Awas, Rawan Pecah Pancaran Air Hidup 4 Juli 2023

4 July 2023

Bacaan: 1 Yohanes 4 : 1 – 6 | Pujian: KJ. 236
Nats:Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia.” (Ayat 4)

Ketika saudara memiliki barang antik pecah-belah, misalnya saja guci keramik dari zaman kuno, tentunya barang itu akan dijaga dan dirawat dengan sangat baik. Bahkan kadang sampai diberi keterangan, “Awas, rawan pecah!”, supaya siapapun lebih berhati-hati. Jika saja pecah, kita pasti akan dengan segera berupaya merekatkannya kembali dengan berbagai macam cara supaya guci itu kembali berbentuk. Selalu ada upaya untuk merekatkan kembali yang pecah, karena sebuah benda itu bernilai dan istimewa.

Bacaan kita saat ini menunjukkan salah satu upaya Rasul Yohanes dalam mengatasi pergumulan yang berpotensi memecah-belah jemaat Kristen mula-mula. Secara khusus, upaya itu tampak dalam pasal 4, Yohanes menegaskan ulang kepada jemaat mengenai keistimewaan identitas mereka bahwa mereka berasal dari Allah. Artinya mereka adalah anak-anak Allah yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang datang sebagai manusia. Penegasan identitas ini adalah sebuah upaya pastoral yang membawa jemaat pada kedalaman batin tentang identitas iman mereka. Melalui sentuhan pastoral itu, iman jemaat yang mulai goyah akibat perjumpaan dengan nabi-nabi palsu, kembali dikuatkan. Yohanes berpesan agar mereka tetap saling “terikat” dan “terhubung” dalam menghadapi ancaman perpecahan, karena Roh yang ada pada mereka lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia.

Ancaman perpecahan bisa saja mengintip komunitas kecil kita, yaitu keluarga. Keluarga kecil kita itu sangat berharga dan istimewa, tidak hanya di mata kita, tetapi juga di mata Allah. Pada kenyataannya banyak sekali hal eksternal yang dalam perjalanannya membuat keterikatan dan keterhubungan kita di dalam keluarga perlahan memudar dan bahkan pecah. Pada tahap itu, kita diajak untuk mengambil waktu sejenak, menyadari bahwa keluarga yang kita miliki sekarang pada dasarnya berasal dari Allah dan berharga di mata Allah. Oleh sebab itu, mari kita jaga sesuatu yang berharga itu untuk tetap terikat dan terhubung utuh. Kita pasti dimampukan, karena Roh Allah selalu bersama kita dan lebih besar dari roh yang berasal dari dunia. Amin. [kyp].

“Dekap aku dalam keretakan ini dan biarkan aku merasakan cinta-Mu, ya Allah.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak