Nandur Pari, Jebul Thukule Suket Teki Renungan Harian 4 Juli 2019

4 July 2019

Bacaan : Roma 7 : 13 – 25 | Pujian : KJ 365b
Nats : “…aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?……” (ayat 24)

Wong salah ora gelem ngaku salah Suwe-suwe sapa wonge sing betah Mripatku uwis ngerti sanyatane Kowe selak golek menangmu dewe Tak tandur pari, jebul tukule malah suket teki Di dunia ini, memang sudah kebiasaan, bahwa ketika orang tahu salah tapi dia tidak mau mengakui kesalahannya! Syair dari lagu yang sangat terkenal, yaitu SUKET TEKI menunjukkan hal itu, bahwa seseorang seringkali bersembunyi di balik tameng kesalahannya. Wis biasa!

Rasul Paulus memperlihatkan adanya dua kepribadian dalam dirinya yang saling bertolak belakang. Ia melakukan apa yang dibencinya, bukan apa yang dikehendakinya (15-17). Ia memiliki kehendak, tetapi bukan apa yang baik, meski ia mengetahui apa yang seharusnya dilakukan (18-20). Ia mengalami pergumulan untuk melakukan apa yang baik, namun di sisi lain ia sadar bahwa dalam dirinya memikirkan apa yang jahat (21-23). Dengan kata lain, bacaan ini mengupas pergumulan batin Rasul Paulus antara dosa dan hidup benar. Rasul Paulus bergumul dengan dosa bukan karena ia orang berdosa, melainkan karena ia sudah dikuduskan Allah. Dosa membuat manusia menjadi mati rasa, terlebih apabila seseorang yang sudah berbuat dosa berulang kali, lebih mudah terpengaruh melakukan perbuatan dosa. Dalam keadaan inilah, Paulus menyadari tiga hal :

  1. Dirinya bukan manusia yang sempurna dan masih dapat jatuh dalam perilaku keberdosaan,
  2. Keadaan ini tidak boleh membawa Paulus kepada keputusasaan. Paulus harus tetap berjuang.
  3. Paulus menyadari dalam perjuangannya itu dirinya telah menjadi milik Yesus Kristus (24-25).

Keluarga adalah tempat pertama dalam membangun karakter-karakter yang utama, salah satunya adalah berani mengakui kesalahan ketika melakukan sebuah kesalahan. Seorang anak akan terbiasa untuk mengakui kesalahannya, jika orang tuanya pun bertindak demikian. Kalau tidak dibiasakan demikian, maka anak akan menjadi mati rasa dan di dalam dirinya akan tumbuh sifat untuk mengkambing hitamkan atau menyalahkan orang lain. Keluarga-keluarga Kristen harus berjuang untuk memangkas karakter-karakter dosa yang membuat hidup tidak bertumbuh. (dix)

Janganlah kita nandur pari, jebul tukule suket teki!

Renungan Harian

Renungan Harian Anak