Bacaan: Kolose 2 : 1 – 5 | Pujian: KJ. 413
Nats: “Sebab meskipun aku sendhiri tidak ada di antara kamu, tetapi dalam roh aku bersama-sama dengan kamu dan aku melihat dengan sukacita tertib hidupmu dan keteguhan imanmu dalam Kristus.” (Ayat 5).
Suatu pohon bisa tumbuh menjadi besar, berdaun lebat, dan berbuah tentulah sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana pohon itu tumbuh. Apakah mendapatkan sinar matahari dan air yang cukup? Apakah tanah di mana pohon ini tumbuh penuh dengan nutrisi yang dibutuhkan sehingga pohon bisa tumbuh dengan sehat? Kalau semua yang ada di lingkungan sekitar pohon bisa mendukung baik, maka pohon ini bisa tumbuh kuat dan berbuah, meskipun ada serangan penyakit atau bahkan angin kencang, pohon tersebut akan tetap bisa bertahan.
Sama seperti Jemaat Kolose yang sedang bertumbuh menjadi pengikut Kristus, maka perlu Rasul Paulus untuk memperhatikan jemaat ini. Kepedulian tetap ditunjukkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat Kolose, meskipun Rasul Paulus belum pernah bertemu dan mengenal mereka serta tidak ada bersama-sama dengan jemaat Kolose secara fisik. Kepeduliaan ini ditunjukan supaya Jemaat Kolose bisa terhibur dan tetap bersatu di dalam kasih ketika mereka menghadapi tekanan-tekanan budaya yang mengancam iman dan membuat mereka berpaling dari Yesus Kristus. Rasul Paulus merasa bersukacita meski hadir di dalam roh tidak secara fisik untuk melihat ketaatan dalam iman Jemaat Kolose. Kepedulian yang ditunjukkan Rasul Paulus telah memampukan Jemaat Kolose untuk semakin mengenal Yesus Kristus.
Kepedulian seperti ini jugalah yang harus ditampakkan dalam kehidupan keluarga Kristen. Terkhusus kepada orang tua yang bertugas untuk membesarkan putra-putri dengan sabar dan penuh pengertian. Pengertian harus diajarkan lewat keteladanan hidup di dalam Kristus. Kepedulian harus ditunjukkan agar anak memiliki pengetahuan, bertumbuh, dan semakin mengenal kebaikan Allah di dalam Kristus Yesus. Baik bagi ayah maupun ibu memiliki tanggung jawab membimbing dan mengarahkan anak, membangun keluarga yang harmonis, serta lingkungan yang penuh penghargaan, perhatian, dan kasih. (M@ul).
“Orang tua yang mengajarkan melalui keteladanan tentang perintah Allah, berarti sedang mengajarkan kepada anak mengenai konsep yang memimpin pada kehidupan.”