Bacaan : 1 Petrus 2 : 4 – 10 | Pujian : KJ. 252
Nats: “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. ” (Ay. 5)
Kekuatan suatu bangunan ditentukan oleh pondasinya. Jika pondasinya kuat maka material lain yang disusun diatasnya pastilah akan kuat. Saat membangun pondasi, pada bagian-bagian sudut akan dibuat jauh lebih besar, karena merupakan bagian menyangga. Sementara pada bagian yang membentang lurus dibangun dengan ukuran standard. Selanjutnya di atas pondasi tersebut disusun batu bata-batu bata untuk menjadi sebuah bangunan yang kokoh. Selain kekuatan pondasi, kekuatan bangunan juga ditentukan dari batu bata yang saling menopang. Jika batu bata disusun dengan rapi serta pemasangannya pas maka bangunan tidak akan goyah.
Ilustrasi membangun bangunan ini merupakan cerminan dari bangunan iman umat percaya. Dimana Tuhan Yesus sebagai batu penjurunya dan masing-masing umat percaya adalah batu-batu lain yang ditempatkan diatasnya. Gambaran Yesus sebagai batu penjuru bisa diartikan dalam hubungannya dengan umat percaya. Batu penjuru adalah batu-batu besar yang ditempatkan di sudut-sudut pondasi suatu bangunan. Ini berarti bahwa Yesus merupakan pokok terkuat yang ada dalam pondasi iman umat percaya. Sementara “orang yang percaya kepada Yesus sebagai batu penjuru akan menjadi batu-batu yang hidup”. Artinya umat percaya seumpama batu-batu yang ditata rapi di atas batu penjuru, yang mana satu dan lainnya harus saling menopang dan menguatkan. Dengan saling menopang dan menguatkan inilah maka batu-batu itu menjadi batu-batu yang hidup.
Dalam upaya membangun iman, pondasi iman yang kokoh seharusnya menjadikan umat percaya semakin mendayagunakan dirinya untuk menjadi berkat bagi orang lain. Jadi batu yang hidup hanya mungkin terjadi jika umat percaya benar-benar melekat pada Kristus sebagai batu penjuru dan memberikan dirinya untuk menjadi berkat bagi banyak orang. (TpJ)
“Batu-batu yang hidup adalah mereka yang mampu saling menopang dan memberi kehidupan.”