Hidupmu Adalah Bait Allah Renungan Harian 5 Maret 2018

Bacaan: I Korintus 3:10-23  I   Pujian: KJ  254:1,2,3,4.
Nats:
“Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.” (ayat 17).

Dasar hidup gereja dan semua orang percaya adalah Tuhan Yesus Kristus. Membangun gereja, para pejabat gereja, para pengajar, para pengkhotbah, para orangtua, dll. harus dengan bahan berkualitas terbaik, yakni ajaran dan hidup yang benar (3:12-), yang memenuhi standar Allah. Sebab itu, pengajaran gereja harus berisi tuntunan agar setiap warga gereja dapat bertumbuh menjadi dewasa, peka rohani, dan memiliki pengakuan yang kuat. Kayu, rumput kering, dan jerami merupakan bahan bangunan yang kurang kuat. Warga yang tidak kuat mudah diserang oleh ajaran salah (3:1-4). Tuhan Yesus adalah pondasi kokoh kita. Hidup kita harus padu dengan patron-Nya. Pondasi yang lemah adalah kekayaan, kenyamanan, kesuksesan, dan popularitas.

Ada dua cara untuk membinasakan sebuah bangunan, yakni dengan merusak pondasi atau membangun dengan bahan yang tidak baik. Kristus mengevaluasi setiap kontribusi para pelayan dan warga gereja tentang kesungguhan hati setiap karya mereka. Karya yang baik akan dipuji dan karya yang tidak sungguh-sungguh atau buruk akan tidak diperhitungkan. Ide tentang ‘orang yang akan diselamatkan tetapi seperti dari dalam api’ berarti bahwa pekerja yang tidak sepenuh hati akan diselamatkan, tetapi seperti orang yang melarikan diri dari bangunan yang terbakar. Semua prestasi mereka akan lenyap.

Tubuh kita adalah bait Allah dan Roh Allah ada di dalam bait-Nya. Untuk itu, jangan dirusak oleh pengelompokan, percekcokan, atau dosa-dosa lain, melainkan sebagai tempat bersama untuk menyembah Allah. Para orang percaya dapat mengisi hidup dengan baik. Sebab, mereka memahami tujuannya dengan benar, sehingga tidak takut mati, sebab kematian bukan hal yang menakutkan, sebab Kristus menaklukkan semua ketakutan (I Yoh.4:18). Kematian adalah awal kehidupan kekal bersama Allah. Amin. (Esha).

“Kristus Penolong, Perisai, dan Penolong kita.”

 

Bagikan Entri Ini: