Bacaan : Yehezkiel 1 : 1 – 25 | Pujian : KJ 378 : 1, 2
Nats : “ …terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah.” [ayat 1]
Manusia sering ingin membuktikan kehadiran kekuatan supranatural di tengah-tengahnya. Maka berita-berita atau kisah-kisah yang berkaitan dengan dunia supranatural menjadi perhatian, bahkan telah menjadi sebuah industri yang mendatangkan banyak uang. Di berbagai media baik media konvensional maupun media baru, begitu banyak program, serial, film yang bertema hal-hal supranatural yang sangat digemari oleh masyarakat.
Di bidang yang lain, kekuatan supranatural juga diburu. Banyak orang berusaha untuk mendapatkan kekuatan supranatural agar bisa memiliki kendali atas hal-hal yang tidak mampu dipahami secara rasional. Banyak orang berlomba agar bisa mendapat penglihatan-penglihatan dan meramalkan kejadian-kejadian. Dengan demikian, mereka bisa mempunyai kuasa yang dibutuhkan dan menjadi individu yang diperhitungkan.
Di dalam Alkitab, kisah supranatural bukanlah kisah yang asing. Banyak kisah yang berisi mukjizat-mukjizat. Dalam kehidupan iman, kepercayaan kepada Allah, Roh Kudus, Surga Neraka, dsb merupakan tanda bahwa orang percaya terkait erat dengan dunia supranatural. Dunia supranatural merupakan dunia yang menarik, karena tidak bisa dipahami tanpa kepekaan.
Allah adalah kekuatan supranatural. KehadiranNya sering tidak mampu kita sadari karena keterbatasan kepekaan kita. Padahal Ia selalu peduli dan menjagai kita. Manusia merasa bahwa sepertinya Allah tidak hadir dalam hidupnya karena tidak mengalami mukjizat-mukjizat atau pengalaman supranatural yang luar biasa. Manusia lupa bahwa kehidupannya setiap detik adalah mukjizat, sebuah karya kekuatan Supranatural Allah.
Kehidupan ini sudah merupakan mukjizat. Bukti kekuatan supranatural Allah. Jika selain hidup sehari-hari yang luar biasa Tuhan mengaruniakan kemampuan supranatural berupa penglihatan atau kemampuan bernubuat, maka itu merupakan sebuah tanggung jawab.Tanggung jawab yang harus ditunaikan bagi pelayanan kepada Tuhan bagi sesama, bukan dijadikan alat untuk menguasai orang lain atau memegahkan diri. Allah yang harus dimuliakan, bukan kemampuan supranatural yang Ia karuniakan. [dn]
“Hidupmu Adalah Keajaiban. Syukuri dan Jadikan Berarti!“