Bacaan: Efesus 6 : 10 – 18 | Pujian: KJ. 436
Nats: “Dengan segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang kudus.” (Ayat 18)
Melihat realita kehidupan saat ini, kita dihadapkan dengan berbagai tantangan yang seringkali menguji iman dan kehidupan keluarga kita. Ketidakstabilan ekonomi, PHK massal, minimnya lapangan pekerjaan, lingkungan sosial yang toxic, married by accident, kenakalan remaja, keringnya komunikasi keluarga, kondisi ekologis yang tak menentu, serta beban tuntutan sosial yang kita pikul, seringkali membuat kita memilih jalan pintas, yang justru menjerumuskan kita pada judi online, pinjaman online, perceraian, menarik diri dari lingkungan sosial dan persekutuan, bahkan sampai rela meninggalkan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus.
Bacaan kita saat ini berkisah tentang Rasul Paulus yang mengingatkan dan menguatkan iman jemaat di Efesus dalam menghadapi penindasan dan ketidakadilan yang terjadi di sana. Hal ini disebabkan karena jemaat Efesus hidup dalam masyarakat dan kekaisaran Greco Romawi yang menyembah dewi Artemis dan kuasa jahat lainnya. Masyarakat saat itu berupaya menghasut jemaat Efesus dengan cara menindas dan berlaku tidak adil agar iman mereka goyah. Oleh karena itulah, Rasul Paulus menggunakan bahasa yang bernuansa militer kekaisaran Greco Romawi dengan tujuan supaya Jemaat Efesus berani, berdiri tegak, penuh semangat, terus berjuang, dan tekun berdoa dalam menghadapi tantangan hidup mereka. Mereka mampu mewujudkan sikap orang beriman, menghadirkan Tuhan dalam hidup mereka.
Melalui bacaan hari ini kita diingatkan untuk tekun berdoa menghadirkan Tuhan di tengah-tengah keluarga kita. Kita diajak untuk tetap kuat dan setia kepada Tuhan dalam menghadapi tantangan dan ketidakpastian hidup. Sungguh kita tidak akan mampu menghadapi semua, jika kita mengandalkan kekuatan diri sendiri, kita memerlukan kekuatan, kuasa, dan pertolongan Tuhan Allah atas hidup kita. Seberapa berat beban hidup yang harus kita pikul dan seberapa menakutkannya tantangan ke depan kita, jangan khawatir dan bersedih, karena yang perlu kita lakukan adalah mengundang Tuhan untuk hadir dan berkarya dalam hidup kita dan keluarga kita. Percayalah bahwa Tuhan pasti menolong dan menyertai kita. Tuhan pasti menjadikan kita berani dan penuh semangat, terus berjuang dalam menghadapi realita hidup ini. Amin. [Dya].
“Dunia boleh bergoncang, tetapi imanku kepada Tuhan membuatku tetap berdiri.”