Melakukan Kehendak Allah Pancaran Air Hidup 6 Maret 2022

6 March 2022

Bacaan: Lukas 4: 1 13 | Pujian: KJ. 436
Nats:
“Jawab Yesus kepadanya: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.” (Ayat 4)

Makanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia untuk hidup. Tanpa makanan, tubuh manusia bisa menjadi lemah karena kekurangan nutrisi, yang dapat menyebabkan sakit bahkan sampai kematian. Walaupun demikian, ternyata makanan bukanlah satu-satunya kebutuhan manusia. Karena itu, kita sering mendengar ungkapan:mangan enggak mangan asal kumpul.Anehnya seseorang dapat menghalalkan berbagai macam cara demi memenuhi kebutuhan makanan, walaupun harus dengan cara-cara curang dan merugikan orang lain.

Yesus menyadari bahwa roti adalah kebutuhan-Nya pada saat itu. Setelah berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun, tentu Yesus merasa lapar. Itulah mengapa Iblis yang berwujud ular, menyuruh-Nya merubah batu menjadi roti, tetapi Yesus tidak melakukannya. Ia menolak dengan mengatakan “Manusia hidup bukan dari roti saja. Ia ingin menegaskan, bahwa Ia tidak tunduk di bawah kuasa dan perintah Iblis, walaupun Ia harus menahan lapar. Bagi-Nya, makanan tetap penting bagi manusia, tetapi yang jauh lebih penting adalah melakukan kehendak Allah dan hidup di bawah kuasa Allah. Sayangnya, banyak orang memilih mengabaikan firman dan kehendak Allah, demi memenuhi kebutuhan “perutnya” sendiri. Mereka menindas, menipu, mencuri, merampok, korupsi, dan melakukan berbagai macam hal jahat untuk memuaskan keinginannya. Hidupnya tidak lagi di bawah kuasa Allah tetapi sudah menjadi budak Iblis.

Perjalanan hidup kita seringkali menghadapi situasi yang sama, antara melakukan firman Tuhan atau menuruti hawa nafsu manusiawi kita. Perenungan kita hari ini mengajarkan kita tentang kuasa Allah dalam diri Tuhan Yesus yang mengatasi kuasa Iblis. Karena itu, marilah kita tetap teguh memilih bertahan dalam kesetiaan hidup, di bawah kuasa dan kehendak Allah, sebagaimana yang sudah Tuhan Yesus teladankan kepada kita. Amin. [mere].

 “Setiap pencobaan adalah sebuah kesempatan untuk mempercayai Allah.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak