Sering tak Terselami Renungan Harian 8 Maret 2019

8 March 2019

Bacaan : Keluaran 6 : 1 – 13 | Pujian : KJ 461
Nats : “…tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu” [ayat 8b]

Pada suatu ketika di negeri antah – berantah, seorang pangeran mengajak beberapa pengawalnya untuk berburu di hutan. Baru beberapa saat masuk hutan, kuda yang ditunggangi sang pangeran terperosok ke dalam lubang. Sang pangeran jatuh terpelanting dan giginya tanggal satu. Sejak kejadian itu dia menggerutu dan marah – marah. Apapun yang dilakukan pengawalnya tidak ada yang benar. Bahkan pangeran ini juga protes kepada Tuhan atas kejadian sial yang menimpa dirinya.

Setelah sekian jauh masuk ke dalam hutan, kemalangan yang lebih lagi tidak bisa dihindarkan. Ada segerombolan suku primitif yang menyergap rombongan sang pangeran. Apesnya, hanya sang pangeran yang tidak bisa meloloskan diri. Pangeran tertangkap, dan akan dijadikan kurban persembahan untuk dewa – dewa yang disembah oleh suku itu. Tetapi, betapa kagetnya si kepala suku mendapati calon kurbannya memiliki cacat giginya hilang satu. Kurban yang cacat tidak diterima dan hanya akan membuat marah para dewa. Akhirnya sang pangeran dilepaskan, dia lari dan ditemukan kemabli oleh pengawalnya.

Kasih TUHAN kepada manusia, sudah tak terbantahkan lagi. Tetapi sering manusia tidak memahami kasih TUHAN yang luar biasa itu. Apalagi, ketika rasa putus asa sudah mendera karena derita yang terlalu lama. Manusia akan semakin sulit memahami kebesaran kasih TUHAN. Seperti yang terjadi dengan bangsa Israel pada waktu itu, ketika mereka masih dalam perbudakan di tanah Mesir. Musa sampai bingung, bagaimana membuat bangsa itu mau mendengar apa yang disampaikan TUHAN melalui dirinya.

Kasih TUHAN memang sering tidak terselami di dalam kehidupan kita. Apalagi ketika perhatian kita hanya terfokus kepada pergumulanyang ada. Maka, mari belajar dan mohon pertolongan Roh Kudus untuk memampukan kita mengerti kebesaran kasih TUHAN di dalam setiap perkara kehidupan ini. Bahkan melalui perkara – perkara kecil dan sederhana yang tak terkirakan. Niscaya hidup kita akan dipenuhi dengan rasa syukur. [wn]

“Cinta itu selalu sulit dilogika (apalagi yang dari TUHAN)”(Jack N. – 1995)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak