Sadar Diri Pancaran Air Hidup 6 Agustus 2025

6 August 2025

Bacaan: Pengkhotbah 12 : 1 – 8  |  Pujian: KJ. 19 : 1, 4
Nats: “Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya.” (Ayat 1)

Ada sebuah lagu nasional berjudul Bangun Pemudi Pemuda yang lirik demikian:

Bangun pemudi-pemuda Indonesia, Lengan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmulah, Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Menurut saudara lagu ini ingin menyampaikan apa? Lagu ini sejatinya mendorong orang muda untuk berkarya dan mengandung pemahaman bahwa masa muda adalah masa yang penuh daya dan tenaga untuk berbakti kepada nusa bangsa. Hal ini dikarenakan ketika muda, kita memiliki banyak kesempatan dan cukup waktu untuk menggali potensi yang  kita miliki. Kita pun masih memiliki tenaga yang kuat untuk melakukan berbagai macam karya. Sehingga muncul sebuah kalimat, “Yang Muda Yang Berkarya”, karena masa muda adalah masa yang tepat untuk berkarya.

Pengkhotbah juga memandang hal itu dari sudut pandang yang sama. Masa muda disebutnya sebagai masa yang baik. Hal itu tampak dari pernyataan Pengkhotbah bahwa akan tiba hari-hari malang, yaitu masa ketika tidak ada lagi kekuatan seperti saat muda. Karena itu, para orang muda dinasihati untuk selalu ingat kepada Tuhan Allah, Allah Sang Pemberi Waktu dan Kekuatan. Orang muda diajak untuk sadar diri bahwa kekuatan yang mereka milik itu bukan datang dengan sendirinya, melainkan karena karunia Tuhan Allah. Oleh karena itu, dengan kekuatan itu, orang muda harus menggunakannya dengan baik dan bijaksana.

Masa muda tidak harus selalu berkaitan dengan usia. Masa muda juga bisa dipahami sebagai saat kita masih berdaya melakukan sesuatu. Daya itu bisa berupa kekuatan fisik, keterampilan, kemampuan bersosialisasi, atau kepemimpinan. Kita harus selalu ingat bahwa daya itu adalah karunia dari Sang Pencipta. Karena itu, selama kita diberikan kemampuan, kita harus sadar diri. Dengan demikian, segala kemampuan itu, dapat kita pergunakan untuk kebaikan dalam rasa takut akan Tuhan. Amin. [nda].

“Lakukan yang terbaik selagi engkau masih kuat, dan sadar dirilah bahwa kekuatanmu berasal dari Sang Pencipta.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak