Bacaan: Yohanes 14 : 8 – 17 | Pujian: KJ. 237
Nats: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia.” (Ayat 16-17)
Bagaimana perasaan saudara ketika orang yang paling saudara kasihi, orang yang senantiasa menjadi panutan selama hidup saudara, pergi meninggalkan saudara? Perasaan yang terjadi pasti seperti ada ruang kosong di dalam hati. Menjalani hari terasa hambar dan membingungkan karena kita kehilangan sosok yang biasanya bersama kita. Jika tidak teratasi, maka hal itu akan mendatangkan rasa frustrasi.
Bacaan hari mengisahkan Yesus yang hendak meninggalkan para murid. Tetapi, Yesus tidak ingin para murid-Nya berada dalam kekosongan. Bacaan Yohanes 14 merupakan pesan terakhir Yesus sebelum Ia memasuki jalan salib. Ia berpesan sesudah menempuh salib dan dibangkitkan, para murid tidak akan lagi melihat-Nya secara fisik. Walaupun demikian, bukan berarti Ia meninggalkan mereka dalam kekosongan. Di ayat 16-17 disebutkan, “… Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.” Artinya selepas kepergian Tuhan Yesus, kehidupan para murid akan diisi dan dijalani bukan dalam perasaan kehilangan, melainkan sukacita dan kekuatan oleh kuasa Roh Kudus, mereka akan dikuatkan untuk memegang dan melakukan perintah Tuhan.
Dalam kehidupan sebagai orang percaya ada kalanya hati kita menjadi kosong dan hambar karena seakan-akan Tuhan meninggalkan kita dan kita merasa bahwa Tuhan diam saja ketika pergumulan kehidupan terjadi. Bacaan kita saat ini mengingatkan kita kembali untuk yakin dan percaya bahwa kita tidak sendirian, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Oleh karena itu, kita harus tetap fokus pada kasih setia Tuhan dalam hidup ini, karena dalam kesetiaan-Nya, Tuhan selalu hadir memberikan pertolongan dan kekuatan yang nyata dalam hidup kita. Amin. [NPras].
“Seringkali kita merasa sendiri ketika menghadapi kesulitan, nyatanya kita tidak sendiri ada Tuhan Yesus yang selalu hadir menyertai kita.”