Marahkah Allah? Pancaran Air Hidup 4 Juni 2021

4 June 2021

Bacaan:  Ulangan 1 : 34  – 40 | Pujian:  KJ.  27
Nats:
“Ketika TUHAN mendengar gerutumu itu, Ia menjadi murka …” (Ayat 34a)

Saat kita kanak-kanak, pasti kita ingat bagaimana kata-kata, raut wajah dan penekanan suara yang dikeluarkan orang tua ketika mereka marah kepada kita. Kemarahan orang tua biasanya disebabkan karena anaknya tidak patuh pada mereka atau karena orang tua ingin mendidik anaknya agar tumbuh menjadi anak yang lebih baik. Artinya kemarahan itu bukanlah sebuah pelampiasan emosi tetapi ada tujuan yang baik dibaliknya. Lantas pernahkah kita juga berpikir, bagaimana keadaannya bila Allah marah? Dapatkah Allah marah dan apakah tujuan Allah saat Ia marah pada kita?

Bacaan hari ini memperlihatkan sebuah kenyatan ketika Allah marah. Ia menegur umatNya Israel dan menunjukkan murkaNya. Allah marah dengan tujuan agar jalan hidup generasi penerus Israel kembali pada jalur yang benar. Seperti dalam perikop kita saat ini, nampak  Musa sedang mengingatkan bangsa Israel akan peristiwa kelam 40 tahun yang lalu dimana generasi pada waktu itu menjadi pemberontak yang menjadikan Allah murka atas mereka. Musa menegaskan pada umat Israel bahwa sebagai pemimpin, dirinya juga mendapat teguran dan amarah dari Allah.

Allah tidaklah murka dan marah karena meluapkan emosi karena kekesalan atau kejengkelan. Justru karena kasih dan kepedulianNya kepada umat Israel dan kepada kita, Ia ingin mendidik kita dengan keadilanNya. Saat ini kita dipanggil untuk mewujudkan ketaatan yang penuh pada Allah. Dari murka Allah terhadap bangsa Israel,  kita dapat belajar bahwa sejatinya kasih Allah sungguh besar pada kita. Allah senantiasa menuntun kita untuk menjadi generasi yang taat dan setia kepadaNya. Masih ada kesempatan dan waktu bagi kita untuk hidup taat dan berjalan di jalan yang benar.  Berubahlah dan carilah makna dibalik sebuah murka Allah, maka kita akan menemukan bahwa Allah sungguh mengasihi kita. (ASN)

“Kemarahan adalah sebuah keadilan untuk sebuah kesalahan yang membawa harapan menjadi lebih baik di hari depan”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak