Hati Yang Baru Pancaran Air Hidup 4 Maret 2026

4 March 2026

Bacaan: Yehezkiel 36 : 22 – 32  |  Pujian: KJ. 158
Nats: “Aku akan memberikan kepadamu hati yang baru dan roh yang baru dalam batinmu. Aku akan menyingkirkan dari tubuhmu hati yang membatu dan memberikan kepadamu hati yang lembut.” (Ayat 26)

Bagaimanakah perasaan saudara ketika mendapatkan motor baru dari orang tua? Tentu sebagai anak, kita akan merasa senang dan gembira, karena orang tua kita membelikan motor baru untuk menunjang aktivitas keseharian kita, baik untuk ke sekolah, gereja, atau ke tempat yang lain. Yang menarik, orang tua akan berpesan, “Tolong motornya dijaga dan dirawat dengan baik. Pergunakan motor ini dengan bijak sebagai sarana penunjang aktivitasmu yang positif.” Hal ini wajar karena setiap orang tua akan memberikan yang terbaik demi anak yang ia kasihi.

Bacaan perikop kita pada hari ini menekankan janji keselamatan dan pemulihan dari Tuhan Allah kepada bangsa Israel. Melalui nabi Yehezkiel, Tuhan Allah memberikan pengharapan kepada umat-Nya, bahwasanya mereka akan selamat dan dipulihkan. Itu bukanlah karena usaha mereka sendiri, tetapi itu adalah anugerah Allah. Sekalipun Israel dihukum oleh Tuhan Allah, namun Tuhan Allah tetapi mengasihi mereka. Karena itu disebutkan dalam nats kita, Allah memberikan hati yang baru dan roh yang baru dalam kehidupan mereka (Ay. 26). Allah tidak hanya memulihkan secara jasmani saja tetapi juga memulihkan rohani mereka. Tuhan Allah menghendaki agar Bangsa Israel hidup dalam ketaatan dan kesetiaan pada kehendak Allah, sebab Allah tidak pernah lalai akan janji-Nya. Dan Israel akan selalu menjadi umat-Nya.

Kisah pembaruan dan pemulihan Israel di atas menjadi gambaran tentang cinta kasih Allah yang luar biasa dalam kehidupan umat-Nya. Inilah yang kita rasakan sebagai umat Allah, kita hidup karena ada pengampunan, pemulihan, dan pembaruan dari Allah. Tuhan Allah memberikan kita hati yang baru, yaitu hati yang senantiasa terarah pada-Nya, hati yang taat dan setia pada-Nya. Masa Pra Paskah saat ini mengajak kita untuk merasakan bahwa Tuhan selalu dekat dengan kita. Ia memanggil kita untuk bertobat, kembali kepada-Nya. Mari kita mengingat janji Tuhan ini, hendaknya kita hidup dengan hati yang baru. Hati yang kita jaga agar tidak tercemar dari perbuatan dosa. Sebab hanya dengan hati yang barulah kita layak disebut sebagai umat-Nya, anak-anak Allah yang hidup seturut kehendak-Nya. Amin. [AR].

“Hati yang baru menuntun langkah hidup kita menuju pada kebenaran dan hidup.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak