Menghargai Seksualitas Renungan Harian 8 Oktober 2018

8 October 2018

Bacaan : Ulangan 22 : 13 – 30  |  Pujian: KJ 424 : 3
Nats: “……Perempuan ini kuambil menjadi isteriku, tetapi ketika ia kuhampiri, tidak ada kudapati padanya tanda-tanda keperawanan.” [ayat 14]

Seksualitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Dalam teks Alkitab, pada dasarnya seksualitas bukan sebagai suatu hal yang tabu dan juga bukan sebagai suatu hal yang bisa diperlakukan semaunya. Beberapa teks Alkitab menjelaskan secara positif mengenai seksualitas yang selalu terkait dengan ikatan perkawinan kudus (bdk. 1 Kor 7). Selain dari perkawinan, seksualitas tidak boleh dipermainkan sebab hal tersebut jelas tidak sesuai dengan tujuan Tuhan menciptakan seksualitas.

Teks Ulangan 22:13-30 memuat tentang hukum-hukum perkawinan bagi setiap orang yang mempermainkan seksualitas. Beberapa diantaranya; laki-laki yang meragukan keperawanan istri sekalipun sudah dikawini. Lalu juga mengenai mereka yang melakukan hubungan badan tanpa ikatan perkawinan. Ada yang dilakukan atas dasar suka sama suka, seperti perselingkuhan. Adapula yang dilakukan dengan memaksa/sepihak seperti suatu pemerkosaan. Hukuman berat yang Tuhan perintahkan mengingatkan sekaligus juga menegaskan bahwa kekudusan hubungan kasih laki-laki dan perempuan adalah hal yang serius dan tidak boleh dipermainkan. Karena hal tersebut adalah dosa perzinahan. Bahkan dalam narasi Injil, Yesus lebih menegaskan bahwa akar perzinahan, bilamana seorang yang memandang perempuan serta menginginkannya maka ia sudah berzinah dengan perempuan itu di hatinya (Mat. 5:27-28). Bila kita meyakini bahwa seksualitas adalah ciptaan Tuhan dan memiliki tujuan yang indah bagi manusia, maka seksualitas perlu kita hargai dan hormati dalam kaidah yang tepat sebagaimana kehendak Tuhan. Yakni menghargai seksualitas dalam kekudusannya (1 Tes. 4:3-4).

Dalam dunia modern saat ini, yang semakin bebas dan semakin tidak menghargai seksualitas, baik itu di luar maupun di dalam perkawinan, kita dipanggil oleh Allah untuk tetap setia menghargai seksualitas dalam kekudusannya. Sekalipun memang tidak gampang, akan tetapi hiduplah dalam ketaatan dan takut akan Tuhan, agar kita tidak menodai seksualitas yang merupakan anugerah Allah bagi kehidupan manusia. [mojo]

“Seksualitas adalah anugerah Allah yang perlu kita jaga kekudusannya“

Renungan Harian

Renungan Harian Anak