Quo Vadis, Kemana Kau Akan Melangkah ? Renungan Harian 31 Desember 2018

31 December 2018

Bacaan: Yohanes 8  : 12 – 20  |  Pujian: KJ 408 : 1
Nats: “…Sebab Aku tahu, darimana Aku datang dan kemana AKu pergi” [ayat 14]

Setiap orang yang akan berpergian harus mengetahui dua hal  penting. Yang pertama: harus tahu dan mengingat  dari mana ia memulai perjalanan. Hal itu penting, supaya ia tahu kemana harus kembali jika ia tersesat dan bisa mulai merancang kembali perjalanan yang baru. Yang kedua: ia harus  tahu tujuan yang akan ia capai. Kalaupun tempat itu adalah tempat yang asing, maka ia harus memiliki alamat / “ancer-ancer” yang  dapat membantunya menemukan lokasi. Jika tidak, bisa dipastikan perjalanan itu tidak akan berujung. Berputar-putar tanpa arah. Hanya akan membuang waktu.

Tuhan Yesus adalah seseorang yang mengetahui dari mana dan apa tujuan hidupNya. Ayat 18, menyebutkan bahwa  Bapalah Sang pengutusNya dan di ayat 12  dinyatakan bahwa misinya adalah menjadi   terang dunia. Sehingga bagi siapapun yang mengikutNya, tidak akan berjalan dalam kegelapan.   Pemahaman itulah yang membuat kita bisa   melihat bagaimana Tuhan Yesus menjalani  kehidupan dan panggilanNya.HidupNya tidak selalu mudah karena banyak penolakan dan  hinaan. Namun itu tidak membuatNya berputus asa dan berhenti. Kalaupun Ia dipuji, itu tidak membuatNya berbangga dan terlena. Ia terus melanjutkan perjalananNya sampai ke puncak golgota. Ia taat pada Sang Bapa, menjadi terang dunia supaya manusia tidak lagi berjalan dalam gelap, tetapi menjadi berkat bagi sesama.

Di penghujung tahun yang akan kita lalui, mari kita mengingat dari mana kita berasal dan kemana tujuan hidup kita. Apa yang ingin  kita capai dalam hidup ? Kesenangan? Kenikmatan ? Pelayanan? Cinta kasih? Hidup kita berasal dan akan kembali kepadaNya. Dengan demikian  bukankah kehidupan kita harusnya ditujukan bagi kemuliaanNya? Bagaimana cara kita memperjuangkannya ? Apakah  kita sungguh memperjuangkannya dengan setia ataukah lebih sering menyerah sebelum berperang? Semakin kita mengetahui dan menyadari tujuan hidup kita dan Kristus hadir menjadi dasarnya, maka tujuan itu yang akan memberi daya/energy dalam perjalanan kita untuk meraihnya. Jadi, kemana mau melangkah ? [nw]

“Hidup tanpa misi seperti layang-layang putus. Ia terbang tanpa kendali.”

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak