Bukan Sekadar Persembahan Pancaran Air Hidup 6 Juni 2026

6 June 2026

Bacaan: Mazmur 50 : 7 – 15  |  Pujian: PKJ. 264
Nats: “Persembahkanlah kurban syukur kepada Allah, …” (Ayat 14a)

Pada suatu ketika, saya pernah berbincang-bincang dengan teman gereja tentang nominal persembahan yang biasa mereka masukkan dalam kantong persembahan. Bukan pembicaraan yang serius melainkan lebih pada obrolan yang sifatnya guyonan. Dengan sangat terbuka kami saling memberitahu satu sama lain berapa jumlah uang yang kami masukkan. Ternyata jumlah uang yang kami masukkan nominalnya sama, berkisar lima ribu dan paling banyak sepuluh ribu (itu pun jarang-jarang). Sambil tersenyum dan saling pandang, saya berkata kepada teman saya tersebut, “Walah ternyata kita sama ya, sama-sama sedikit dalam memberikan persembahan.”

Bacaan firman Tuhan hari ini berbicara tentang teguran Tuhan kepada bangsa Israel melalui hambanya Asaf bin Berekhya. Asaf adalah keturunan Lewi yang mempunyai karunia menjadi seorang pemazmur dan pemimpin paduan suara di Bait Allah pada zaman raja Daud. Melalui Asaf, Tuhan dengan keras mengecam sikap hidup orang Israel yang melakukan perbuatan yang dibenci Allah. Tuhan menekankan bahwa persembahan yang mereka berikan kepada-Nya bukan sekadar persembahan berupa ritual yang terlihat atau persembahan materi yang berlebihan melainkan Tuhan menghendaki agar mereka mempersembahkan hati dan hidup mereka kepada Tuhan. Hati dan hidup seturut dengan kehendak Tuhan Allah.

Melalui renungan hari ini, Tuhan menginginkan kita semua mempunyai sikap hidup yang mencerminkan kasih kepada sesama, saling peduli satu sama lain, dan tulus. Sikap hidup sehari-hari yang penuh rasa syukur kepada Tuhan harus kita tanamkan dalam hati dan pikiran kita untuk kemudian kita cerminkan dalam tindakan nyata. Kita memberikan persembahan yang terbaik kepada Tuhan, bukan sekadar memberikan persembahan berupa uang atau materi saja, tetapi kita juga mau mempersembahkan  hidup kita. Kita mempersembahkan waktu dan tenaga kita untuk melayani umat Tuhan. Kita mempersembahkan talenta dan kemampuan kita bagi kemuliaan Tuhan. Akan lebih berharga di mata Tuhan ketika kita menjalani hidup kita sehari-hari dengan penuh ucapan syukur kepada Tuhan, dengan ketulusan dari hati kita yang paling dalam. Mari kita mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan, hidup yang berkenan di hadapan Tuhan dan hidup yang bermakna bagi sesama. Amin. [LY].

“Ketulusan adalah wujud ucapan syukur.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak