Tersembunyi Ujung Jalan Renungan Harian 8 Oktober 2019

Bacaan : Mazmur 3 : 1 – 9 | Pujian :  KJ 416
Nats : “Dari Tuhan datang pertolongan. Berkatmu atas umatMu” (ay.9)

Tersembunyi ujung jalan, hampir atau masih jauh. Ku dibimbing tangan Tuhan ke neg’ri yang tak ku tahu. Merupakan penggalan syair lagu KJ. 416. Tak ada satu orangpun yang akan mengetahui akan hari esoknya, tak ada satu orangpun yang mengetahui tentang masa depannya. Apa yang akan terjadi dalam kehidupan manusia esok hari, semua itu adalah rahasia Tuhan. Tersembunyi ujung jalan. Jika demikian hari esok akan menjadi hari yang menakutkan ataukah membahagiakan? Tidak ada satupun manusia yang mengetahuinya.

Itulah yang dirasakan oleh Daud dalam bacaan hari ini. Daud harus melarikan diri karena pemberontakan Absalom, anaknya. Sangat tidak mudah saat Daud menghadapi pemberontakan dari Absalom, anaknya sendiri. Dia memilih melarikan diri. Bahkan dalam 2 Samuel 15 : 30 dituliskan bahwa Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Benar-benar hati Daud diliputi rasa dukacita. Daud tidak tahu akan masa depannya. Daud tidak tahu apakah dia masih akan tetap hidup dan memimpin kembali Israel.

Di tengah situasi yang tidak mudah, Daud tetap yakin akan penyertaan Tuhan dalam kehidupannya. Sehingga dengan yakin Daud menyuruh Zadok membawa kembali tabut perjanjian ke Yerusalem setelah dia dan rombongan menyeberangi sungai Kidron. Daud yakin akan pertolongan Tuhan dalam kehidupannya. Dari Tuhan datang pertolongan, berkat-MU atas umat-Mu (ay.9). Dan akhir dari semua itu, Daud bisa kembali ke Yerusalem dengan selamat, kembali memimpin Israel, kembali bertemu tabut perjanjian di tempatnya seperti keyakinannya.

Mungkin kita pernah seperti Daud. Takut, ragu akan perjalanan kehidupan kita ke depan. Ragu akan hari esok kita dan bahkan tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Yang tak perlu diragukan adalah penyertaan Tuhan dalam kehidupan manusia. Yang jelas tetap ada penyertaan Tuhan dalam kehidupan manusia baik hari ini maupun hari esok. Tak bersangsi atau takut, beriman tetap teguh. Kalimat itulah yang mengakhiri bait pertama dari KJ. 416. Segala keraguan dan ketakutan hanya bisa dikalahkan oleh iman yang teguh kepada Tuhan. Itulah yang akan memampukan kita melihat pertolongan dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan hari ini atau esok hari. (cha)

 “Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan” (Mazmur 27:13)

 

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •