Bacaan: 2 Petrus 2: 4 –21 ǀ Pujian: KJ. 445
Nats: “… maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, …” (Ayat 9)
Teologi berkat dan kutuk sudah ada sejak jaman Perjanjian Lama dan biasanya berlaku hitam-putih. Orang baik dan benar di hadapan Allah akan diberkati, sebaliknya mereka yang jahat dan berbuat dosa akan menerima kutuk dan hukuman. Namun bagaimana jika pemahaman ini tidak berlaku demikian? Ketika orang baik justru menderita kemalangan, sedangkan orang jahat mendapatkan kebahagiaan. Tentu hal itu bisa menjadi pergumulan bagi kita. “Lha wong kui salah, kok ya uripe kepenak? Lha kui wong bener, uripe kok rekasa?” Hal seperti inilah yang dihadapi oleh jemaat penerima surat Petrus ini. Mereka diperhadapkan pada kehadiran guru-guru palsu yang seolah-olah mengajarkan Injil namun ternyata mereka menyesatkan jemaat. Para guru ini hanya mencari keuntungan bagi diri mereka sendiri.
Bagaimana sebenarnya cara Tuhan bekerja? Jika kita sampai pada pertanyaan ini, sungguh ini adalah pertanda baik. Mengapa? Karena secara tidak langsung kita mengakui bahwa kita terbatas dan tidak mampu memahami kehendak Tuhan yang Maha Tidak Terbatas. Dalam keterbatasan pemahaman kita itu, bisa menimbul kegelisahan atau bahkan iri hati, “Mengapa orang-orang yang berusaha hidup benar menderita, sedangkan orang-orang yang berbuat jahat mengalami “keberuntungan”? Terlebih pada konteks jemaat rasul Petrus saat itu, bisa jadi “posisi aman” dirasakan oleh orang yang menyebut diri mereka nabi dan guru. Mereka mengajarkan hal yang bertentangan dengan Injil, tetapi justru mereka mendapatkan banyak keuntungan.
Dalam keadaan penuh tekanan, terombang-ambing, dan kebingungan inilah, Rasul Petrus menguatkan jemaat. Petrus menekankan bahwa Tuhan tahu segala yang terjadi dalam dunia ini. Tuhan tidak akan membiarkannya semuanya begitu saja. Sekalipun, cara-Nya tidak selalu dapat kita pahami, tetapi Tuhan tahu! Marilah di masa pra-paskah ini kita bercermin, bagaimana kehidupan kita, sudahkah hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya? Atau hidup kita seolah-olah tampak baik, namun kita belum sepenuhnya hidup seturut dengan kehendak-Nya? Ingat, Tuhan tahu! Dia tidak pernah membiarkan, baik itu orang baik ataupun orang jahat. Mari kita terus berupaya menjadi yang baik. Jika belum bisa, mari kita memulainya dengan bertobat dan berusaha menuju kebaikan Tuhan. Amin. [WE].
“Jalan-Mu tak terselami, namun satu hal ku percaya ada rencana yang indah.”
-Arti KehadiranMu-