Kasih yang Tak Bersyarat Pancaran Air Hidup 4 November 2021

4 November 2021

Bacaan: Roma 5 : 6 – 11 | Pujian: KJ. 178 : 1, 2
Nats:
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Ayat 8).

Kita semua pasti pernah merasakan pertolongan atau bantuan dari orang lain. Akibat dari pertolongan atau bantuan itu membuat kita menjadi merasa berhutang budi dan perlu membalas kebaikan orang tersebut. Sebaliknya jika kita mendapat perlakuan yang tidak baik dari orang lain, apakah yang akan kita lakukan? Tidak membalas saja itu sudah menjadi hal yang baik, yang mungkin mampu dilakukan kebanyakan orang. Namun untuk melakukan perbuatan baik kepada orang yang telah melakukan hal tidak baik kepada kita, mungkin berat.

Dalam bacaan kita saat ini, Paulus ingin mengajarkan kepada jemaat Roma tentang kasih Allah yang tak terbatas dan tak bersyarat, tidak seperti manusia. Allah tetap mengasihi manusia meskipun manusia sering melupakan Allah. Kasih Allah yang luar biasa itu diwujudkan melalui pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib demi menebus dosa manusia. Pengajaran ini diberikan kepada Jemaat Roma dengan tujuan untuk memurnikan keyakinan mereka kepada Kristus. Hal ini dikarenakan Jemaat Roma yang kebanyakan adalah orang-orang Yahudi dan Yunani masih membawa pemahaman lama mereka tentang Tuhan. Hal ini mempengaruhi cara hidup Jemaat Roma yang sering mengalami pertentangan di antara mereka. Pengajaran tentang kasih Allah yang luar biasa ini diharapkan membuat mereka merasakan kasih yang sama sehingga mereka bisa bertoleransi dan saling menghargai satu dengan yang lain.

Dalam kehidupan kita saat ini, kasih, kepedulian, dan toleransi memang seolah luntur akibat kepentingan pribadi. Akan tetapi melalui pengajaran Paulus hari ini mengingatkan kita agar kita memiliki kasih, kepedulian, dan toleransi, bukan hanya kepada orang yang bersikap baik kepada kita melainkan kepada semua orang. Mari kita wujudkan hidup yang penuh damai dengan kasih, kepedulian, dan toleransi karena Allah begitu peduli dan mengasihi kita meskipun kita penuh dosa. Amin. [Kuh.C].

 “Kasih, kepedulian, dan toleransi adalah jalan menuju hidup penuh damai sejahtera.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak