Harapan di Masa Sulit Pancaran Air Hidup 6 September 2021

6 September 2021

Bacaan: Yesaya 38 : 10 – 20 | Pujian: KJ. 362
Nats:
“Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!” (Ayat 16).

Hidup yang kita jalani setiap hari, tidak semakin mudah. Ada banyak tantangan bahkan kegagalan yang terjadi dalam hidup kita setiap hari. Apalagi menghadapi masa pandemi, sakit penyakit menjadi semakin mengerikan. Ada banyak hal yang bisa membuat kita menjadi frustasi dalam menjalani hidup. Dalam kondisi yang semacam ini apakah yang bisa kita andalkan untuk tetap tegap menjalani hidup keseharian kita?

Bacaan kita pada hari ini menghantar kita pada sebuah masa, ketika raja Hizkia pernah menderita sakit dan ia menerima sabda bahwa ia tidak akan sembuh (lih. Yes. 38:1). Kenyataan ini sempat membuat Raja Hizkia menjadi patah semangat namun ia tetap mengutarakan perasaannya kepada Tuhan. Tuhanpun mengabulkan permohonan Raja Hizkia. Kisah inilah yang kemudian dituliskan oleh sang raja dalam Yesaya 38:10-20. Bagi raja Hizkia, seseorang yang hidup benar di hadapan Tuhan, tidak terlepas dari masalah-masalah yang menimpanya. Ia tetap mengalami persoalan kenegaraan, di mana negara yang ia pimpin menjadi incaran bangsa Asyur. Ia sendhiri sebagai seorang manusia mengalami persoalan dengan kesehatannya. Sebagai seorang raja tentulah ia memiliki banyak bawahan dan juga banyak harta. Namun ia sadar betul bahwa itu semua tidak bisa ia andalkan. Bahkan ia juga tidak bisa mengandalkan dhirinya sendhiri. Raja Hizkia sadar betul bahwa segala yang ia miliki saat itu tidak bisa digunakan untuk menyembuhkannya. Oleh karena itu, ia hanya berlari pada satu pihak, yaitu Tuhan sendhiri. Tuhan sebagai pemilik kehidupannya.

Bagi kita sekarang ini, mungkin saja hari-hari ini terasa berat. Ada banyak tantangan yang bisa menghimpit kita. Namun dengan bacaan hari ini kita perlu melihat bahwa yang menjadi fokus ialah harapan kita kepada Tuhan. Kita akan dimampukan menjalani hari-hari ini apabila kita menyerahkan dhiri kita sepenuhnya dan hidup benar di hadapan-Nya. (fani).

 “Harapan adalah kemampuan untuk melihat ada cahaya meskipun semua dalam kegelapan.” (Desmond Tutu)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak