi energi, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi demi mendukung warga rentan, terdampak, dan terpinggirkan secara sosial-ekonomi. Petakan warga jemaat yang terdampak krisis, dan pastikan bahwa tiada seorang pun warga jemaat yang kekurangan pangan.
  3. Meluruskan narasi-narasi yang menyesatkan
    1. Mari bersikap kristis dan waspada khususnya terhadap informasi, narasi, propaganda digital di ruang publik dan media sosial.
    2. Hati-hati dan jangan terjebak pada opini yang secara simplifikatif membingkai konflik global sebagai sekadar perang agama yang dapat memicu sentimen iman dan kebencian.
    3. Mari pro-aktif membangun literasi kritis warga jemaat melalui pengajaran, khotbah, pembinaan, dan ruang-ruang dialog serta kerja sama lintas iman yang menjernihkan iman dan nalar.

Pada akhirnya, di tengah badai geopolitik global, Gereja tidak boleh diam terhadap ketidakadilan global yang merenggut kehidupan, tetapi juga tidak boleh kehilangan kasih dalam menyuarakan suara kebenaran. Marilah kita tetap berpengharapan kepada Allah Trinitas yang setia merengkuh kehidupan. Mari menjadi gereja yang sigap membaca tanda-tanda zaman, berani menyuarakan suara kenabian, dan serius menghadirkan damai sejahtera bagi jemaat, masyarakat, dan bangsa, dengan sungguh-sungguh berusaha menambahkan kepada imanmu kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara, dan kasih akan semua orang (2 Petrus 1:4).

Tuhan memberkati Greja Kristen Jawi Wetan dan Indonesia. Amin.

Seruan Pastoral GKJW di Tengah Pusaran Krisis Geopolitik Global dapat dibaca di bawah ini dan diunduh di sini.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak