Mengupayakan Hikmat Pancaran Air Hidup 6 Mei 2026

6 May 2026

Bacaan: Amsal 3 : 13 – 18  |  Pujian: KJ. 407
Nats: “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian.” (Ayat 13)

Sering kali dalam permohonan doa syafaat dalam suatu ibadah, kita berdoa untuk para pemimpin pemerintahan, pejabat negara, dan setiap individu yang duduk dalam jajaran pemerintahan. Baik dari tingkat yang paling bawah, sampai tingkat yang paling atas. Kita sebagai warga negara mempunyai harapan besar agar para pemimpin bangsa kita mempunyai hikmat dalam mengambil keputusan dan menentukan kebijakan untuk kesejahteraan bangsa dan negara kita. Ada kata-kata dalam doa syafaat yang hampir selalu diucapkan, yaitu “Tuhan, berikanlah hikmat dan kebijaksanaan untuk para pemimpin bangsa kami.” Jarang sekali, bahkan belum pernah kita dengar di dalam doa syafaat, kita meminta Tuhan memberikan kekayaan untuk para pemimpin bangsa. Hal itu bukan tanpa sebab, karena hikmat dan kebijaksanaan lebih utama dibanding kekayaan.

Salomo adalah seorang raja yang terkenal mempunyai hikmat, kebijaksanaan, dan mempunyai kekayaan yang berlimpah. Tidak ada raja yang bisa melampaui hikmat, kebijaksanaan, dan kekayaan Salomo. Hikmat yang didapatkan oleh Salomo bukan datang tiba-tiba, akan tetapi karena ia memohon hikmat kepada Tuhan melalui mimpi di suatu tempat yang bernama Gibeon. Di dalam 1 Raja-raja 3:12, Tuhan mengaruniakan kepada Salomo hati yang penuh hikmat dan pengertian.

Dalam kehidupan yang kita jalani, tentunya kita semua ingin mempunyai hidup yang bahagia dan sejahtera. Kebahagiaan duniawi bisa berupa kekayaan, kesehatan, pekerjaan yang mapan, bahkan kita juga mempunyai keinginan memiliki status sosial yang tinggi dan kehormatan. Melalui teladan hidup dari Salomo hari ini, ada pelajaran yang sangat baik dan berharga untuk kita ikuti, yaitu sebelum kita mengejar kebahagiaan duniawi, kita harus lebih mengutamakan hikmat dari Tuhan. Hikmat itu harus kita upayakan, sebab hikmat tidak datang sendiri menghampiri kita. Ketika hikmat melingkupi akal budi kita, maka seperti firman Tuhan kepada Salomo, kekayaan, kemuliaan, umur panjang, dan berbagai kebahagiaan yang kita harapkan akan Tuhan anugerahkan dalam hidup kita. Maka janganlah khawatir akan hidup yang kita jalani. Mari kita memohon hikmat dari Tuhan, sebab dengan hikmat dari Tuhanlah kita akan semakin bijaksana dalam menjalani dan memaknai hidup. Amin. [LY].

“Jangan jemu-jemu memohon hikmat, karena hidup kita akan lebih bermakna!”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak