Bacaan: Yohanes 8 : 12 – 20 | Pujian: KJ 408 : 1
Nats: “…Sebab Aku tahu, darimana Aku datang dan kemana AKu pergi” [ayat 14]
Setiap orang yang akan berpergian harus mengetahui dua hal penting. Yang pertama: harus tahu dan mengingat dari mana ia memulai perjalanan. Hal itu penting, supaya ia tahu kemana harus kembali jika ia tersesat dan bisa mulai merancang kembali perjalanan yang baru. Yang kedua: ia harus tahu tujuan yang akan ia capai. Kalaupun tempat itu adalah tempat yang asing, maka ia harus memiliki alamat / “ancer-ancer” yang dapat membantunya menemukan lokasi. Jika tidak, bisa dipastikan perjalanan itu tidak akan berujung. Berputar-putar tanpa arah. Hanya akan membuang waktu.
Tuhan Yesus adalah seseorang yang mengetahui dari mana dan apa tujuan hidupNya. Ayat 18, menyebutkan bahwa Bapalah Sang pengutusNya dan di ayat 12 dinyatakan bahwa misinya adalah menjadi terang dunia. Sehingga bagi siapapun yang mengikutNya, tidak akan berjalan dalam kegelapan. Pemahaman itulah yang membuat kita bisa melihat bagaimana Tuhan Yesus menjalani kehidupan dan panggilanNya.HidupNya tidak selalu mudah karena banyak penolakan dan hinaan. Namun itu tidak membuatNya berputus asa dan berhenti. Kalaupun Ia dipuji, itu tidak membuatNya berbangga dan terlena. Ia terus melanjutkan perjalananNya sampai ke puncak golgota. Ia taat pada Sang Bapa, menjadi terang dunia supaya manusia tidak lagi berjalan dalam gelap, tetapi menjadi berkat bagi sesama.
Di penghujung tahun yang akan kita lalui, mari kita mengingat dari mana kita berasal dan kemana tujuan hidup kita. Apa yang ingin kita capai dalam hidup ? Kesenangan? Kenikmatan ? Pelayanan? Cinta kasih? Hidup kita berasal dan akan kembali kepadaNya. Dengan demikian bukankah kehidupan kita harusnya ditujukan bagi kemuliaanNya? Bagaimana cara kita memperjuangkannya ? Apakah kita sungguh memperjuangkannya dengan setia ataukah lebih sering menyerah sebelum berperang? Semakin kita mengetahui dan menyadari tujuan hidup kita dan Kristus hadir menjadi dasarnya, maka tujuan itu yang akan memberi daya/energy dalam perjalanan kita untuk meraihnya. Jadi, kemana mau melangkah ? [nw]
“Hidup tanpa misi seperti layang-layang putus. Ia terbang tanpa kendali.”