Bacaan : Amos 5 : 12 – 24| Pujian : KJ. 39
Nats: “Carilah yang baik dan jangan yang jahat supaya kamu hidup” (ay.14a)
Ada salah satu lirik lagu dangdut koplo yang demikian “balikan ning mantan, podo karo mangan jangan nget-ngetan”. Jangan nget-ngetan atau biasa disebut blendrang (sisa masakan bersantan yang sudah dipanaskan berkali-kali) memang memiliki sensasi tersendiri. Biasanya rasanya lebih gurih dibanding yang baru dimasak, sehingga ada yang sengaja mblendrang supaya lebih nikmat lagi. Tetapi bagaimana kandungan gizinya? Karena berulangkali dipanaskan sehingga makanan itu kehilangan kandungan vitamin dan mineral di dalamnya. Selain itu mengandung lemak yang tidak menguntungkan bagi tubuh manusia. Blendrang memang nikmat, tetapi ternyata tidak ada gizinya sama sekali untuk tubuh manusia.
Seperti penikmat blendrang inilah gambaran bangsa Israel pada jaman Amos. Pada jaman Amos banyak terdapat kuil-kuil dewa Baal dan bangsa Israel tetap memuja dewa-dewa itu. Disanapun ada ketimpangan sosial, ketidakadilan kaum kaya terhadap kaum miskin, orang-orang kaya memeras kaum miskin. Hakim-hakim tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Upacara-upacara keagamaan hanya dilakukan sebagai sekedar formalitas ritual semata. Dengan kondisi yang seperti itulah Amos mengajak orang Israel untuk bertobat, berbalik dari kehidupannya yang lama itu. Amos mengajak orang Israel untuk meninggalkan yang jahat dan tidak berkenan kepada Tuhan dan melakukan yang baik dalam dirinya. Jika itu benar dilakukan, jika orang Israel benar-benar meninggalkan yang jahat dan melakukan yang baik, maka Tuhan akan menyertai dan mengasihi kehidupan bangsa Israel.
Peringatan Amos berlaku juga bagi kehidupan kita. Kita semua adalah orang-orang yang telah dipanggil dan dipilih-Nya untuk melakukan kebaikan dan menjadi berkat bagi sesama. Lalu bagaimana kita? Memang kadang kehidupan lama kita, kehidupan duniawi ini lebih menyenangkan dan mungkin menjanjikan kebahagiaan yang kelihatan dibanding apa yang diperintahkan Tuhan. Tetapi bukankah itu sama halnya dengan kita makan blendrang saat tersedia makanan baru di depan kita. Seperti lirik lagu dangdut koplo tadi balikan ning mantan kayak mangan jangan nget-ngetan. Balik ke kehidupan lama, ogah ah. Tidak ada gunanya, tidak ada gizinya malah bisa menjadikan penyakit. (cha)
“Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup”