Bacaan : 2 Raja-raja 19 : 8 – 19, 35 – 37 | Pujian : KJ 250
Nats : “Ya TUHAN, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan bangsa-bangsa dan negeri-negeri mereka…” (ayat 17)
Pemusnahan bangsa-bangsa, setelah tahun 1944 mendapat istilah genosida dari kata Yunani genos (bangsa/rakyat) dan bahasa Latin caedera (pembunuhan). Ada pula istilah genosida budaya yang berarti pembunuhan peradaban, yang didalamnya termasuk penghancuran simbol-simbol peradaban suatu kelompok atau suku. Menurut Statuta Roma dan Undang-Undang No. 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM, genosida termasuk pelanggaran HAM berat. Jika dirunut sumber munculnya genosida adalah ideologi tribalisme, yakni mentalitas mengunggulkan suku atau kelompok sendiri, dan merendahkan kelompok lain. Dalam bidang agama adalah keyakinan bahwa tidak ada kebenaran lain, selain agamanya, atau fanatik buta. Sehingga pemeluk agama lain harus dimusnahkan karena dianggap merusak kesucian kelompoknya bahkan dunia ini. Sementara kelompok itu sendiri telah menebarkan kekacauan dan merusak kedamaian di mana-mana.
Ini pulalah yang dilakukan oleh Sanherib Raja Asyur yang memusnahkan bangsa Laknis, Etiopia, Gozan, Haran, Resef, Eden juga negeri Hamat, Arpad, Sefarwaim, Hena dan Iwa. Bangsa Asyur juga melawan Israel. Mereka meremehkan Allah Israel melalui perkataan Sanherib. Namun hal ini justru membawa dampak positif bagi Raja Hizkia. Ia mendekat dan meminta pertolongan Allah melalui doa. Allah pun menjawab doa Hizkia. Allah mengirimkan malaikat-Nya dan memusnahkan pasukan Asyur. Bahkan pada akhirnya Allah, menghukum Raja Sanherib, ia mati dibunuh oleh Adramelekh dan Sarezer anak-anaknya sendiri. Dari satu hal ini pasti Allah ada dibalik cerita ini, Allah memusnahkan pelaku genosida dan ideologi tribalisme.
Di era millenial ini, tribalisme semakin marak melalui media sosial. Diawali oleh group-group dengan prereferensi (ketertarikan yang sama) lahir kelompok yang bermental merendahkan suku atau kelompok lain. Ingatlah Allah membenci tribalisme dari dulu sampai jaman modern ini –neo tribalisme-! Jangan sampai kita terpengaruh ideologi tribalisme ini. Marilah kita membangun hidup bersama dengan saling menghormati dan menghargai kendati kita berbeda satu dengan yang lain. Dengan inilah akan tercipta kedamaian di tengah dunia ini. (wa-one).
“Allah cinta segala bangsa di dunia; merah, putih, kuning, hitam semua Allah cinta!”