Doa Bagi Anak Renungan Harian 6 Oktober 2019

Bacaan : 2 Timotius 1 : 114  |  Pujian  : Kidung Kontestual 143
Nats : “Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.” (ayat 13)

Douglas MacArthur adalah seorang tentara bintang lima Amerika Serikat. Dia berperan besar dalam Perang Dunia II sebagai pemimpin pasukan AS di wilayah Asia Pasifik yang menerima penyerahan kalah Jepang kepada Sekutu. Bukan hanya prestasinya yang ternama, doanya untuk anak laki-lakinya pun sangat terkenal. Demikian petikan sebait doanya:

Bentuklah anakku, Tuhan, untuk cukup kuat menyadari bahwa dia lemah dan menjadi cukup berani menghadapi dirinya ketika ketakutan
Menjadi seorang yang bangga dan tidak mengingkari kekalahannya dengan jujur serta rendah hati dan lemah lembut dalam kemenangan

Biasanya orang tua mendoakan kemudahan bagi anak-anaknya. Tidak baginya. Dia melihat bahwa hidup akan penuh tantangan dan ketegangan. Hidup bukanlah jajaran kebahagiaan dan kemenangan semata, tetapi juga kekalahan, kegagalan, ketakutan, dan kelemahan. Hal-hal tersebut adalah realitas kehidupan. Tak mungkin bisa dihindari, tak perlu ditolak. Jadi alih-alih mendoakan semua serba baik-baik, dia justru berdoa supaya anaknya mampu menghadapi berbagai situasi baik maupun buruk dari kehidupan.

Hal itu juga yang nampak dalam surat Paulus kepada Timotius hari ini. Agaknya Timotius dalam kondisi yang tidak serba mudah dalam pelayanannya. Timotius harus merengkuh sakit dan menangis. Ah, siapa orang tua yang tega melihat anaknya menderita? Mungkin tak ada. Lebih menyayat dari raungan tangis seorang anak adalah tangis orang tua dalam senyap. Paulus tidak mengharapkan Timotius serba baik-baik saja dan lepas bebas dari masalah. Tidak ada hidup bermakna yang serupa itu. Hidup yang serba enteng justru bisa membuat orang menjadi sembrono dan tidak bertanggung jawab. Dia malah meminta Timotius mampu tetap beriman dan melakukan kasih dalam segala kondisi hidupnya. Dengan tetap memegang iman dan kasih, Timotius akan mampu menghadapi berbagai kondisi hidup baik yang mudah maupun yang susah. Dan itulah, bagi Paulus, yang terbaik untuk Timotius.

Hai para orang tua! Apa doa Anda bagi anak-anak Anda hari ini? Hai anak-anak! Apa doa Anda bagi orang tua Anda hari ini? (gid).

“Doa bukan mengubah susah menjadi mudah, doa memberikan daya menghadapi mudah maupun susah.”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •