Peraturan Dibuat Bukan untuk Dilanggar Pancaran Air Hidup 30 Oktober 2021

30 October 2021

Bacaan: Mazmur 119 : 1 – 8 | Pujian: KJ. 416
Nats:
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.” (Ayat 1)

Setiap kita tentu pernah mendengar jargon “Peraturan dibuat untuk dilanggar“, bukan? Jargon negatif yang sudah terbiasa kita dengar sejak lama ini nampaknya tidak bisa hanya dianggap sebagai guyonan semata. Nyatanya, entah karena terlalu sering dan terbiasa mendengar jargon tersebut atau memang sudah menjadi suatu kebiasaan yang mendarah daging, rasa-rasanya sulit bagi kebanyakan orang untuk berdisiplin atau menaati suatu peraturan, kecuali jika terdapat ancaman hukuman dibalik peraturan itu. Memprihatinkannya lagi, ada kesan bahwa pelanggaran terhadap suatu peraturan dinilai sebagai sesuatu yang keren karena dianggap sebagai bentuk keberanian mengekspresikan kebebasan, sedangkan ketaatan adalah sesuatu yang polos atau lugu, bertahan pada penindasan. Terlepas dari keberadaan peraturan dan pembuat kebijakan yang tidak baik, secara mendasar kita harus memahami bahwa setiap peraturan yang dibuat adalah untuk kebaikan diri sendiri maupun kehidupan bersama. Dengan pemahaman yang demikian, maka kita akan dimudahkan untuk taat dan disiplin pada peraturan-peraturan yang ada di sekitar kita dengan senang dan tulus hati.

Daud melalui Kitab Mazmur menuturkan bahwa dirinya begitu berbahagia ketika hidup menurut perintah-perintah Tuhan. Kemudian dia mengajak kita semua berbahagia atas ketaatan kita kepada-Nya. Hal ini tidak lain karena Daud memang telah melihat kebaikan-kebaikan pada perintah-perintah Tuhan itu. Kalau kita mengingat bagaimana Daud pernah jatuh pada dosa dan pelanggaran pada perjalanan hidupnya, di mana kejatuhan itu telah benar-benar membuatnya terpuruk pada rasa bersalah. Maka kita percaya bahwa kebahagiaan Daud ini bukan teori semata, melainkan didasarkan pada pengalaman hidup nyata.

Kejatuhan pada dosa dan pelanggaran dapat membuat kita jatuh pada rasa bersalah yang begitu dalam dan berkepanjangan. Tanpa kita sadari hidup kita tidak lagi dipenuhi damai sejahtera. Hanya dengan berbalik kepada Tuhan, bertobat, dan berkomitmen untuk tetap setia, maka hidup kita akan kembali dipulihkan. Oleh karena itu, marilah kita berbahagia sebagai pengikut-pengikut Kristus yang senantiasa mau menaati apa yang menjadi perintah-Nya dalam hidup kita. Amin. [YEP].

“Menurut bukan karena takut, taat bukan karena terikat, tetapi semata-mata karena pengertian dan cinta.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak