Suci dan Tak Bercacat Pancaran Air Hidup 30 Maret 2023

30 March 2023

Bacaan: Filipi 1 : 1 – 11 | Pujian: KJ. 370
Nats:… sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, …” (Ayat 10)

Menjadi suci dan tak bercacat adalah sebuah sikap atau tindakan yang tidak mudah dimiliki oleh seseorang, walaupun hanya dalam angan-angan, dengan dalih karena kita masih hidup di dunia. Namun demikian, hal itu bukanlah sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Jika menjadi suci dan tak bercacat merupakan ungkapan doa yang kita panjatkan kepada Sang Pemilik Kehidupan, pada akhirnya akan dijawab oleh Tuhan. Terlebih bagi umat percaya, suci dan tak bercacat dapat dipahami, bahwa ia dibebaskan dari kuasa dosa. Karena itu, hidup umat percaya harus meneladan Yesus Kristus agar dimampukan hidup suci dan tak bercacat di hadapan Tuhan.

Bacaan hari ini mengingatkan kita, ketika Paulus menyerukan perilaku hidup suci bagi jemaat Filipi, maka seruan tersebut haruslah diikuti dengan perubahan hidup. Jemaat Filipi yang semula hidup dalam perbuatan dosa menjadi jemaat yang hidup kudus. Sikap hidup kudus ini harus dipelihara dengan penuh tanggung jawab sampai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua pada saatnya nanti. Dalam doanya Paulus memohon agar kasih yang dimiliki jemaat makin melimpah dengan pengetahuan yang benar, dalam segala macam pengertian. Jemaat Filipi dapat menentukan mana yang baik dan yang buruk. Karena itu, hidup suci dan tak bercacat, menurut Paulus harus ditopang dengan kasih dan pengenalan akan Allah. Dengan disertai upaya yang terus menerus dilakukan dalam membangun hubungan dengan Allah, maka seseorang akan memiliki kepekaan terhadap suara Tuhan, sehingga pilihan sikap dan tindakan hidupnya senantiasa sesuai dan berkenan kepada Allah.

Pelajaran berharga dari nasihat Paulus kepada jemaat Filipi saat ini, membuka mata hati kita untuk memilih dengan bijaksana beragam tawaran dunia menurut kehendak Allah. Kehidupan dunia menawarkan sesuatu yang menggiurkan, namun sikap kehati-hatian kita menjadi pendekatan sekaligus cara terbaik bagi kita supaya tidak salah memilih. Semoga kita terus dimampukan tetap bertahan dalam memelihara kekudusan dengan hidup suci dan tak bercacat di hadapan Allah. Amin. [YD].

“Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak