Bacaan: Lukas 10 : 1 – 11, 16 – 20 | Pujian: KJ. 407
Nats: “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.” (Ayat 3)
Domba dan serigala merupakan dua hewan yang berbeda karakteristiknya. Seperti yang kita ketahui bersama, domba adalah salah satu hewan yang sering digambarkan sebagai hewan yang lemah, tidak berdaya, dan lugu, karena mereka mudah sekali untuk hilang atau tersesat ketika mereka tidak bersama dengan gembalanya. Tetapi tahukah saudara, bahwa domba juga merupakan hewan yang patuh kepada suara dan tuntunan gembalanya. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa tanpa kehadiran sosok gembala, domba akan mudah tersesat dan tercerai berai. Hal ini berbeda dengan serigala, dimana serigala adalah hewan yang cukup buas. Sehingga mereka tidak menggantungkan hidupnya pada sosok gembala. Selain itu serigala juga dapat mencari makan mereka sendiri dan dapat bertahan hidup tanpa bantuan sosok gembala.
Melihat bacaan kita saat ini, secara logika tentu hal ini tidak masuk akal. Karena bagaimana mungkin seorang anak domba yang lemah, tidak berdaya, dan lugu harus diutus di tengah-tengah serigala. Tetapi firman Tuhan saat ini secara tegas mengatakan, “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.” Maka sebagai anak domba yang patuh kepada gembalanya, tugas perutusan ini pun juga harus dilakukan dengan penuh kepatuhan.
Dari sini kita bisa melihat bahwa gambaran anak domba adalah gambaran diri kita yang sedang diutus Allah untuk melakukan pelayanan di tengah-tengah dunia ini. Sedangkan gambaran serigala adalah gambaran dunia ini dengan segala tantangannya yang dapat dengan mudah menerkam kita. Maka hal yang harus kita siapkan dan tanamkan dalam diri kita sebagai anak domba yang diutus ke tengah-tengah serigala adalah sikap patuh. Benar jika anak domba itu lemah, tetapi karena sikap patuh yang dimilikinya membuat anak domba itu tetap fokus kepada tugas perutusannya dengan mendengarkan arahan dari Sang Gembala, yaitu Tuhan. Maka di pekan anak saat ini, marilah kita patuh kepada Tuhan layaknya anak domba kepada gembalanya. Kiranya kita senantiasa setia mendengarkan perintah dan melakukan kehendak Sang Gembala kita. Amin. [nda].
“Patuh adalah kunci untuk kita melakukan tugas perutusan yang diberikan oleh Sang Gembala.”