Menagih Janji? Renungan Harian 7 Desember 2018

Bacaan : Maleakhi 3 : 13 – 18  |  Pujian: KJ 85
Nats: “Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.” [ayat 17]

“Sekarang saatnya kita menagih janji-janji para pemimpin daerah yang terpilih.”, gumam Pakdhe Man menyaksikan wajah-wajah kepala daerah terpilih yang tampak berseri-seri di dalam layar televisi. Meski awam, Pakdhe Man selalu memantau sepak terjang para pemimpin daerah dan membandingkannya dengan janji-janji mereka ketika berkampanye memenangkan hati rakyat. Seberapa banyak yang sudah terpenuhi? Seberapa banyak yang tidak terwujud? Atau malah menggantung galau diterpa angin?

Lain halnya dengan janji TUHAN yang diungkapkan Maleakhi. Seakan sedang berkampanye, para pendukung TUHAN menawarkan kasih kepada setiap orang yang takut akan TUHAN; “Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.” (ayat 17). TUHAN akan memperhatikan dan mendengarkan aspirasi, mencukupkan kebutuhan dan kepentingan umat yang sungguh-sungguh beribadah kepada-Nya. Janji yang demikian besar ini diungkapkan demi menghadapi tuduhan-tuduhan dari pihak orang-orang fasik yang menilai bahwa hidup bersama TUHAN adalah kesia-siaan (ayat 14). Kata mereka, “Beribadah pada TUHAN sama sekali tidak berfaedah.” Kenyataanya, janji kasih dan keselamatan dari TUHAN telah tergenapi.

Janji TUHAN tersebut telah digenapi, sedang tergenapi dan akan terus digenapi. Kehadiran-Nya dalam Bayi Yesus ribuan tahun silam menunjukkan kesungguhan-Nya dan menepati janji untuk mengasihi umat manusia. Kedatangan-Nya di dunia merupakan anugerah TUHAN untuk siapapun yang beriman kepada-Nya. Sampai saat ini pula, TUHAN sedang menunjukkan Kasih-Nya pada kita, dalam setiap berkat yang kita terima. TUHAN pun berjanji akan datang kembali ‘pada hari yang TUHAN siapkan.’ Kita yang beriman pada-Nya pasti akan turut merasakan janji kasih-Nya kelak.

“Kalau TUHAN sendiri yang berjanji, ngga perlu repot-repot pembuktian janji kayak orang-orang ini. Janji TUHAN itu nyata!” ujar Pakdhe Man sambil mematikan televisi. Amin. [jarwi]

“Janji TUHAN akan tergenapi, bagaimana dengan janji kita?”

 

Bagikan Entri Ini: