Bacaan: Matius 3 : 1 – 12 | Pujian: KJ. 413 : 1 – 3
Nats: “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” (Ayat 8).
Pertobatan menurut KBBI adalah bertobat, yang di dalamnya ada kesadaran dan penyesalan akan perbuatan-perbuatan yang salah/ yang tidak benar di mata Tuhan, dan berniat untuk mengaku dosa serta tidak akan mengulanginya kembali. Artinya pertobatan yang sungguh bukanlah sekedar tahapan pengakuan dan penyesalan dosa yang telah dilakukan saja, melainkan harus diikuti sebuah tindakan aktif atau ada upaya agar dosa-dosa yang telah dilakukan tidak kembali terulang.
Seruan pertobatan tersebut menjadi “Kata Pengantar” sebelum Yohanes melakukan pembaptisan bagi orang-orang Yahudi. Satu hal yang menjadi penekanan dari khotbah Yohanes Pembaptis tersebut ialah pertobatan yang dilakukan bukan saja untuk mendapatkan Kerajaan surga yang sudah dekat (Ay. 2), melainkan hasil dari pertobatan itu harus mewujud nyata dalam kehidupan melalui karya dan pelayanan (Ay. 8). Bagi Yohanes, mempersiapkan jalan bagi Tuhan bukan sekedar tentang membersihkan diri/ menyucikan diri, melainkan juga kesiapan diri untuk menjadi rekan sekerja Allah dalam menyatakan kebaikan dan sukacita bagi dunia. Hal ini selain sebagai penyesalan akan dosa yang telah dilakukan, sesungguhnya juga sebagai upaya agar bisa menghindarkan diri kita untuk melakukan dosa yang sama kembali.
Dalam masa Adven ini, sesungguhnya bukan sekedar bagaimana kita akan memperingati penyataan karya keselamatan Allah bagi dunia melalui kelahiran Tuhan Yesus Kristus saja. Masa Adven mengajak kita selalu waspada dan ikut serta menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah bagi dunia. Buah pertobatan adalah bagaimana kita bermanfaat positif bagi semua orang. Misalnya: kita ikut serta menjaga kerukunan antar umat beragama, kita ikut serta dalam memberdayakan masyarakat dalam bidang ekonomi, berhenti menjadi penggosip atau penyebar berita bohong, dls. Karena itu, jika Yohanes Pembaptis hadir di tengah masyarakat Yahudi untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan saat itu, maka saat ini kita juga hadir mempersiapkan jalan bagi Tuhan untuk datang kedua kali di dunia ini sebagai Tuhan yang mulia dan penuh kuasa. Amin. [PY].
“Yesus Pokok dan kitalah carang-Nya, berbuahlah dengan lebat dan manis seperti yang diajarkan-Nya.”