Bacaan: Yesaya 40 : 1 – 11 ǀ Pujian: KJ. 85 : 1, 7
Nats: “Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!” (Ayat 3).
Berita yang paling dirindukan dan dinanti-nantikan oleh orang yang sedang berada dalam penjara adalah berita pembebasan. Bahwa masa hukumannya telah berakhir dan ia akan segera bebas. Itulah berita yang ada dalam Yesaya pasal 40 – 60, bagian kedua dari kitab Yesaya merupakan kumpulan nubuat tentang pemulihan yang akan Allah lakukan terhadap umat-Nya, setelah mereka selesai menjalani masa pembuangan di Babel. Pertanyaannya adalah apakah pengharapan akan hari pembebasan itu masih ada dalam hati mereka? Mengingat masa penghukuman yang sangat lama. Atau justru sebaliknya, hati mereka sudah dikeraskan dengan kepahitan, dendam, dan kesombongan. Itulah sebabnya, Firman Tuhan dalam Yesaya 40 ini berisi penghiburan akan pengampunan dari Tuhan (ay. 1-2). Sekaligus juga sebuah seruan kepada umat Tuhan supaya mereka menyiapkan hati mereka menyambut hari pembebasan yang akan segera tiba (ay. 3). Karena itu, mereka perlu menyingkirkan penghalang di hati mereka agar mereka dapat melihat keselamatan yang dari Tuhan.
Tekanan hidup yang berat serta waktu yang lama dalam masa pembuangan dapat membuat sebagian orang merasa pesimis dan kehilangan pengharapan. Padahal pembuangan dan penderitaan bukan dimaksudkan Allah untuk menghancurkan hidup mereka, tetapi justru untuk memurnikan kehidupan umat. Namun situasi yang berat bisa membuat orang kehilangan iman, kurang sabar, dan akhirnya jatuh dalam lembah keputus-asaan. Karena itu, hati yang seperti ‘lembah’ inilah yang harus diratakan, supaya dapat melihat kemuliaan dan keselamatan dari Tuhan.
Saat ini kita memasuki masa Adven, kita dipanggil untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan yang akan dan sudah hadir dalam kehidupan kita. Firman Tuhan mempertanyakan kepada kita, “Apakah tekanan dunia membuat kita semakin melekat kepada Tuhan atau sebaliknya semakin membawa kita jauh dari Tuhan?” Di masa Adven ini, bagi kita yang hatinya penuh kebimbangan dan kegalauan, Yesaya berseru, “Ingatlah akan hidup manusia yang terbatas, hanya seperti bunga rumput.” Sebab itu jangan sia-siakan anugerah keselamatan yang telah Tuhan berikan kepada kita. Luruskan jalan bagi Tuhan dengan membereskan kehidupan kita yang penuh kekacauan.” Amin. [Life].
“Semakin kita melekat kepada Tuhan adalah bukti kita meluruskan jalan bagi-Nya.”