Bacaan: Mazmur 1 : 1 – 6 | Pujian: KJ. 306
Nats:“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut ajakan orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk di komplotan pencemooh, …” (Ayat 1)
Dalam dunia saat ini, manusia diperhadapkan dengan perkembangan teknologi yang sangat canggih. Orang tidak lagi membaca berita melalui surat kabar, tetapi banyak informasi dan berita diperoleh dari internet. Setiap orang lebih memilih untuk mencari sesuatu dengan instan tanpa harus melewati proses yang panjang. Teknologi menjadi pengganti segala sesuatu hal yang bersifat lama dan sulit. Misalnya dalam mencari jawaban sebuah tugas, kita bisa langsung cari di Google tanpa harus membaca buku. Apakah itu salah? Hal itu tidak salah jika kita pergunakan secara bijak. Kita perlu untuk melihat kembali, apakah hal itu perlu kita lakukan? Sebagai orang percaya, kita perlu untuk melihat segala sesuatu yang kita lakukan sesuai dengan tujuannya dan juga bagaimana hal tersebut memberikan pengaruh terhadap hidup kita.
Dalam perikop yang kita baca saat ini, pemazmur menjelaskan mengenai orang yang benar dan orang yang fasik. Pada ayat 1-3, Pemazmur menjelaskan secara mendalam jalan orang yang hidup benar. Ayat 1, Pemazmur memulainya dengan kata “berbahagialah.” Hal ini sejatinya memperlihatkan bahwa Pemazmur menyadari bahwa hidup bahagia merupakan impian setiap orang. Untuk seseorang dapat hidup berbahagia, Pemazmur memberikan jawaban dengan tiga aktivitas yang perlu kita hindari, yaitu berjalan menurut ajakan orang fasik, berdiri di jalan orang berdosa, dan duduk di kelompok pencemooh.
Tuhan mengetahui setiap jalan yang kita ikuti sehingga segala sesuatunya tidak ada yang tersembunyi bagi Dia. Oleh sebab itu, jalan manakah yang akan kita pilih? Apakah kita sudah hidup benar dan bahagia bersama dengan Tuhan atau kita masih hidup dalam kehidupan orang fasik yang akan menerima hukuman? Pilihan ada di tangan kita masing-masing. Pilihan kita untuk sesuatu hal adalah tanggung jawab kita sendiri. Pemazmur telah memberikan kepada kita penjelasan yang sangat baik mengenai hal yang Tuhan inginkan, tetapi keputusan kembali kepada pribadi kita. Oleh karena itu, mari kita memilih hidup yang benar agar hidup kita berbahagia. Amin. [nda].
“Hidup adalah sebuah pilihan, maka pilihlah yang benar agar hidupmu menjadi bahagia.”