Bertekun dalam FirmanNya Pancaran Air Hidup 6 September 2022

Bacaan: 1 Timotius 4 : 6 – 16 | Pujian: KJ. 52
Nats:
“Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.” (Ayat 13).

“…Baca kitab suci, doa tiap hari, doa tiap hari, doa tiap hari,
Baca kitab suci, doa tiap hari, kalau mau tumbuh…”

Penggalan nyanyian tersebut, sering dinyanyikan oleh anak-anak kita pada ibadah anak. Mereka menyanyikannya dengan lantang riang gembira bersama teman-temannya didampingi para pamong. Begitulah suasana ibadah anak yang dibangun di setiap jemaat, yang dikemas sedemikian rupa agar anak-anak dapat mengikuti ibadah dengan sukacita dan dapat melakukan setiap hal baik yang disampaikan di ibadah. Contohnya dengan menyanyikan lagu “baca kita suci, doa setiap hari” dengan harapan anak-anak juga melakukan hal yang sama setelah ibadah anak usai dan mereka kembali ke rumah bersama dengan keluarga. Mereka menjadi terbiasa membaca kitab dan berdoa agar semakin bertumbuh dalam iman, dengan didampingi orang tua mereka. 

Bacaan kita hari ini, Paulus memberikan nasihat kepada Timotius dalam memimpin jemaat yang penuh dengan tantangan. Sebagaimana yang disampaikan di ayat 13, Timotius diperintahkan untuk bertekun dalam membaca kitab suci dan bertekun dalam mengajarkannya kepada jemaat. Dengan cara demikian, Timotius sebagai pemimpin jemaat dapat tetap teguh dalam pengajaran Kristus. Demikian pula pengajaran yang dilakukan Timotius, tidak hanya berdampak bagi jemaat saja, tetapi juga berdampak bagi kehidupan imannya.

Seperti ajakan yang dilakukan oleh para pamong kepada anak-anak, yaitu baca kitab suci, doa setiap hari, ajakan yang sederhana tetapi sangat berdampak bagi pertumbuhan iman anak-anak. Sebagaimana yang dialami oleh Timotius, dengan bertekun membaca kitab suci dan mewartakannya dapat menjadi sarana menghadapi tantangan yang dihadapinya. Kitapun demikian, dengan sarana membaca kitab suci dan memahaminya akan berdampak baik, dalam menghadapi tantangan dunia. Meskipun terkadang banyak hal di kitab suci yang tidak dapat kita pahami. Mari kita terus bertekun membaca kitab suci, baik secara pribadi ataupun bersama dengan keluarga. Kiranya hikmat Tuhan memampukan kita memahami firman-Nya sebagai bekal hidup menghadapi perkembangan zaman. Amin. [GFC].

“Firman-Nya bukan hanya sekedar bacaan belaka, melainkan tuntunan hidup kita”

 

Bagikan Entri Ini: