Bacaan : Mazmur 112 : 1 – 9 | Pujian : KJ. 392
Nats: “Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.” (Ay. 1)
Setiap orang pasti mengharapkan hidupnya bahagia. Namun pada praktiknya tidak semua orang bisa merasakannya. Ukuran bahagia bagi tiap orang berbeda-beda, dan cara untuk mengungkapkan bahagia itu pun sangat beragam. Ada yang tertawa, ada juga yang menangis. Menurut KBBI, bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tentram (bebas dari segala yang menyusahkan). Sungguh, ini adalah impian banyak orang. Lalu bagaimana cara untuk mendapat bahagia dalam kacamata Iman kepada Tuhan?
Bacaan kita hari ini mengungkapkan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang takut akan Tuhan. Bagaimana mungkin perasaan “takut” bisa membawa orang bahagia? Orang yang takut akan Tuhan tentu saja suka melakukan perintah-perintah Tuhan dan suka melakukan kewajibannya. Di dalam sikap takut yang berarti taat ini kemudian menjadikan mereka mendapat berkat-berkat dari Tuhan. Berkat itu diterimanya dan kemudian diteruskan pada keturunannya.
Di sisi lain kita bisa belajar dari pengalaman Pemazmur yang tidak goyah oleh ketakutan dan kekhawatiran pada saat-saat sulit yang dihadapi karena kepercayaannya ada pada Tuhan bukan pada dirinya sendiri. Umat Tuhan akan diberi hikmat untuk mengatur segala kepentingan mereka. Tuhan selalu menuntun setiap umat untuk senantiasa berbuat hati-hati. Berbahagialah orang yang dianugerahi hikmat itu oleh Allah.
Inilah berkat yang dialami semua orang yang takut akan Tuhan dan hidup benar dihadapanNya. Hidupnya penuh dengan sukacita karena menaati Firman Tuhan. Oleh sebab itu sebagai orang percaya hendaknya kita menyadari bahwa hidup yang kita jalani adalah anugerah Tuhan sehingga setiap peraturan Tuhan, kita yakini sebagai hal yang mendatangkan kebaikan. Kebahagiaan yang sejati bukan diukur dalam ukuran dunia saja, namun harus diyakini sebagai pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita. (GRA).
“Saat kita bisa merasakan bahagia, berarti kita bisa menerima apapun pemberian Tuhan dan melakukan FirmanNya sebagai wujud ketaatan kita”