Berharap Kepada-Nya Pancaran Air Hidup 6 Agustus 2022

Bacaan: Mazmur 33 : 12 – 22 | Pujian: KJ. 408
Nats:
“Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, …” (Ayat 18).

“… Suka-duka dipakai-Nya untuk kebaikanku; Suka-duka dipakai-Nya untuk kebaikanku.” Penggalan nyanyian dari Kidung Jemaat tersebut senantiasa mengingatkan kita akan proses kehidupan yang diwarnai dengan suka dan duka. Dalam kenyataannya kita memiliki cara sendiri dalam merespon suka dan duka kehidupan. Dalam meresponya, tidak sedikit orang yang belum bisa berdamai dengan keadaan duka yang dialaminya. Juga ada yang terlalu bersuka hingga lupa akan keberadaan diri. Itu semua merupakan dinamika kehidupan dalam menghadapi suka-duka kehidupan pemberian Tuhan. 

Bacaan Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk menyadari keberadaan diri kita dihadapan Tuhan dan bagaimana Tuhan memperhatikan diri kita. Kesaksian iman pemazmur dalam ayat 12, menerangkan bahwasanya Tuhan sendiri yang memilih umat-Nya dan memperhatikan keberadaan umat-Nya. Dengan demikian setiap dinamika kehidupan manusia, Tuhan selalu memperhatikannya. Akan tetapi yang menjadi persoalan adalah respon umat dalam menanggapi penyertaan serta pertolongan Tuhan yang terkadang bertolak belakang dengan penyertaan Tuhan yang tidak pernah berhenti. Karena itu, pemazmur mengajak semua umat-Nya untuk senantiasa berharap akan kasih setia-Nya dan bersyukur sebagai umat pilihan-Nya. 

Mengatakan dengan yakin dan mengaminkan suka-duka dipakai Tuhan untuk kebaikanku, terkadang terganjal dengan keinginan manusia yang “mencintai” suka dibandingkan dengan duka. Padahal dalam kenyataanya kita semua tidak bisa mengelak bahwa suka-duka senantiasa berdampingan. Oleh karena itu, mari kita menyadari bahwasanya kita adalah umat yang beruntung dipilih-Nya seperti yang disampaikan oleh pemazmur. Tuhan tidak akan meninggalkan kita dalam menjalani dinamika hidup yang terasa terjal karena lebih banyak duka daripada suka. Mari dengan mantap kita mengatakan suka-duka dipakai Tuhan untuk kebaikan hidup kita, karena melalui dinamika tersebut kita semakin merasakan karya Tuhan yang memiliki kehidupan dan hidup kita. Amin. [GFC]. 

“Berharaplah kepada yang pasti, bukan kepada yang sebatas memberi harapan.”

 

Bagikan Entri Ini: