Tersesat Pancaran Air Hidup 30 November 2024

30 November 2024

Bacaan: Mazmur 25 : 1 – 10 | Pujian: KJ. 400
Nats: “Tuhan itu baik dan benar; sebab itu, Ia menunjukkan jalan bagi orang yang sesat.” (Ayat 8)

Apakah yang akan saudara lakukan pada saat saudara tersesat? Bagi mereka yang tersesat di daerah berpenduduk, mereka dapat bertanya kepada orang yang mereka temui. Sedangkan mereka yang tersesat di daerah tanpa penduduk, seperti di hutan dan gunung, maka mereka dapat menggunakan kompas sebagai petunjuk arah. Bagi orang yang tersesat menemukan jalan untuk kembali adalah hal yang menyukacitakan. Mereka dapat kembali pulang dan sampai dengan selamat.

Sang Pemazmur di dalam bacaan kita saat ini mengungkapkan pengakuan dosanya di hadapan Tuhan Allah. Pemazmur menyadari bahwa dirinya telah tersesat, hidupnya penuh dengan dosa dan kesalahan, oleh sebab itu dia berseru kepada Tuhan agar Tuhan menolong dan mengampuni dosa-dosanya. Ia memohon agar Tuhan menuntun langkah hidupnya agar senantiasa berjalan dalam kebenaran (Ay. 5). Ia memohon agar Tuhan menyelamatkan dirinya (Ay. 6). Dalam seruan doanya, Sang Pemazmur memohon agar Tuhan mencurahkan kasih dan rahmat-Nya serta mengampuni dosa dan pelanggarannya (Ay. 7). Dengan iman, Sang Pemazmur mengakui bahwa Tuhan itu baik dan benar, Dialah yang menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang sesat (Ay. 8). Dialah yang menuntun orang yang rendah hati untuk berjalan menurut hukum (Ay. 9). Sang Pemazmur juga mengakui bahwa segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi setiap orang yang berpegang pada janji dan peringatan-Nya (Ay. 10).

Mengawali masa Adven saat ini, kita diingatkan akan pentingnya pengakuan dosa dan pertobatan secara pribadi. Tidak ada manusia yang tidak berdosa. Semua manusia pasti berdosa dan tidak sempurna di hadapan Tuhan. Untuk itu, kita perlu jujur dengan diri kita sendiri dan mau mengakui dosa-dosa kita kepada Tuhan. Jangan biarkan diri kita tersesat dalam keinginan, hawa nafsu, keserakahan, kemarahan, kebencian, dan kemunafikan. Masa Adven adalah masa introspeksi diri, masa bagi kita melihat keberadaan diri kita yang seringkali jatuh dalam dosa dan jauh dari kasih Tuhan. Mari kita belajar dari Sang Pemazmur, kita datang kepada Tuhan mengakui dosa dan memohon pengampunan. Tuhanlah jalan kehidupan yang memberikan kelegaan dan keselamatan bagi kita. Kiranya kita mampu hidup benar, hidup di jalan yang terang dan memiliki hidup yang penuh arti. Amin. [AR].

“Saat engkau tersesat berserulah kepada Tuhan mengakui dosa dan mohon pengampunan-Nya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak