Dusta Renungan Harian 4 Agustus 2019

4 August 2019

Bacaan :  Kolose 3 : 1 – 11    |  Pujian  : KJ. 427
Nats
: “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah meninggalkan manusia lama serta kelakuannya” (ay. 9)

Tidak ada yang abadi. Keabadian hanya didapatkan pada Tuhan, sumber dan tujuan perjalanan kehidupan manusia. Pernyataan ini mengingatkan agar kita secara jeli dan bijak memaknai hidup yang telah dianugerahkan. Hidup itu penting. Pemenuhan kebutuhan itu utama.  Jabatan, popularitas dan harta itu baik. Namun segala kebutuhan dan milik duniawi akan menjdi sia-sia bila akhirnya hanya menjadi orientasi dan keinginan melekat dalam hidup.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Kolose menasehatkan tentang manusia baru. Yang dimaksudkan yaitu pribadi yang mampu mematikan dalam dirinya segala sesuatu yang duniawi. Pribadi yang mampu mengendalikan diri dan membuang sifat marah, geram, kejahatan, fitnah dan perkataan kotor yang keluar dari mulutnya. Bagi Paulus, seorang manusia baru, ia adalah orang pilihan Allah, yang hidup dalam kasih, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Ia adalah seorang pengampun yang tidak mendendam terhadap sesamanya.

Yesus menganjurkan kepada kita untuk lebih mengutamakan hidup Ilahi dan keselamatan, tanpa mengabaikan hidup dan tanggung jawab keseharian sesuai dengan identitas masing-masing. Sikap hidup beriman tercermin dalam mengutamakan kehendak Allah dalam tindakan dan perbuatan. Konsekwensinya berarti pula menomorduakan keinginan diri dan hal-hal yang bersifat duniawi semata.

Dalam keseharian, tidak jarang manusia dikuasai oleh pemenuhan kebutuhan dan keserakahan untuk memiliki dan menguasai banyak hal. Ketika hidup dikuasai oleh kelekatan-kelekatan duniawi, hidup hanya diukur seturut pemenuhan kepuasan dan tindakan yang dikalkulasikan secara ekonomis belaka. Saat ini, melalui Firman-Nya kita diajarkan untuk hidup tidak hanya berorientasi pada kelekatan duniawi. Kita adalah umat pilihan Allah, yang telah ditebus dan diperbaharui menjadi manusia baru. Mari kita tunjukkan diri kita sebagai manusia baru di dalam Kristus.  Amin. (didik)

“Tuhan, bantulah aku agar mampu mengutamakan kehendakan-Mu. Amin.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak