Bontotan Pancaran Air Hidup 4 Desember 2021

4 December 2021

Bacaan: Lukas 9 : 1 – 6 | Pujian: KJ. 425 : 1, 3
Nats:
“… kata-Nya kepada mereka: Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.” (Ayat 3).

Bontotan adalah istilah orang Jawa untuk menyebut bekal yang dibawa atau diberikan kepada orang yang akan bepergian meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama. Bontotan ini umumnya disiapkan untuk berjaga-jaga pada saat bepergian meninggalkan rumah agar tidak mengalami kesulitan ketika harus makan. Artinya bontotan ini untuk menjaga supaya kita tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok meskipun kita tidak sedang berada di rumah.

Hal ini berkebalikan dengan perintah Yesus kepada para murid-Nya dalam Lukas 9 : 1 – 6. Yesus yang mengutus para murid untuk mengabarkan Injil justru melarang para murid untuk membawa bekal berupa roti, uang atau dua helai baju. Sikap Yesus melarang para murid-Nya membawa bekal ini bukan berarti Ia tidak peduli terhadap kebutuhan pokok para murid-Nya namun karena Yesus yakin apabila para murid-Nya dapat membuat orang percaya kepada Yesus maka mereka akan mendapatkan kebutuhan pokok mereka. Orang yang telah menerima Yesus akan mempedulikan para murid. Selain itu bagi Yesus yang terutama adalah memberitakan Kerajaan Allah, baru setelah itu memikirkan tentang kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan dasar manusia seperti bontotan tadi akan mudah dipenuhi apabila Kerajaan Allah sudah terwujud di dunia.

Sekarang ini kita sudah memasuki bulan Desember, dimana kita bersiap menyambut kelahiran Sang Juruselamat. Mari bersama, kita merubah pola pikir kita supaya jangan sampai kita hanya fokus pada kebutuhan kita sebagai manusia saja, atau istilahnya hanya sibuk menyiapkan bontotan. Marilah bersama bersiap dan mawas diri untuk memfokuskan diri kepada apa yang menjadi tugas dan panggilan kita sebagai pengikut Krsitus. Menjadi saksi Kristus yang memberitakan tentang Kerajaan Allah adalah hal yang terpenting dalam hidup. Dengan terwujudnya Kerajaan Allah di dunia ini maka damai sejahtera akan terwujud dalam hidup keseharian kita, serta menjadikan semua manusia mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka yang utama yaitu ketentraman dan kedamaian. Amin. [Kuh.C].

“Bukan makanan dan minuman melainkan damai dan tentram adalah kebutuhan dasar manusia.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak