Ada Tuhan, Jangan Takut! Pancaran Air Hidup 8 September 2021

8 September 2021

Bacaan: Hakim–hakim 15 : 9 – 20 | Pujian: KJ. 440
Nats:
“Setelah ia sampai ke Lehi dan orang-orang Filistin mendatangi dia dengan bersorak-sorak, maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia dan tali-tali pada tangannya menjadi seperti batang rami yang telah habis dimakan api dan segala pengikatnya hancur tanggal dari tangannya.” (Ayat 14).

Ketakutan adalah respon vital seseorang terhadap bahaya fisik dan emosional. Rasa takut membuat seseorang seakan-akan tidak bisa melindungi dhiri akan bahaya yang mengancam di depannya. Ketika seseorang merasa takut, maka pikiran dan tubuh berjalan sangat cepat. Efeknya tidak hanya pada respon biologis saja, seperti jantung berdetak kencang, pusing, keringat panas dingin, tetapi juga berpengaruh pada mental dan tindakan yang diambil.

Ketakutan juga dialami oleh orang-orang Yehuda saat mereka didatangi orang Filistin yang sedang mencari Simson. Untuk mencari rasa aman supaya orang Filistin tidak menyerang Yehuda, maka tiga ribu orang suku Yehuda mendatangi gua di gunung batu Etam tempat Simson berada, mereka ingin menyerahkan Simson kepada orang Filistin. Tidak seperti orang-orang Yehuda yang ketakutan mencari aman dari pasukan Filistin, Simson justru berani diikat dan diserahkan kepada pasukan Filistin di Lehi. Tetapi Allah tidak meninggalkan Simson sendhirian, Roh TUHAN berkuasa atas Simson sehingga dia dengan mudah melepaskan ikatan di tangan dan badannya. Dengan sebuah tulang rahang keledai sebagai senjata, Simson berhasil mengalahkan seribu pasukan Filistin. Tidak hanya kemenangan yang diberikan, penyertaan Allah juga ditunjukkan saat Simson kelelahan dan haus setelah melawan orang Filistin, Allah membelah liang batu dan keluar air untuk diminum oleh Simson yang membuat dia kuat dan segar kembali.

Banyak hal menjadi penyebab orang merasa takut menjalani kehidupan. Takut jika harapan dan cita-citanya tidak tercapai. Atau kalau harapannya sudah tercapai, takut itu semua akan hilang dan hidupnya menjadi susah. Karena ketakutannya, ada orang yang tidak berani melakukan sesuatu atau ada juga orang yang menghalalkan segala cara meski hal itu merugikan orang lain bahkan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita meyakini bahwa Allah juga turut berkerja dalam segala situasi, termasuk di dalam situasi yang menakutkan sekalipun. Kita manusia memang penuh dengan keterbatasan, tetapi yakinlah bahwa jika Roh Allah bekerja atas dhiri orang percaya maka tidak ada sesuatu yang mustahil untuk bisa kita lakukan. Mari tetap andalkan Tuhan dalam hidup ini. (M@ul).

 “Jangan takut, bersama Tuhan pasti bisa.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak